Lip Tie, Kenali Kondisi yang Menyebabkan Bayi Sulit Menyusu


Lip tie membuat bayi kesulitan menyusu karena ada kelainan pada jaringan otot yang menyambungkan gusi dengan bibir atasnya. Tanda-tandanya adalah bayi sulit bernapas saat menyusu hingga kenaikan berat badan yang lambat.

(0)
24 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lip tie adalah kondisi yang membuat bayi rewel saat menyusuLip tie pada bayi membuatnya kesulitan naik berat badan dan rewel karena kelaparan
Lip tie dan tongue tie adalah salah satu masalah pada bagian mulut bayi yang membuatnya kesulitan menyusui. Sebenarnya, kelainan pada bibir ini tidak umum terjadi daripada tongue tie (kesulitan menggerakan lidah) pada bayi. Tongue tie dan lip tie pada bayi ini berkaitan dengan frenulum, yaitu jaringan otot yang menghubungkan bagian mulut dengan gusi tertentu. Dalam hal ini, lip tie pada bayi berarti adanya masalah dengan frenulum yang menyambung ke bibir atas. Sementara, tongue tie menunjukkan permasalahan frenulum yang menghubungkan bawah lidah atau dasar mulut dengan gusi.Sebelum berfokus dengan kelainan pada bibir ini, perlu diketahui bahwa berdasarkan riset yang dipaparkan pada Journal of the American Board of Family Medicine, tongue tie lebih banyak ditemukan pada bayi yang baru lahir. Tidak hanya itu, kelainan ini lebih sering terjadi pada bayi laki laki daripada bayi perempuan.Ketika bayi sulit menyusu, kedua masalah ini tentu bisa membuat ibu stres. Sebab dikhawatirkan si Kecil tak mendapat ASI eksklusif sebagai asupan yang cukup. Oleh karena itu, ini akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Apakah lip tie normal pada bayi?

Lip tie terjadi saat jaringan otot bibir ke gusi terlalu tebal dan kaku
Lip tie adalah suatu kondisi ketika selaput jaringan otot yang menghubungkan bibir atas ke gusi (frenulum) terlalu tebal, ketat, atau kaku sehingga membuat Si Kecil lebih sulit menggerakan bibir atasnya.Akan tetapi, hal ini juga bisa membuat bayi sulit menyusu. Bahkan, dalam beberapa kasus, hal ini menyebabkan si Kecil mengalami kesulitan menambah berat badan. Penyebab lip tie belum diketahui secara pasti. Namun, genetik dipercaya memainkan peran atas kondisi ini.Sebetulnya, kondisi ini tidaklah berbahaya bagi bayi. Yang terpenting, berat badannya bertambah sesuai usianya. Ini bukanlah penyakit atau gejala dari masalah serius, melainkan hanya perbedaan anatomi. Di samping itu, kondisi ini juga terbilang mudah diperbaiki. 

Apa tanda-tanda lip tie pada bayi?

Lip tie membuat bayi susah menyusu sehingga rewel
Kesulitan menyusu menjadi salah satu tanda paling umum bahwa bayi memiliki kelainan frenulum ini. Adapun tanda-tanda lain yang dapat terjadi, di antaranya:
  • Berjuang untuk menempel pada puting payudara.
  • Kesulitan bernapas saat menyusu.
  • Membuat suara “klik” saat menyusu.
  • Kenaikan berat badan yang lambat atau kurangnya penambahan berat badan.
  • Sering tertidur saat menyusu.
  • Tampak sangat lelah.
  • Rewel saat menyusu.
  • Sangat sering ingin menyusu karena tak kenyang.
  • Terlihat tampak ada tali yang menghubungkan gusi ke bibir.
Akan tetapi, penting untuk dicatat, tanda-tanda tersebut juga dapat terjadi karena berbagai penyebab kesulitan menyusu lainnya. Sementara, ibu yang menyusui akan mengalami beberapa hal berikut ini:
  • Nyeri selama atau setelah menyusui.
  • Payudara terasa membesar bahkan setelah menyusui.
  • Kelelahan karena menyusui terus-menerus meski si Kecil sepertinya tak pernah kenyang.
  • Tersumbatnya saluran ASI atau mastitis.
Bayi yang memiliki kondisi yang parah, ia juga mengalami kesulitan makan dari sendok atau finger food. Kondisi ini juga mungkin membuat Anda perlu memberinya ASI dari botol atau susu formula jika hal tersebut membuatnya lebih mudah mendapatkan makanan. 

Klasifikasi lip tie

Lip tie kelas 2 sebabkan frenulum merambah ke gusi
Menurut riset yang terbit pada jurnal International Lactation Consultant Association, ada 4 tingkatan keparahan masalah pada mulut bayi ini, yaitu:
  • Kelas 1: Frenulum masih tipis sehingga tidak menimbulkan gangguan dalam proses menyusui.
  • Kelas 2: Frenulum lebih tebal dan meluas ke area gusi dan celah gigi.
  • Kelas 3: Frenulum berada di tengah-tengah celah gigi seri tengah dan rahang atas.
  • Kelas 4: Frenulum menebal dan merambah sampai langit-langit mulut.

Bagaimana perawatan lip tie pada bayi?

Lip tie bisa diatasi dengan operasi frenuloplasty
Sebelum mencoba prosedur medis, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu pada konselor laktasi untuk menyelesaikan masalah menyusui. Konsultan laktasi dapat membantu mengatasi masalah yang terkait dengan menyusui secara lebih umum, termasuk kemungkinan efeknya.Sementara, jika ibu menginginkan kelainan ini diperbaiki, maka perlu prosedur laser frenotomy atau frenectomy. Dokter akan memotong sedikit jaringan di frenulum untuk membantu melonggarkannya. Prosedur ini dapat dilakukan tanpa rasa sakit dengan menggunakan laser atau pisau bedah ketika bayi mendapat bius lokal. Akan tetapi, laser frenectomy bisa menyebabkan luka bakar. Karena itu, para ahli tidak merekomendasikan prosedur ini untuk bayi baru lahir.Namun, untuk kasus tertentu, dokter pun mempertimbangkan frenuloplasty, yaitu mengatur ulang jaringan atau mencangkok jaringan frenulum. Proses frenuloplasty biasanya dilakukan untuk bayi yang berusia lebih besar.

Bagaimana menyusui bayi dengan lip tie?

Jangan berhenti menyusui bayi dengan lip tie
Mencoba berbagai posisi menyusui bisa membantu si Kecil lebih mudah menyusu. Berikut tips menyusui bayi dengan kondisi kelainan ini yang bisa Anda lakukan:
  • Lebih sering menyusui agar bayi mendapat cukup asupan serta mencegah payudara membesar dan mengeras yang bisa membuat bayi semakin kesulitan menyusu.
  • Memperbaiki cara menyusui dengan memosisikan dagu bayi ke bawah agar dapat membantunya melekat pada puting lebih dalam.
  • Perah ASI dengan tangan atau pompa untuk memastikan adanya pasokan ASI yang memadai jika bayi tak dapat menyusu dengan langsung secara efektif.

Catatan dari SehatQ

Lip tie merupakan kondisi ketika frenulum menjadi lebih ketat, kaku, maupun tebal. Hal ini membuat gerakan bibir bayi menjadi terhambat. Efeknya, bayi pun susah menyusui.Tidak hanya pada bayi, kasus ini pun juga memengaruhi ibu, mulai dari payudara nyeri, payudara membesar, hingga penyumbatan saluran air susu.Jika Anda melihat gejalanya pada bayi, segera konsultasikan melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk cari tahu penanganan yang tepat.Jika Anda ingin melengkapi keperluan untuk ibu dan anak, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
produksi asiibu menyusuitongue tiemastitisperkembangan bayibayi & menyusui
Healthline. https://www.healthline.com/health/lip-tie
Diakses pada 10 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/lip-tie
Diakses pada 10 Juni 2020
Journal of the American Board of Family Medicine. https://www.jabfm.org/content/18/1/1?ijkey=52e94005b4b8aa2da91d25fec28963a417dd132a&keytype2=tf_ipsecsha
Diakses pada 29 Oktober 2020
International Lactation Consultant Association. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0890334413491325
Diakses pada 29 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait