logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Ibu Menyusui Minum Es, Ketahui Faktanya

open-summary

Ibu menyusui minum es dianggap dapat menyebabkan bayi jadi batuk atau pilek. Sebenarnya, ibu menyusui boleh minum es dikarenakan tidak ditemukan pengaruh suhu minuman terhadap kondisi bayi.


close-summary

18 Sep 2020

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Ibu menyusui minum es diperbolehkan untuk memenuhi asupan cairan

Ibu menyusui minum es tidak dilarang karena tidak ada bukti ilmiah terkait pengaruhnya terhadap bayi

Table of Content

  • Mitos mengenai ibu menyusui minum es
  • Jumlah ibu menyusui boleh minum es setiap hari
  • Jenis minuman yang sebaiknya dibatasi oleh ibu menyusui
  • Catatan dari SehatQ

Ibu menyusui minum es digadang-gadangkan sebagai penyebab bayi batuk dan pilek lantaran dipengaruhi oleh ASI. Lantas, apakah ibu menyusui boleh minum es?

Advertisement

Mitos mengenai ibu menyusui minum es

Ibu menyusui biasanya cenderung akan merasa lebih haus dan gerah lebih banyak dari biasanya. Tak ayal jika ibu menyusui minum es untuk melepas dahaga.

Sayang, selain banyaknya mitos terkait makanan yang dilarang untuk ibu menyusui, beberapa orang memercayai ibu menyusui minum es dapat memengaruhi kondisi kesehatan bayi.

Air es dianggap dapat menyebabkan bayi pilek dan batuk akibat pengaruh ASI. Benarkah demikian?

Ibu menyusui boleh minum es untuk menyegarkan dirinya
Belum ada hasil studi yang menyebutkan busui tidak boleh minum air es

Pada dasarnya, ibu menyusui boleh minum air es sebagai salah satu cara untuk menyegarkan dirinya.

Hingga saat ini, belum ada temuan medis atau hasil studi ilmiah yang menyatakan bahwa ibu menyusui minum es dapat membuat bayi jadi batuk dan pilek.

Faktanya, suhu air es ketika ibu minum es saat menyusui tidak serta merta membuat suhu ASI menjadi dingin.

Ketika ibu menyusui minum es, suhu minuman yang mulanya dingin akan diproses melewati kerongkongan dan sistem pencernaan sehingga akan berubah mengikuti suhu di dalam tubuh ibu.

Itu artinya, meski minum es saat menyusui, ASI Anda akan tetap keluar dalam suhu hangat. Maka, pernyataan mengenai ibu menyusui minum es bisa bikin bayi pilek adalah mitos.

Ibu menyusui boleh minum es karena tidak menyebabkan batuk atau pilek pada bayi
Busui yang sedang batuk pilek tidak mengubah komposisi ASI

Selain itu, baik batuk atau pilek merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya infeksi virus. Ini berarti, ASI tidak dapat menularkannya.

Infeksi virus tersebut dapat menulari orang lain melalui tetesan cairan tubuh. Misalnya, saat Anda berbicara, menghela napas, batuk, atau bersin di dekat bayi.

Sekalipun ibu menyusui dalam kondisi batuk dan pilek, Anda juga tidak membuat komposisi ASI menjadi berubah. Jadi, tidak ada hubungan antara ibu menyusui minum es dengan perubahan komposisi susu.

ASI Anda akan tetap keluar dalam suhu hangat meskipun minum es saat menyusui. ASI pun masih mampu memberikan cukup antibodi sehingga bayi terhindar dari infeksi virus.

Meski ibu menyusui boleh minum air es, penting untuk mengonsumsi minuman segar buatan rumah agar terjaga keamanan dan kebersihannya.

Sebab, bahaya minum es yang mengintai ibu menyusui mungkin saja terjadi apabila Anda minum minuman es yang terbuat dari air mentah serta penggunaan alat dan bahan yang tidak terjaga kehigienisannya.

Jumlah ibu menyusui boleh minum es setiap hari

Pada dasarnya, bukan perihal suhu minuman yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui.

Pasalnya, yang paling penting adalah memperbanyak kebutuhan asupan cairan tubuh ibu menyusui agar dapat terpenuhi dengan baik.

Hal ini karena busui membutuhkan asupan cairan tubuh lebih banyak untuk dirinya sekaligus melancarkan produksi ASI bagi Si Kecil.

Ibu menyusui boleh minum es setiap hari
Ibu menyusui penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari

Para ahli merekomendasikan ibu menyusui minum cairan minimal sebanyak 128 ons atau 3,7 liter per hari guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang hilang. Jumlah ini setara dengan 16 gelas seukuran 230 ml setiap hari.

Jika ibu menyusui mendapatkan asupan cairan sedikitnya 230 ml tiap sebelum dan sesudah makan, sebenarnya Anda sudah dapat memenuhi target yang direkomendasikan, yakni sebanyak 128 ons atau 3,7 liter.

Ini karena jumlah cairan yang Anda konsumsi bukan hanya air putih dingin atau hangat, melainkan juga kombinasi dari minuman dan makanan untuk ibu menyusui yang Anda konsumsi sepanjang hari.

Asupan tersebut itu berasal dari air putih, susu, jus buah, teh, susu, sup, buah-buahan, dan sayuran.

Jenis minuman yang sebaiknya dibatasi oleh ibu menyusui

Jika ibu menyusui boleh minum es, lantas apa jenis minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh ibu menyusui? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Minuman yang mengandung kadar gula tinggi

no caption
Sebaiknya hindari minuman soda karena tinggi gula

Salah satu minuman yang sebaiknya dibatasi oleh ibu menyusui adalah minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Misalnya, minuman bersoda serta jus buah yang tinggi gula dan rendah serat.

Minuman yang mengandung gula dapat menurunkan jumlah cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Physiology, minum minuman yang mengandung kadar gula tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta membuat fungsi kerja ginjal semakin berat.

2. Minuman berkafein

no caption
Kafein pada kopi mampu terserap di ASI dan memengaruhi bayi

Minuman yang sebaiknya dibatasi oleh ibu menyusui berikutnya adalah minuman berkafein. Ini karena kafein dapat bercampur dengan ASI sehingga dapat memengaruhi pola tidur Si Kecil.

Selain itu, minuman berkafein, seperti teh atau kopi, bersifat diuretik yang dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh lebih banyak.

3. Minuman beralkohol

no caption
Batasi minum alkohol pada ibu menyusui

Minuman beralkohol juga menjadi jenis minuman yang sebaiknya dibatasi oleh ibu menyusui.

Pasalnya, minum alkohol dalam jangka panjang dapat menurunkan produksi ASI pada ibu menyusui.

Selain itu, secara tidak langsung, bayi mungkin dapat meminum alkohol yang masih terkandung di dalam ASI.

Catatan dari SehatQ

Ibu menyusui minum es dapat memengaruhi kondisi bayi hanyalah mitos belaka. Faktanya, ibu menyusui boleh minum es karena tidak dapat menyebabkan bayi jadi sakit batuk atau pilek.

Batuk atau pilek merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat adanya infeksi virus. Ini berarti, ASI tidak dapat menularkannya.

Jika Anda masih ingin tahu apa saja jenis minuman atau makanan yang boleh dan tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui maupun masih ragu terkait minum es saat menyusui, langsung konsultasikan dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

makanan ibu menyusuiibu menyusuidehidrasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved