Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan? Ketahui Fakta Sebenarnya

(0)
28 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Untuk saat ini, glaukoma tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikendalikanGlaukoma berisiko memicu kebutaan permanen
Glaukoma merupakan penyakit mata yang sering menghantui kelompok lanjut usia. Walau penyakit ini bisa bermula di usia berapa pun, glaukoma lebih sering dialami oleh lansia di atas 60 tahun. Glaukoma terdiri atas beberapa jenis dan seringkali disebabkan oleh tekanan bola mata yang meningkat secara tak wajar. Menjadi penyakit mata yang berisiko memicu kebutaan, kita tentu bertanya-tanya apakah glaukoma bisa disembuhkan.

Apakah glaukoma bisa disembuhkan?

Untuk saat ini, tidak ada obat dan terapi yang dapat menyembuhkan glaukoma. Namun, penyakit ini dapat dikendalikan dengan beberapa jenis penanganan, termasuk obat tetes mata, obat minum, dan operasi. Penanganan tersebut membantu memperlambat perkembangan glaukoma sehingga risiko kehilangan penglihatan dapat diminimalkan. Karena glaukoma tidak dapat disembuhkan, termasuk risiko kebutaan permanen, pemeriksaan mata rutin sangat berarti untuk mengurangi tingkat keparahan yang dialami pasien. Jika glaukoma terdeteksi sejak dini, kehilangan penglihatan dapat diperlambat atau dicegah. 

Obat tetes mata untuk mengontrol glaukoma

Seperti yang disampaikan di atas, glaukoma tidak dapat disembuhkan. Namun, obat tetes dari dokter dapat membantu mengontrol penyakit mata ini. Pilihan obat tetes mata tersebut termasuk:

1. Prostaglandin

Obat tetes mata yang masuk dalam jenis prostaglandin bekerja dengan meningkatkan arus keluar cairan di mata (aqueous humor). Beberapa contoh obat tetes mata dalam kategori prostaglandin yaitu 
  • Latanoprost
  • Travoprost
  • Tafluprost
  • Bimatoprost
Obat tetes mata prostaglandin biasanya digunakan sekali sehari. Diskusikan dengan dokter terkait risiko efek sampingnya. 

2. Beta-blocker

Walau tidak dapat menyembuhkan glaukoma, obat tetes kategori beta-blocker dapat mengurangi produksi cairan di mata – sehingga dapat menurunkan tekanan bola mata. Contoh obat tetes beta-blocker yaitu timolol dan betaxolol. Beta-blocker biasanya diresepkan untuk penggunaan sekali maupun dua kali dalam sehari, tergantung kondisi pasien.

3. Agonis alfa-adrenergik

Agonis alfa-adrenergik membantu mengurangi produksi aqueous humor dan meningkatkan arus keluar cairan di mata. Beberapa contoh obat tetes kategori ini yaitu apraclonidine dan brimonidine. Agonis alfa-adrenergik biasanya digunakan dua kali sehari maupun tiga kali sehari.

4. Penghambat karbonik anhidrase

Obat tetes penghambat karbonik anhidrase (carbonic anhydrase inhibitor) bekerja dengan mengurangi produksi cairan di mata. Contoh obat tetes di kategori ini yaitu dorzolamide dan brinzolamide. Penghambat karbonik anhidrase biasanya diteteskan untuk pemakaian dua kali sehari maupun tiga kali sehari.

5. Penghambat rho kinase

Penghambat rho kinase (rho kinase inhibitor) membantu menurunkan tekanan bola mata dengan menghambat enzim rho kinase, enzim yang memicu peningkatan cairan. Jenis yang termasuk penghambat rho kinase yaitu netarsudil dan diresepkan untuk penggunaan sekali sehari. 

6. Obat agen miotik atau kolinergik

Obat agen miotik atau kolinergik membantu meningkatkan arus keluar cairan dari mata pada penderita glaukoma. Salah satu contoh obat dalam kategori ini yaitu pilocarpine dan biasanya digunakan hingga empat kali sehari. Namun, karena risiko penggunaan obat tetes ini, agen miotik atau kolinergik sudah jarang diresepkan dokter.

Obat minum untuk mengontrol glaukoma

Jika obat tetes mata di atas tidak mengurangi tekanan mata pasien ke tingkat yang diinginkan, dokter mungkin juga meresepkan obat oral dari kategori penghambat karbonik anhidrase.Diskusikan dengan dokter terkait risiko dan peringatan obat minum penghambat karbonik anhidrase – karena obat ini dapat menimbulkan efek samping tertentu.

Operasi dan penanganan lain untuk mengendalikan glaukoma

Seperti obat-obatan, operasi dan jenis terapi lain juga membantu meningkatkan kualitas hidup pasien – walau glaukoma tidak dapat disembuhkan. Beberapa pilihan terapi lain (termasuk operasi) untuk pasien glaukoma yaitu:

1. Terapi laser

Terapi laser trabeculoplasty dapat menjadi pilihan untuk pasien glaukoma jenis sudut terbuka. Pada jenis glaukoma ini, sudut aliran yang dibentuk oleh kornea dan iris mata tetap terbuka, namun jaringan di mata yang disebut trabecular meshwork mengalami penyumbatan sebagian. Kondisi ini menyebabkan tekanan di mata meningkat secara bertahap dan kemudian merusak saraf optikTerapi laser kemudian dilakukan untuk membuka saluran yang tersumbat di trabecular meshwork - dengan menggunakan laser kecil.

2. Bedah filtrasi atau trabekulektomi

Trabekulektomi merupakan operasi di mana dokter membuat bukaan di bagian putih mata atau sklera – dan kemudian mengangkat bagian tertentu dari jaringan trabecular meshwork. Pembuatan bukaan ini dapat membuka saluran baru yang membuat jalan pintas bagi trabecular meshwork untuk mengurangi tekanan mata.

3. Penyisipan tabung drainase

Sesuai nama tindakannya, dokter bedah mata akan memasukkan shunt tabung kecil di mata pasien. Penyisipan tabung ini bertujuan untuk mengalirkan kelebihan cairan demi menurunkan tekanan mata.

4. Operasi glaukoma invasif minimal

Operasi glaukoma invasif minimal atau minimally invasive glaucoma surgery (MIGS) merupakan jenis-jenis operasi yang dikembangkan untuk mengurangi beberapa komplikasi dari banyak operasi standar untuk glaukoma. Namun, tindakan dalam kategori operasi glaukoma invasif minimal tetap dilaporkan efektif untuk mengurangi tekanan di mata.

Pentingnya pemeriksaan mata rutin sejak dini

Pemeriksaan mata komprehensif yang teratur dapat mendeteksi glaukoma pada tahap awal – termasuk ada tidaknya kerusakan pada mata. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan pemeriksaan mata komprehensif setiap lima hingga sepuluh tahun untuk orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun. Kemudian, untuk orang berusia 40 hingga 54 tahun, pemeriksaan mata bisa dilakukan setiap dua hingga empat tahun.Untuk orang berusia 55 hingga 64 tahun, pemeriksaan mata dianjurkan untuk dilakukan satu hingga tiga tahun. Terakhir, pemeriksaan mata bisa dilakukan setiap satu hingga dua tahun jika Anda berusia di atas 65 tahun. Seperti yang disampaikan di atas, pemeriksaan mata dengan rutin dapat meminimalkan dampak penyakit ini – walau memang glaukoma tidak bisa disembuhkan untuk saat ini. 

Catatan dari SehatQ

Untuk menjawab apakah glaukoma bisa disembuhkan, penting untuk diketahui bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan – setidaknya untuk saat ini. Walau begitu, beberapa penanganan dokter dapat mengontrol glaukoma, termasuk obat tetes mata, obat minum, dan operasi.
kesehatan mataglaukomapenyakit mata
Glaucoma. https://www.glaucoma.org/research/can-glaucoma-be-cured.php
Diakses pada 14 September 2020
Glaucoma. https://www.glaucoma.org/treatment/what-is-migs.php
Diakses pada 14 September 2020
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/wilmer/services/glaucoma/book/chapter_can_glaucoma_be_cured.html
Diakses pada 14 September 2020
Kellogg Eye Center. https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/glaucoma
Diakses pada 14 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma
Diakses pada 14 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait