Kebiasaan menggigit kuku lebih buruk dari kelihatannya
Kebiasaan menggigit kuku bisa mengarah ke gangguan mental

Apa Anda suka menggigit kuku? Kebiasaan menggigit kuku adalah salah satu kebiasaan yang umum dijumpai. Kebiasaan ini biasanya muncul ketika seseorang dalam kondisi was-was. Namun, ada juga yang melakukannya untuk mendapatkan kepuasaan tersendiri.

Sayangnya, banyak orang yang melakukannya tidak menyadari bahaya yang dapat timbul dari kebiasaan ini. Bahkan banyak yang menganggapnya adalah sesuatu yang biasa saja dan tidak berisiko.

Bahaya kebiasaan menggigit kuku

Kebiasaan menggigit kuku sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak berbahaya dan hanya sekedar kebiasaan buruk belaka. Namun, kebiasaan menggigit kuku dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit.

  • Berpotensi terkena penyakit

Kuku jari adalah tempat di mana kuman dan bakteri dapat tinggal. Ketika Anda menggigit kuku maka kuman dan bakteri tadi dapat masuk ke mulut dan menimbulkan infeksi penyakit. Selain itu kuman juga bisa masuk dari luka di kulit sekitar kuku, sehingga bisa menimbulkan infeksi di kulit.

  • Merusak jaringan kuku

Kebiasaan menggigit kuku dapat mengganggu pertumbuhan kuku secara normal dan merusak jaringan kulit di sekitarnya. Selain itu kuku tangan yang sering digigit memiliki penampilan yang buruk.

  • Menyebabkan gangguan mental

Kebiasaan menggigit kuku dapat mengarah ke gangguan mental bila seseorang mengigit kukunya secara kompulsif atau ada dorongan yang kuat untuk melakukannya. Dorongan ini sulit dikendalikan oleh penderitanya. Biasanya penderita akan menggigit kukunya saat mengalami kondisi emosional tertentu, seperti cemas misalnya. Kondisi gangguan mental ini disebut sebagai onychophagia.

Ciri-ciri kebiasaan yang mengarah pada onychophagia

Umumnya, kebiasaan menggigit kuku dapat muncul saat anak-anak dan berkembang hingga remaja dan dewasa. Meskipun demikian, perilaku gigit kuku dapat makin berkurang atau berhenti seiring bertambahnya usia.

Indikasi dari kebiasaan menggigit kuku yang perlu diperhatikan dan berpotensi untuk menjadi gangguan mental adalah saat:

  • Adanya kerusakan pada kulit kuku, kuku, ataupun jari akibat kebiasaan gigit kuku.
  • Merasa puas atau senang setelah menggigit kuku.
  • Penumpukan rasa cemas atau tidak nyaman bila tidak menggigit kuku.
  • Merasa malu dan bersalah karena telah menggigit kuku.
  • Kebiasaan menggigit kuku menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti pertemanan, pekerjaan, dan sebagainya.
  • Menimbulkan gangguan mulut, seperti infeksi, luka di mulut, dan sebagainya.

Apa penyebab dari kebiasaan menggigit kuku?

Kebiasaan menggigit kuku dapat diakibatkan oleh berbagai hal. Anda bisa saja meniru perilaku tersebut dari orangtua dan menjadikannya kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Uniknya, kebiasaan menggigit kuku dapat merupakan perkembangan dari kebiasaan menghisap jempol.

Namun, kebiasaan gigit kuku bisa jadi baru berkembang saat Anda sudah dewasa. Mulai dari rasa bosan, sampai cemas, berbagai emosi dapat menjadi pemicu dari kebiasaan menggigit kuku. Anda dapat menggigit kuku sebagai cara untuk meredam kecemasan ataupun untuk menanggulangi kebosanan.

Apakah ada cara untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku?

Jangan khawatir, kebiasaan memang sulit untuk diubah, tetapi bukan berarti tidak bisa untuk dihilangkan. Menghentikan kebiasaan menggigit kuku memerlukan waktu dan kesabaran. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dicoba untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku:

  • Cari tahu pemicunya

Cara yang paling efektif untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku adalah dengan mengetahui apa penyebab kebiasaan gigit kuku yang dilakukan. Emosi tertentu, seperti rasa cemas atau bosan dapat menyebabkan Anda menerapkan perilaku ini.

Jika pemicunya adalah karena rasa cemas, Anda bisa mencari alternatif mengendalikan kecemasan secara sehat, seperti meditasi, dan sebagainya.

  • Ganti dengan kegiatan lain

Cegah menggigit kuku dengan membuat mulut Anda sibuk. Cobalah mengunyah permen karet atau mengulum permen. Anda juga bisa melakukan hal lain, seperti meremas stress ball, dan sebagainya.

  • Oleskan cat kuku

Mengoleskan cat kuku yang dapat memberikan rasa tidak enak pada lidah bisa membantu mencegah Anda dari menggigit kuku.

  • Coba manicure

Bila tidak tertarik dengan cat kuku, Anda bisa menghiasi kuku di jemari dengan berbagai hiasan menarik di tempat manicure sekitar Anda.

  • Jaga kuku tetap pendek

Risih dengan warna dan pernak-pernik di kuku? Anda bisa menggunakan cara sederhana untuk mencegah kebiasaan gigit kuku, yaitu dengan memotong pendek kuku Anda sebelum Anda mulai menggigitnya.

  • Gunakan sarung tangan

Mungkin penerapan cara mencegah kebiasaan menggigit kuku yang satu ini terdengar aneh, tetapi sarung tangan bisa berperan sebagai penghalang fisik antara mulut dan kuku yang membuat Anda malas untuk menggigit kuku.

  • Fokus ke satu jari

Terkadang menghentikan suatu kebiasaan secara sekaligus terasa sulit, karenanya, Anda bisa memecahnya menjadi langkah-langkah kecil. Anda dapat fokus terlebih dahulu ke satu jari.

Misalnya, Anda bisa mencoba untuk tidak menggigit kuku ibu jari terlebih dahulu dan setelahnya fokus ke jari telunjuk dan seterusnya.

Tentu Anda perlu konsisten dan memiliki tekad yang teguh untuk dapat menghentikan kebiasaan menggigit kuku secara sempurna. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dapat mengendalikan kebiasaan menggigit kukunya.

Apabila Anda masih mengalami kesulitan dalam menanggulangi kebiasaan gigit kuku, coba diskusikanlah dengan psikiater, psikolog, atau konselor.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-biting-your-nails
Diakses pada 16 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/onychophagia-nail-biting
Diakses pada 16 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/stop-nail-biting-tips#1
Diakses pada 16 Desember 2019

Artikel Terkait