logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Apakah Ciuman Bibir Bisa Hamil? Ini Penjelasannya

open-summary

Apakah ciuman bibir bisa hamil? Jawabannya adalah tidak. Kehamilan hanya dapat terjadi jika sperma pria bertemu dan membuahi sel telur wanita.


close-summary

5 Okt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Apakah ciuman bibir bisa hamil tentu hanya mitos belaka

Ciuman bibir tidak akan menyebabkan kehamilan

Table of Content

  • Apakah ciuman bibir bisa hamil?
  • Bagaimana kehamilan bisa terjadi?
  • Aktivitas seksual yang berisiko menyebabkan kehamilan
  • Penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman

Sebagian orang, khususnya remaja, terkadang mempertanyakan apakah ciuman bibir bisa hamil. Kurangnya edukasi seksual dapat menyebabkan mereka termakan hoaks atau mitos keliru sehingga penting untuk memahaminya dengan tepat.

Advertisement

Apakah ciuman bibir bisa hamil?

Faktanya, ciuman tidak mungkin menyebabkan kehamilan. Sebab, kehamilan hanya bisa terjadi ketika sperma pria berhasil bertemu dan membuahi sel telur wanita.

Ketika berciuman bibir, yang bersentuhan adalah air liur. Cairan ini tentu tidak mengandung sperma ataupun sel telur sehingga pembuahan ataupun kehamilan mustahil terjadi melalui ciuman.

Mencium alat kelamin pasangan juga tidak akan menyebabkan kehamilan. Pasalnya, sistem pencernaan tidak terhubung ke sistem reproduksi.

Begitu pula ketika air mani tertelan. Cairan tersebut tidak masuk ke vagina, rahim, atau organ reproduksi lainnya yang memungkinkan sperma membuahi sel telur.

Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah ciuman bibir bisa hamil adalah tidak mungkin.

Bagaimana kehamilan bisa terjadi?

berhubungan intim
Berhubungan intim di sekitar masa ovulasi untuk mendapatkan kehamilan

Kehamilan dapat terjadi ketika sperma pria berhasil bertemu dan membuahi sel telur wanita. Proses ini berlangsung setelah Anda melakukan hubungan seksual yang melibatkan ejakulasi penis di dalam vagina. 

Untuk mendapatkan kehamilan, hubungan seks sebaiknya dilakukan di sekitar waktu ovulasi. Saat melakukan hubungan intim, penis akan mengeluarkan air mani yang mengandung jutaan sel sperma menuju ke vagina.

Setelah masuk melalui vagina, sperma akan bergerak melalui leher rahim ke tuba falopi, kemudian mencari sel telur yang sudah siap dibuahi. 

Jika pembuahan berhasil dilakukan, sel telur kemudian akan bergerak ke rahim untuk mencoba menanamkan dirinya di lapisan rahim. 

Proses ini disebut dengan implantasi. Namun, tidak semua proses implantasi berhasil dilakukan.

Oleh sebab itu, apabila sperma tidak membuahi sel telur atau sel telur yang telah dibuahi tidak berhasil tertanam di dalam rahim, kehamilan tidak akan terjadi.

Aktivitas seksual yang berisiko menyebabkan kehamilan

Ciuman bibir bisa hamil hanyalah sebuah mitos. Akan tetapi, jika Anda juga melakukan aktivitas lain yang melibatkan sperma dan sel telur di vagina, maka hal tersebut bisa menjadi penyebab kehamilan.

Misalnya, saat Anda dan pasangan berciuman, lalu pasangan mengalami ejakulasi (mengeluarkan sperma) di dekat vagina. Ada kemungkinan sperma masuk ke dalam vagina.

Namun, risiko hamil dengan kondisi di atas sangat rendah karena sperma sebenarnya cenderung lebih cepat mati apabila terlalu lama berada di luar tubuh. 

Kendati demikian, kemungkinan tersebut masih ada, jadi sebaiknya Anda dan pasangan perlu berhati-hati.

Tidak hanya itu, kemungkinan untuk melakukan hubungan intim setelah ciuman bisa jadi lebih tinggi. Ini karena ciuman bisa membuat Anda dan pasangan merasa lebih bergairah.

Ada pula kemungkinan untuk hamil jika Anda melakukan fingering pada vagina setelah menyentuh air mani, mencium vagina saat ada air mani di mulut, atau melakukan anal seks di mana sperma mendekati vagina. 

Macam-macam penyebab hamil tersebut tetap bergantung pada terjadinya pertemuan maupun pembuahan sperma dan sel telur.

Baca Juga

  • 12 Tips Mendapatkan Hubungan Suami Istri yang Baik
  • Sperma Tidak Keluar Walau Sudah Orgasme? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
  • Tak Harus Berbahan Kimia, Obat Kuat Pria Alami Ini Bantu Tingkatkan Performa Seks

Penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman

Kini, Anda sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah ciuman bisa hamil, serta apa saja yang bisa menyebabkan hamil.

Akan tetapi, bukan berarti ciuman bebas risiko sama sekali. Meski ada berbagai manfaat ciuman, ada pula risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

wanita pilek
Pilek bisa ditularkan melalui ciuman

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman.

1. Pilek

Salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui ciuman adalah pilek. Ada berbagai macam virus yang dapat menyebabkan pilek.

Anda bisa terkena pilek dari tetesan liur atau kontak langsung dengan cairan dan lendir dari hidung ataupun tenggorokan orang yang terinfeksi.

2. Kutil

Kutil yang terletak di mulut juga bisa menyebar melalui ciuman, terutama bila di area mulut terdapat luka. 

Kondisi ini dapat disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan tumbuhnya kutil di berbagai area tubuh.

3. Demam glandular

Dikenal sebagai penyakit ciuman, demam glandular adalah istilah umum untuk jenis infeksi mononukleosis yang disebabkan virus Epstein-Barr. Virus ini dapat menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi.

4. Hepatitis B

Hepatitis B juga menjadi penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman. Walaupun sebenarnya penularannya lebih berisiko melalui kontak darah.

Penularan hepatitis B dapat terjadi apabila darah dan air liur yang berasal dari penderitanya bersentuhan langsung dengan luka dalam mulut atau selaput lendir (membran mukosa) orang lain.

Seseorang lebih mungkin terinfeksi penyakit ini saat berciuman jika memiliki luka terbuka di dalam atau di sekitar mulut.

5. Herpes

Berikutnya, penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman adalah herpes. Virus herpes simpleks dapat menyebar melalui kontak langsung saat Anda dan pasangan berciuman.

Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lepuhan terbentuk atau pecah. Pada saat itulah, virus ‘dilepaskan’ dari lepuhan, bahkan saat orang yang terinfeksi sudah sembuh.

6. Penyakit meningokokus

Bukan hanya bakteri, penyakit meningokokus yang disebabkan bakteri juga bisa ditularkan melalui ciuman.

Penyakit meningokokus adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini terdiri dari meningitis (radang selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang), serta septikemia (keracunan darah).

Sementara itu, apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut seputar apakah ciuman bibir bisa hamil, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. 

Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

hubungan sekssekshubungan seksualinfeksi menular seksual

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved