Apakah Kanker Testikular alias Kanker Testis Penyebab Kemandulan pada Pria?


Kanker testikular bisa diobati dengan cukup mudah, tetapi apakah benar kanker testikular berpotensi menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria?

(0)
13 Nov 2019|Anita Djie
kanker testikular dapat memengaruhi kemandulan priaKanker testikular ditengarai sebagai penyebab kemandulan pada pria
Selain kanker prostat, kanker testikular atau kanker testis adalah salah satu jenis kanker yang hanya dialami oleh pria. Penyakit ini sebenarnya sangat mungkin diobati. Bahkan, tingkat kesembuhannya tetap tinggi pada kasus dimana sel kankernya sudah menyebar ke organ-organ lain di luar testis.Namun, efek dari kanker testikular maupun pengobatannya tidak boleh dianggap remeh karena bisa berpengaruh pada kesuburan pria. Sebab, baik penyakit maupun metode perawatannya akan memengaruhi produksi hormon testosteron yang perannya vital untuk kemampuan reproduksi. Bagi pria yang mengalami kanker testikular hanya di satu testis, maka risiko kemandulannya lebih kecil karena masih ada satu testis lagi yang bisa menjalankan produksi hormon testosteron. Namun pada orang yang sel kankernya ada di kedua organ tersebut, produksi hormon tidak bisa dilakukan sehingga harus minum suplemen atau obat yang mengandung testosteron seumur hidup.

Mengenal kanker testikular

Kanker testikular adalah kanker yang terjadi di testis yang berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon seks. Kanker testikular umumnya terjadi pada pria yang berusia 15 sampai 35 tahun dan hanya timbul di salah satu testis saja.Sebelum mengetahui apakah kanker testikular adalah salah satu penyebab kemandulan pada pria, Anda perlu memahami apa gejala kanker testis terlebih dahulu. Tanda-tanda kanker testikular yang dapat muncul antara lain:
  • Rasa berat di skrotum atau buah zakar
  • Adanya kumpulan cairan dalam skrotum
  • Pembengkakan atau muncul benjolan di testis
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di skrotum atau testis.
Selain pada bagian testis dan skrotum, gejala kanker testikular juga dapat berpengaruh pada anggota tubuh lainnya, seperti:
  • Rasa sakit di punggung
  • Pembesaran atau pelunakan payudara
  • Rasa nyeri yang tumpul di bagian perut atau selangkangan.

Kanker testikular tingkatkan risiko mandul pada pria

Tidak semua pria yang mengidap penyakit ini pasti akan mandul. Namun, kanker testikular memang bisa meningkatkan risiko seorang pria menjadi mandul. Selain penyakitnya, pengobatan yang dijalani pun bisa menjadi penyebab kemandulan.Penyakit ini dapat memicu penurunan jumlah sperma yang dapat menjadi penyebab kemandulan pada pria. Sementara penanganan kanker testikular dapat mempengaruhi sperma yang bisa menjadi penyebab kemandulan pada pria.Pada umumnya, kanker testikular hanya menyerang satu testis saja, bila penderita hanya membedah salah satu testis, maka testis yang tersisa masih mampu untuk memproduksi testosteron yang cukup untuk tubuh.Namun, jika kedua testis harus dibedah, maka penderita diharuskan untuk mendapatkan testosteron dengan cara lain, seperti melalui injeksi, koyo yang mengandung hormon, dan sebagainya.Pada kasus testis yang tersisa satu, penderita masih dapat menjadi subur kembali kurang lebih dua tahun setelah penanganan kemoterapi dihentikan. Oleh karenanya, kanker testikular tidak secara permanen atau pasti dapat menjadi penyebab kanker testikular.Namun, kemoterapi dalam dosis tinggi bisa menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria. Terkadang beberapa pasien juga menjadi mandul karena satu testis tidak cukup memberikan testosteron yang pada akhirnya mengurangi kesuburannya.Selain kemoterapi dan bedah testis, perawatan lain yang dilakukan untuk menyingkirkan sel kanker, seperti bedah kelenjar getah bening dan terapi radiasi juga bisa memengaruhi tingkat kesuburan pria.

Kisah Shane Scott

Shane Scott baru mengetahui dirinya menderita kanker testikular setelah sudah menikah selama kurang lebih dua tahun. Kanker telah menyebar sampai ke bagian kelenjar getah beningnya dan dokter mengharuskannya untuk mengikuti kemoterapi.Scott berhasil sembuh dari kanker testikular yang menggerogotinya. Namun, kesembuhannya harus mengorbankan kesuburannya. Untungnya, Scott mengikuti saran dokternya dan menyimpan spermanya sebelum proses kemoterapi dilangsungkan.Scott akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki pada tahun 2003. Meskipun efek kemoterapi dapat menjadi penyebab kemandulan pada pria, tetapi masih terdapat beberapa alternatif yang bisa diambil untuk memiliki anak.

Apakah masih ada harapan bagi pengidap kanker testikular untuk punya anak?

Tidak semua pengidap penyakit ini pasti mandul. Penelitian pada tahun 2010 menemukan bahwa penderita yang sudah sembuh dari kanker testikular masih memiliki peluang yang sama dengan pria lainnya untuk mempunyai anak.Penelitian lain di tahun 2014 menghasilkan bahwa dari 73 pria yang sembuh dari kanker testikular, 16 pria mempunyai anak secara natural dan 19 pria mempunyai anak dengan menggunakan teknik reproduksi buatan. Akan tetapi, penelitian tersebut menyebutkan bahwa kemoterapi, terapi radiasi, dan bedah kelenjar getah bening berpotensi tinggi menjadi penyebab kemandulan pada pria.Meski kemungkinan punya anak akan berkurang, bukan berarti Anda tidak boleh berusaha. Karena itu, segera periksakan diri Anda apabila gejala kanker testikular sudah mulai dirasakan. Dengan begitu, perawatan bisa segera dimulai sebelum stadium kanker terus naik. Anda juga disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan fisik atau check up agar berbagai penyakit, termasuk kanker, bisa dideteksi sejak dini. Jangan lupa untuk selalu jalani gaya hidup sehat untuk bantu mencegah terbentuknya kanker maupun mempercepat pemulihan bagi Anda yang sudah terdiagnosis dengan penyakit ini.
kesehatan organ intimmeningkatkan kesuburankesehatan pria
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/testicular-cancer/after-treatment/fertility.html
Diakses pada 14 Juni 2019
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/coping/physically/sex/men/sperm-banking
Diakses pada 14 Juni 2019
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/testicular-cancer/coping/fertility
Diakses pada 14 Juni 2019
The University of Texas MD Anderson Cancer Center. https://www.mdanderson.org/publications/cancerwise/facing-infertility-after-testicular-cancer-treatment.h00-158984289.html
Diakses pada 14 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3057887/
Diakses pada 14 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3901866/
Diakses pada 14 Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-cancer-care/symptoms-causes/syc-20352986
Diakses pada 14 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait