Apakah Manfaat Puasa untuk Kesehatan?

09 Mei 2019 | Oleh Anita Djie
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Memahami manfaat puasa untuk kesehatan akan membuat Anda lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa
Memahami manfaat puasa untuk kesehatan akan membuat Anda lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa

Puasa Ramadan bagi umat muslim memiliki tujuan untuk meningkatkan disiplin diri, menjadi lebih bersimpati dengan sesama yang kurang mampu, bersyukur atas berkat yang diberikan Allah, dan sebagainya. 

Akan tetapi, di balik semua itu, tahukah Anda manfaat puasa untuk kesehatan? Dengan memahami kebaikan puasa bagi tubuh, Anda mungkin jadi lebih bersemangat dalam menjalankan puasa.

Manfaat Puasa untuk Kesehatan #1 Mencegah Peradangan

Peradangan kronis dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang serius, seperti kanker, rheumatoid arthritis, penyakit jantung, dan sebagainya. 

Penelitian pada tahun 2012 mendapati bahwa puasa dapat menurunkan zat yang memicu peradangan, mengurangi lemak dalam tubuh, dan meningkatkan sirkulasi sel darah putih (leukosit).  

Manfaat Puasa untuk Kesehatan #2 Menurunkan Kadar Gula Darah

Puasa dapat menurunkan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin dalam tubuh.

Penurunan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membuat penyaluran glukosa dari pembuluh darah ke dalam sel lebih efisien.  

Namun, efek penurunan kadar gula darah karena puasa mungkin dapat berbeda antara pria dan wanita. 

Manfaat Puasa untuk Kesehatan #3 Meningkatkan Produksi Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan merupakan hormon protein yang berperan dalam pertumbuhan, penurunan berat badan, metabolisme, dan kekuatan otot.  

Manfaat Puasa untuk Kesehatan #4 Menurunkan Berat Badan

Manfaat puasa untuk kesehatan yang satu ini bukanlah lagi rahasia umum. Penelitian pada tahun 2013 menemukan bahwa puasa dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh.

Puasa dapat menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori harian yang dikonsumsi serta meningkatkan metabolisme dalam tubuh.  Pada penelitian yang diadakan tahun 2011, puasa dapat menjadi cara menurunkan berat badan yang efektif namun tidak menurunkan massa otot.  

Manfaat Puasa untuk Kesehatan #5 Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian pada tahun 2010 menemukan manfaat puasa untuk kesehatan jantung. Penelitian tersebut menemukan bahwa puasa dapat menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik. 

Bahkan pada penelitian tahun 2012, ditemukan bahwa terdapat penurunan kadar LDLdan kenaikan kadar HDL yang bertahap empat minggu setelah puasa ramadan.  

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa

Manfaat puasa untuk kesehatan memang menggiurkan, tetapi terdapat juga beberapa hal yang harus diperhatikan saat berpuasa di bulan Ramadan.

Saat berpuasa, Anda akan rentan mengalami dehidrasi, karenanya bagi umat muslim yang akan berpuasa, Anda perlu untuk selalu mengonsumsi air sebelum mulai berpuasa agar tidak mengalami dehidrasi saat berpuasa.  

Saat berpuasa Anda juga menjadi rentan untuk mengalami stres dan gangguan tidur. Dehidrasi, rasa lapar, dan kurang tidur dapat menyebabkan sakit kepala saat berpuasa.  

Terkadang, puasa juga dapat menyebabkan sensasi terbakar pada uluhati (heartburn). Walaupun sebenarnya, kurangnya makanan di perut saat berpuasa dapat mengurangi asam lambung.

Namun, saat Anda mencium bau makanan atau memikirkan mengenai makanan selama berpuasa, otak dapat mengirimkan sinyal yang memicu perut untuk menghasilkan lebih banyak asam lambung.  

Tetaplah menjaga kesehatan dengan memastikan asupan nutrisi saat berbuka puasa dan sahur. Semoga puasa Anda berjalan lancar.

Referensi

BBC. http://www.bbc.co.uk/religion/religions/islam/practices/sawm.shtml
Diakses pada 26 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fasting-benefits
Diakses pada 26 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/295914.php
Diakses pada 26 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23244540
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23679071
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21410865
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3480413/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20300080
Diakses pada 26 April 2019

Back to Top