Apakah Cairan di Paru-Paru Bisa Hilang? Ini Penjelasannya

(0)
30 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Apakah cairan di paru-paru bisa hilang? Bisa, tapi Anda perlu berkonsultasi ke dokterBanyaknya cairan di paru-paru merupakan kondisi berbahaya
Sesak napas dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena adanya penumpukan cairan di paru-paru atau dikenal dengan istilah edema paru. Lalu, apakah cairan di paru-paru bisa hilang? Apa saja yang harus Anda lakukan untuk menyembuhkan penyakit ini?Edema paru adalah penumpukan cairan di paru-paru, terutama di bagian kantung oksigen (alveoli), sehingga Anda merasa sangat sulit bernapas. Kondisi ini akan memengaruhi siklus pernapasan di paru-paru karena alveoli merupakan tempat darah mengambil oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.Ketika tidak ada oksigen yang diedarkan, otomatis kinerja seluruh organ tubuh akan terganggu, salah satunya mengakibatkan terjadinya gagal napas. Oleh karena itu, edema paru yang terjadi secara mendadak (akut) dikategorikan sebagai kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani.

Gejala edema paru

Gejala edema paru bisa terasa memburuk seiring berjalannya waktu atau bahkan langsung menimbulkan sesak napas yang mendadak. Anda juga bisa merasakan tanda penumpukan cairan di paru-paru ini ketika berada di tempat yang sangat tinggi.Secara umum, ciri-ciri edema paru adalah:
  • Sesak napas yang tiba-tiba (dyspnea) yang makin buruk ketika Anda beraktivitas berat atau berbaring
  • Rasa seperti tenggelam atau tersekap ketika Anda berbaring
  • Napas tersengal-sengal dan seperti tercekik
  • Tubuh terasa dingin
  • Batuk yang diikuti lendir berbusa dan terkadang disertai darah
  • Bibir membiru
  • Detak jantung cepat
  • Muncul kecemasan berlebihan.
Edema paru kronis (muncul perlahan-lahan) juga bisa disertai dengan rasa lelah, bengkak di tubuh bagian bawah, dan peningkatan berat badan drastis. Sedangkan pada edema paru di tempat tinggi (high altitude pulmonary edema), gejala awal biasanya berupa sakit kepala.

Penyebab cairan menumpuk di paru-paru

Untuk menjawab apakah cairan di paru-paru bisa hilang, Anda terlebih dahulu harus menemukan penyebabnya. Pada dasarnya, edema paru terjadi karena gagal jantung kongestif (congestive heart failure atau CHF), yakni ketidakmampuan jantung untuk bekerja memompa darah seperti seharusnya.Cairan bisa menumpuk di paru-paru ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh sehingga darah masuk ke pembuluh darah di alveoli. Saat tekanan di pembuluh darah itu meningkat, maka cairan tersebut akan masuk ke kantung oksigen sehingga mengakibatkan sesak napas.Ketidakmampuan jantung untuk bekerja memompa darah secara seharusnya sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
  • Serangan jantung atau penyakit jantung berupa otot jantung menjadi lemah atau kaku (kardiomiopati)
  • Penyempitan atau kebocoran pembuluh darah jantung
  • Naiknya tekanan darah secara tiba-tiba (hipertensi).
Dalam beberapa kasus, edema paru juga bisa disebabkan oleh adanya kerusakan pada paru-paru itu sendiri, baik disebabkan oleh trauma, terpapar gas beracun, atau infeksi parah. Selain itu, beberapa jenis obat dan penyakit ginjal juga bisa mengakibatkan penumpukan cairan di organ pernapasan ini.

Apakah cairan di paru-paru bisa hilang?

Ketika terjadi secara tiba-tiba, edema paru adalah hal yang serius dan harus segera diobati di rumah sakit. Penanganan pertama yang biasanya Anda dapatkan oleh bantuan napas, baik lewat selang oksigen ataupun masker oksigen.Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebab edema yang Anda alami demi memberi penangan yang tepat kepada Anda. Obat yang mungkin diberikan oleh dokter untuk mengurangi cairan di paru-paru Anda adalah:

1. Obat golongan diuretik

Obat golongan ini dapat mengurangi tekanan di dalam paru-paru dengan mengeluarkan cairan dari tubuh, misalnya dengan membuat Anda banyak buang air kecil. Beberapa contoh obat ini, di antaranya furosemide, bumetanide, spironolactone. 

2. Penurun tekanan darah

Obat ini bertujuan memperbesar pembuluh darah sehingga tekanan pada jantung dapat berkurang. Salah satu contoh obat jenis ini adalah nitroprusside.

3. Morfin

Meski banyak dokter sudah jarang menggunakan obat jenis narkotika ini, morfin bisa meredakan kecemasan dan rasa sesak napas yang dirasakan pasien edema paru.Pada kasus yang parah, Anda harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU) hingga cairan di paru-paru tidak lagi mengakibatkan sesak napas. Dalam hal ini, dokter mungkin akan memasukkan selang napas ke tenggorokan dan menggunakan ventilator untuk menyuplai kebutuhan oksigen bagi tubuh Anda.Lalu, apakah cairan di paru-paru bisa hilang seluruhnya? Jawaban dari pertanyaan ini akan tergantung dari penyebab terjadinya edema paru itu sendiri.Dalam beberapa kasus, cairan di paru-paru bisa hilang dengan cepat lewat pengobatan tertentu. Namun ada juga pasien yang harus menggunakan alat bantu napas selama bertahun-tahun karena cairan di paru-paru tidak kunjung reda.Bagaimanapun juga, pengobatan edema paru tetap harus dilakukan karena kondisi ini dapat mengancam nyawa Anda jika dibiarkan tanpa perawatan.
penyakit paru-paru
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/167533
Diakses pada 16 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/lung/the-facts-about-pulmonary-edema
Diakses pada 16 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009
Diakses pada 16 Juli 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000140.htm
Diakses pada 16 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pulmonary-edema
Diakses pada 16 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait