Jerawat pada bayi dapat hilang dengan sendirinya
Jerawat pada bayi berbeda dengan milia alias benjolan putih yang biasa muncul di area hidung, dagu, atau pipi.

Apakah bayi Anda memiliki bintik-bintik kemerahan di area wajah atau punggung? Tenang, jangan panik dulu. Itu adalah jerawat pada bayi. Jerawat ini biasanya terjadi pada 20% bayi baru lahir.

Milia kerap disamakan dengan jerawat pada bayi. Sebelum membahas lebih lanjut, kita samakan dulu persepsi: milia berbeda dengan jerawat pada bayi.

Milia adalah hal yang lebih umum. Hampir 50% bayi baru lahir pasti pernah memilikinya.

Apakah Jerawat dan Milia Sama?

Jerawat pada bayi juga biasanya dipicu oleh hormon sang ibu. Kadang, jerawat ini bisa menimbulkan radang atau pembengkakan. Sedangkan milia terjadi saat sel kulit mati terperangkap di pori-pori atau permukaan kulit bayi.

Perbedaan selanjutnya antara jerawat dan milia adalah kemunculannya. Milia bisa langsung muncul pada bayi yang baru lahir. Sementara jerawat pada bayi baru akan muncul 2-4 minggu setelah lahir.

Kabar baiknya, jerawat pada bayi ini hanya akan muncul pada bulan pertama usianya. Jika jerawat bertahan lebih lama, bisa jadi itu adalah infantile acne yang akan bertahan hingga usia anak menginjak 2 tahun.

Apa Penyebab Jerawat pada Bayi?

Berbicara tentang penyebab jerawat pada bayi, tentu sangat erat kaitannya dengan hormon. Beberapa hal yang menyebabkan jerawat pada bayi adalah sekresi sebum berlebih maupun turunan hormon dari sang ibu.

Setelah berada di kandungan selama kurang lebih 36 minggu, hormon ibu masih ada di sirkulasi darah bayi. Hormon inilah yang memicu aktifnya kelenjar penghasil minyak yang berujung pada kemunculan jerawat.

Selain itu, pori-pori kulit bayi yang belum benar-benar sempurna juga menjadi sasaran empuk mengendapnya debu. Faktor lain adalah sensitivitas kulit bayi.

Jerawat yang juga disebut dengan neonatal acne ini biasanya muncul di wajah, leher, dada, atau punggung. Penampakannya pun berbeda dengan eksim. Eksim cenderung lebih merah dan menimbulkan rasa gatal.

Bagaimana Mengatasi Jerawat pada Bayi?

Sejatinya, jerawat pada bayi bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika ingin mengatasinya, berikut beberapa cara yang disarankan The American Academy of Dermatology:

  • Hindari penggunaan produk perawatan kulit bayi yang terlalu berminyak.
  • Mandikan bayi dengan air suam kuku, jangan terlalu panas.
  • Bersihkan jerawat dengan air hangat 2-3 kali sehari.
  • Jangan gunakan obat jerawat tanpa instruksi dokter.
  • Hindari menggosok berlebihan area tumbuhnya jerawat.

Jerawat pada Bayi = Jerawat di Kemudian Hari?

Jika Anda sudah panik memikirkan apakah jerawat pada bayi menjadi indikasi mereka akan memiliki jerawat di kemudian hari, tak usah risaukan itu. Jerawat pada bayi bukan berarti mereka akan cenderung berjerawat ketika kelak tumbuh menjadi remaja.

Selain itu, jerawat pada bayi juga tidak akan meninggalkan bekas. Bintik kemerahan ini akan hilang dalam hitungan minggu hingga paling lama saat bayi berusia enam bulan.

Meski demikian, tetap jaga kebersihan kulit bayi dan pastikan untuk tidak mengaplikasikan produk perawatan kulit secara berlebihan. Jika jerawatnya kian parah dan terlihat seperti eksim, ada baiknya berkonsultasi pada dokter.

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-care/baby-skin-care/infant-acne.aspx
Diakses 5 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/picture-of-baby-acne
Diakses 5 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324234.php
Diakses 5 Mei 2019

Health Line. https://www.healthline.com/health/childrens-health/baby-acne#similar-conditions
Diakses 5 Mei 2019

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/acne-and-rosacea/newborn-acne
Diakses 5 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/milia/symptoms-causes/syc-20375073
Diakses 6 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed