Apakah Kanker Bisa Sembuh?


Setiap jenis kanker berbeda, oleh sebab itu tidak ada satu obat kanker yang efektif untuk semuanya. Dibandingkan sembuh, istilah remisi lebih tepat. Untuk dinyatakan sebagai cancer survivor pun, bukan sesederhana ketika gejala sudah tidak lagi muncul.

0,0
26 Jul 2021|Azelia Trifiana
Kanker tidak bisa sembuh namun bisa mengalami remisiKanker tidak bisa sembuh namun bisa mengalami remisi
Ketika mendengar vonis mengidap kanker, jawaban atas pertanyaan apakah kanker bisa sembuh menjadi yang paling ditunggu. Setiap jenis kanker berbeda, oleh sebab itu tidak ada satu obat kanker yang efektif untuk semuanya.Untuk dinyatakan sebagai cancer survivor pun, bukan sesederhana ketika gejala sudah tidak lagi muncul. Dokter biasanya akan mempertimbangkan berbagai hal mulai dari riwayat medis, usia, stadium kanker, dan lainnya.

Memahami istilah seputar kesembuhan kanker

Orang yang menderita kanker berarti memiliki sel-sel abnormal yang berkembang biak, membelah diri, sekaligus menyerang sel tubuh yang sehat. Ada jenis kanker yang tumbuh perlahan, ada pula yang sangat cepat.Nama dari setiap penyakit kanker mengacu pada lokasi awal munculnya sel kanker. Contohnya kanker otak, payudara, usus, ginjal, hati, paru-paru, kulit, dan lainnya.Sejak berabad-abad silam, dokter telah menggunakan istilah “sembuh” untuk menjelaskan kondisi medis yang benar-benar pulih. Tak hanya itu, kemungkinan terjadi kembali pun kecil. Contoh mudahnya adalah ketika seseorang memiliki usus buntu dan sudah tuntas operasi, itu bisa disebut sembuh.Namun ketika dibawa ke ranah penyakit kanker, istilah “sembuh” tidak sesederhana itu. Dokter memang bisa memberikan sudut pandang mengenai kemungkinan kanker kambuh kembali atau tidak. Hanya saja, tidak ada jaminan apakah kanker bisa sembuh total.Alasannya, ada beberapa jenis sel-sel kanker yang tetap akan mengendap dalam tubuh. Sel ini bahkan bisa saja tumbuh, membelah diri, atau berkembang menjadi tumor baru. Itulah mengapa dokter tidak menyebut pasien sembuh total.Setelah operasi kanker misalnya, ada cancer survivor yang bisa sembuh dari gejala-gejala yang dialami sebelumnya. Ada pula yang masih merasakan gejala. Di sisi lain, tak menutup kemungkinan sempat sembuh beberapa waktu sebelum kemudian sel kanker kembali berkembang.Kata yang lebih lazim digunakan ketika menyebut pemulihan penyakit kanker adalah remisi. Artinya, gejala-gejala kanker sudah hilang. Namun, tetap bukan berarti sembuh dari kanker sebab remisi ini belum tentu bertahan seumur hidup.

Adakah obat kanker?

Hingga kini, belum ada obat kanker yang sepenuhnya bisa mengobati penyakit ini. Namun, ada banyak pilihan pengobatan yang bisa membantu proses penyembuhan.Beberapa jenis penanganan kanker yang umum diberikan di antaranya:
  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Transplantasi sumsum tulang
  • Terapi imun
  • Terapi hormon
  • Terapi obat
  • Uji klinis
  • Perawatan paliatif
Rencana perawatan tentu berbeda-beda bergantung pada jenis penyakit kankernya, stadiumnya, kondisi kesehatan, dan preferensi pasien.Penelitian seputar pengobatan kanker sudah berlangsung sejak berabad silam. Meski tidak ada obat kanker secara pasti, tetap ada potensi demi potensi yang menjanjikan.Dibandingkan dengan lima tahun silam saja, saat ini sudah banyak sekali pilihan penanganan kanker. Baik melalui medis maupun pengobatan herbal dari bahan alami.Bukan hanya itu, penelitian juga terus menyelisik lebih dalam jenis-jenis kanker secara spesifik. Ibaratnya dengan mengetahui karakter lawan, tentu senjata yang digunakan untuk bertempur juga bisa disesuaikan. Kondisi yang terus membaik ini berarti meski belum ada obat kanker secara spesifik, semakin sedikit orang yang meninggal dunia akibat penyakit ini.

Bijak memilah obat kanker

Di luar sana, ada banyak sekali ragam pengobatan alternatif dengan klaim bisa menyembuhkan kanker. Termasuk yang viral di media sosial dan sayangnya kerap diikuti banyak orang.Perlu diingat bahwa obat kanker dalam bentuk apapun mulai dari pil, bubuk, krim, teh, minyak, atau paket herbal lainnya harus sudah mengantongi izin.Anda boleh curiga apabila ada obat yang terkesan terlalu mudah atau sakti. Contohnya yang memiliki klaim membuat orang menjadi survivor kanker hanya dalam waktu sekejap.Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda mencurigakan seperti:
  • Satu pengobatan yang mengklaim bisa mengobati berbagai jenis kanker sekaligus
  • Promosi berdasarkan cerita pribadi, bukan data dan fakta
  • Istilah seperti “100% alami” atau “obat ajaib”
  • Mengklaim lebih efektif ketimbang kemoterapi
Hingga detik ini, tidak ada obat kanker alami atau alternatif yang benar-benar terbukti. Oleh sebab itu, yang harus kritis adalah pihak pasien dan keluarganya.Tanyakan hal-hal seperti:
  • Apa data dan bukti bahwa pengobatan ini efektif?
  • Apa potensi manfaat dari pengobatan ini?
  • Apa risiko efek sampingnya?
  • Apakah ini membantu memperpanjang usia?
  • Apakah ini membantu menjalani hidup lebih nyaman?
  • Seberapa besar kemungkinan bisa menyembuhkan gejala?
  • Apakah sudah mengantongi izin?
Jadi, pastikan selalu mendiskusikan terlebih dahilu bersama dokter sebelum mencoba pengobatan alternatif baru. Apalagi jika ada embel-embel sebagai obat paling ampuh mengatasi kanker dan sebagainya.Sembarangan percaya dengan obat tanpa basis data semacam ini bukannya menyembuhkan, bisa-bisa justru menyebabkan kondisi kian parah.

Catatan dari SehatQ

Ingin cara alami yang bisa menjadi pelengkap atau komplementer dari rangkaian pengobatan medis? Tentu ada. Contohnya seperti akupuntur, pijat, meditasi, dan juga yoga. Beberapa aktivitas itu bisa mengurangi efek samping kanker seperti mual, rasa nyeri, dan tubuh terasa lesu.Kelebihan lain dari terapi semacam itu adalah aman tanpa efek samping. Namun tentu ada baiknya tetap tanyakan kepada dokter sebelum mencobanya, terlebih jika berkaitan dengan konsumsi suplemen tertentu.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang terapi pelengkap penyakit kanker, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gejala kankerkankerkanker rahim
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/guide/cure-for-cancer
Diakses pada 13 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-there-a-cure-for-cancer
Diakses pada 13 Juli 2021
Worldwide Cancer Research. https://www.worldwidecancerresearch.org/stories/2021/march/why-havent-we-cured-cancer-yet/
Diakses pada 13 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait