Apakah Diet Detoksifikasi Efektif Membuang Racun dari Tubuh?

Mengonsumsi air putih yang banyak adalah salah satu cara detoks
Minum air putih yang banyak adalah salah satu cara diet detoks

Diet detoksifikasi atau juga dikenal dengan diet detoks adalah salah satu jenis diet yang cukup populer pada beberapa tahun belakangan bahkan hingga saat ini. Popularitasnya juga bertambah dengan banyaknya beberapa figur publik dan selebriti yang melakukan diet ini.

Diet detoksifikasi dipercaya dapat mengeluarkan racun-racun dari tubuh. Beberapa orang yang pernah mencobanya merasakan bahwa tubuhnya lebih enteng dan sehat. Tapi apakah benar diet detoks dapat membuang racun dari tubuh?

Apa itu diet detoksifikasi

Sebelum melihat apakah diet detoks benar-benar mengeluarkan racun dari tubuh, tentunya kita harus mengenal apa itu diet detoksifikasi. Diet detoksifikasi adalah pola diet yang ditujukan untuk mengeluarkan berbagai jenis racun yang tidak sehat dari dalam tubuh dengan mengubah pola makan.

Biasanya detoks dilakukan dengan berpuasa, memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan, dan juga mengurangi konsumsi makanan berlemak, tinggi gula dan garam. Tak jarang juga ditambah dengan konsumsi daun-daun herbal untuk melancarkan pencernaan.

Detoks hanya dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Umumnya, 3 hari sampai 1 minggu.

Benarkah diet detoksifkasi bisa membersihkan tubuh dari racun?

Banyak orang yang beranggapan diet detoks manjur untuk membersihkan tubuh dari racun-racun yang bisa menyebabkan penyakit. Racun-racun yang dimaksud adalah polutan, logam berat, zat kimia dan zat berbahaya lainnya. Selain itu, detoks juga dipercaya dapat melancarkan sistem pencernaan tubuh. Benarkah?

Sayangnya, masih sedikit penelitian yang menyatakan diet detoks efektif membersihkan tubuh dari racun. Faktanya, ginjal dan hati yang kita miliki sudah cukup baik untuk membersihkan tubuh dari racun dan zat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit.

Meskipun begitu, melakukan diet detoksifikasi adalah hal yang menyehatkan. Dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kalori, junk food serta processed food, Anda dapat membantu meringankan pekerjaan ginjal dan hati. Diet detoks membantu kedua organ ini berfungsi secara efektif untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran pun terbukti bisa meningkatkan kesehatan tubuh Anda.

Hal inilah yang sebenarnya membuat kenapa beberapa orang merasa tubuhnya lebih ringan dan sehat setelah melakukan detoksifikasi.

8 cara detoks yang bisa Anda lakukan di rumah

Tertarik untuk melakukan diet detoks? Tenang, diet ini tidak membutuhkan banyak biaya. Yang Anda butuhkan adalah niat untuk menerapkan hidup sehat. Inilah langkah-langkah untuk melakukan diet detoksifikasi.

  • Perbanyak konsumsi air

Selain menghilangkan rasa haus dan mengatur suhu tubuh, air juga berfungsi mengeluarkan zat sisa hasil pembakaran tubuh melalui keringat, air seni, dan juga napas. Dengan mengonsumsi banyak air, Anda membantu tubuh memperlancar pembuangan zat sisa dan racun yang ada di dalam tubuh.

  • Kurangi konsumsi gula

Kadar gula yang tinggi adalah salah satu sumber penyakit seperti obesitas, kanker, dan diabetes. Penyakit ini menghalangi organ ginjal dan hati membuang racun dari tubuh secara alami. Oleh karena itu, dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula seperti kue, permen, roti, hingga cokelat, membantu meringankan tugas dua organ pembasmi racun Anda.

  • Kurangi konsumsi garam

Sama seperti gula, mengonsumsi garam berlebih dapat menyebabkan banyak penyakit. Ketika kadar garam dalam tubuh tinggi sementara tubuh kekurangan air, tubuh Anda akan mengeluarkan hormon antidiuretik yang mencegah Anda untuk buang air kecil.

Hal ini tentunya akan menghambat proses pembuangan zat sisa dan zat beracun dari dalam tubuh.

  • Konsumsi makanan yang tinggi prebiotik

Di dalam sistem pencernaan manusia, terutama usus, terdapat bakteri baik yang berfungsi melawan racun yang masuk ke dalam tubuh. Dengan mengonsumsi makanan tinggi prebiotik seperti bawang merah, bawang putih, pisang, dan tomat dapat membantu para bakteri baik tadi berfungsi dengan maksimal dalam menjaga sistem pencernaan Anda.

  • Konsumsi makanan tinggi antioksidan

Antioksidan bermanfaat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu mengonsumsi makanan tinggi oksidan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, buah beri, dan sayur-sayuran akan melindungi tubuh dari racun.

  • Tidur yang cukup

Proses detoksifikasi alami terjadi ketika Anda tidur. Oleh karena itu pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup agar proses detoksifikasi alami oleh tubuh tidak terganggu.

  • Perbanyak olahraga

Berolahraga rutin dapat membantu tubuh terjaga dari berbagai penyakit seperti diabetes, jantung,dan tekanan darah tinggi. Selain itu olahraga rutin juga menjaga kesehatan organ tubuh. Ketika organ tubuh dan sistem detoksifikasi alami tubuh berfungsi dengan baik, Anda bisa merasa lebih sehat.

  • Kurangi konsumsi alkohol

Alkohol adalah salah satu minuman yang dapat membebani kinerja organ hati. Bahkan, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menimbulkan peradangan pada hati. Ketika organ hati rusak, tubuh Anda akan kesulitan untuk memproses racun yang masuk ke dalam tubuh.

Catatan dari SehatQ

Meskipun penelitian mengenai kefektifan diet detoksifikasi dalam membuang racun masih sangat sedikit, namun diet ini tetap baik untuk kesehatan. Melakukan diet detoksifikasi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jika Anda ingin melakukan diet detoksifikasi, ada baiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terlebih jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Ini karena beberapa orang melaporkan mengalami rasa tidak nyaman saat melakukan diet ini.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/detox-diets-101#benefits
Diakses 29 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-detox-your-body#section2
Diakses 29 Januari 2020

WebMD. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/detox-diets/faq-20058040
Diakses 29 Januari 2020

Artikel Terkait