Apakah Bisa Hamil Jika Sperma yang Masuk Sedikit? Intip Penjelasannya di Sini

(0)
Apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit bergantung pada kualitas spermaApakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium
Apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit? Ini kerap menjadi pertanyaan yang muncul di benak banyak pasangan. Jawaban dari pertanyaan ini penting untuk dicari tahu agar Anda bisa menentukan langkah ke depan. Terutama untuk pasangan yang sedang menjalani program hamil. Akan tetapi...

Sedikit banyak jumlah sperma tidak bisa dilihat kasat mata

Sperma adalah sel reproduksi yang ada pada air mani
Sebelum mengetahui jawaban dari pertanyaan seribu umat, apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit, Anda perlu tahu dulu sperma dan air mani punya arti yang berbeda.Sperma adalah sel yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, sementara cairan putih yang “ditembakkan” oleh penis adalah air mani. Sperma adalah sel reproduksi yang dilepaskan dari penis pria bersama air mani saat penis berejakulasi. Dengan kata lain, di dalam air mani, idealnya terdapat kandungan sperma.Jika sel ini masuk ke dalam rahim wanita dan bertemu dengan sel telur, pembuahan dapat terjadi dan seterusnya menjadi cikal bakal kehamilan.World Health Organization (WHO) sudah menetapkan standar jumlah minimum sel sperma yang ideal adalah 15 juta sel per 1 ml air mani.Anda bisa langsung mengetahui jumlah air mani yang keluar banyak atau sedikit setelah ejakulasi. Namun, tidak ada cara “rumahan” untuk dapat memastikan apakah jumlah sperma dalam air mani Anda banyak atau sedikit. Guna mengetahui jumlah sperma secara akurat, Anda hanya bisa mendapatkan jawabannya lewat pengamatan mikroskop di laboratorium.Penelitian yang terbit dalam jurnal EMBO Reports menemukan, semakin banyak jumlah sperma yang terkandung dalam air mani, makin tinggi peluang sukses pembuahan. Air mani yang mengandung lebih dari 40 juta sperma per mililiternya memiliki kemungkinan sukses hamil yang lebih besar.Bahkan temuan ini menyampaikan, 65% pria dengan jumlah sel sperma lebih dari 40 juta per mililiter berhasil membuat pasangan wanitanya hamil.

Apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit?

Meski jumlah menentukan, hanya butuh satu sperma agar hamil
Sebetulnya, hanya butuh satu sperma dengan kualitas terbaik (bentuknya normal dan pergerakan ideal) untuk bisa membuahi sel telur wanita, terlepas dari sedikit atau banyaknya air mani yang keluar. Artinya dari berjuta-juta sperma yang menuju sel telur, jika satu sperma berhasil bertemu dengan sel telur, tetap bisa terjadi kehamilan.Namun untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda juga harus mempertimbangkan kualitas sperma secara keseluruhan. Berdasarkan temuan yang dipublikasikan jurnal Asian Journal of Andrology, pria yang didiagnosis dengan masalah kesuburan (infertilitas) memiliki jumlah sel sperma di bawah 40 juta dalam satu ml air mani mereka. Semakin sedikit jumlah sperma dalam air mani, makin besar risiko pria mengalami kemandulan.Dalam beberapa kasus yang telah diteliti dan dipublikasikan pada banyak jurnal, ada juga kemungkinan jika air mani mengandung sangat sedikit atau bahkan tidak ada sel spermanya sama sekali. Kondisi ini disebut dengan azoospermia.Jumlah sperma yang sedikit cenderung berpeluang minim bisa membuat hamil jika kemampuan gerak sperma menuju sel telur (motilitas) ataupun bentuk sperma juga sama rendahnya.Pasalnya, jika geraknya lambat, sperma butuh waktu yang lebih lama untuk mencapai sel telur. Hal ini akan memengaruhi kemungkinan kehamilan karena sel telur bisa saja luruh sebelum sperma “sampai tujuan”.

Bukan jumlah, gerak sperma juga menentukan peluang sukses hamil

Sperma yang bergerak lurus ke sel telur lah yang bisa buat hamil
Jumlah sperma sebetunya tidak begitu memengaruhi keberhasilan kehamilan. Sebab seperti yang telah dijelaskan di atas, hanya dibutuhkan satu sel sperma agar pembuahan bisa terjadi.Namun, apakah berarti bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit? Tunggu dulu. Selain dari jumlah sperma itu sendiri, perjalanan sperma menuju sel telur merupakan proses yang panjang dan rumit. Proses panjang ini merupakan “seleksi alami” yang mengeliminasi satu per satu sperma berkualitas kurang baik. Pada akhirnya, sel sperma paling sehatlah yang akan terpilih untuk membuahi sel telur.Dari sini bisa kita simpulkan, apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit? Jawabannya adalah ya. Mungkin saja. Riset yang terbit pada jurnal Embo Reports menunjukkan, 51,2% pria dengan jumlah sperma di bawah 40 juta per ml berhasil membuahi sel telur sehingga terjadi kehamilan. Bahkan, 36,4% orang dengan jumlah sperma di bawah 20 juta per ml pun juga mampu membuahkan kehamilan.Kualitas sperma yang bagus dinilai juga bukan hanya dari jumlah serta keaktifan atau kecepatan geraknya, tetapi juga pola gerakan. Pergerakan sperma yang ideal adalah lurus ke depan.  WHO memaparkan, sedikitnya hanya 32 persen dari total jumlah sperma yang berhasil bergerak lurus menuju sel telur. Namun kembali lagi, pengecualian jika air mani tidak memiliki sel sperma sama sekali (azoospermia) atau kualitas sperma (gerak dan bentuk) secara keseluruhan buruk. 

Cara meningkatkan jumlah sperma

Suplemen vitamin dan mineral tingkatkan jumlah sperma
Selain mengetahui jawaban dari apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit, perlu pula memahami beberapa cara untuk meningkatkan jumlah sperma. Hal ini pun bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen atau makanan tertentu. Inilah yang harus dikonsumsi agar meningkatkan jumlah sperma. 
  • Suplemen d-aspartic acid, berdasarkan temuan yang terbit pada jurnal Fertility and Sterility, orang yang memiliki sperma sedikit cenderung memiliki kadar d-aspartic sedikit. Konsumsi d-aspartic acid mampu tingkatkan produksi sperma dan pematangan sperma.
  • Vitamin C, riset yang dipublikasikan pada Journal of Medicinal Food menemukan, konsumsi suplemen vitamin C 1000 mg dua kali sehari selama dua minggu meningkatkan jumlah sperma hingga 32,8 juta sperma per ml. Namun, suplementasi harus dengan pantauan dokter.
  • Zinc, penelitian yang diterbitkan pada Journal of Reproduction & Infertility menunjukkan, kekurangan zinc menghambat pembuatan sperma. Konsumsi zinc mampu meningkatkan jumlah sperma. Jika penyusun air mani, seminal plasma, mengandung zinc, hal ini memengaruhi kepadatan sperma dan meningkatkan produksi sperma.
  • Ashwagandha, atau ginseng India terbukti meningkatkan jumlah sperma hingga sebesar 167%. Hal ini pun dibuktikan riset yang terbit pada jurnal Hindawi. Penelitian ini dilakukan dengan mengonsumsi ekstrak akar ashwagandha 679 mg per hari selama 90 hari pada orang yang memiliki kadar sperma rendah.
    

Catatan dari SehatQ

Jawaban dari pertanyaan apakah bisa hamil jika sperma hanya masuk sedikit akhirnya bisa terjawab. Ya. Pada kasus tertentu, sperma sedikit atau tidak ada sama sekali (azoospermia) mungkin dapat menandakan pria memiliki masalah kesuburan. Namun secara umum meski sperma yang masuk sedikit, hal ini tidak menutup peluang Anda terhadap kehamilan.Terlepas dari jumlah air mani dan kandungan sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, hanya butuh satu sperma paling sehat dan andal untuk membuahi sel telur agar wanita bisa hamil. Jika Anda dan pasangan sedang mengikuti program hamil dan ingin bertanya lebih lanjut soal kesuburan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
masalah infertilitasmerencanakan kehamilansperma
Live Science. https://www.livescience.com/44899-stages-of-pregnancy.html (Diakses pada 25 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/can-you-still-get-pregnant-if-the-sperm-comes-out (Diakses pada 25 September 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/diagnosis-treatment/drc-20374591 (Diakses pada 25 September 2020)Clinics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3583160/ (Diakses pada 25 September 2020)World Health Organization. https://www.who.int/docs/default-source/srhr-documents/infertility/examination-and-processing-of-human-semen-5ed-eng.pdf?sfvrsn=5227886e_2 (Diakses pada 25 September 2020)Asian Journal of Andrology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3739681/ (Diakses pada 25 September 2020)Embo Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3343360/ (Diakses pada 25 September 2020)Web MD.https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq (Diakses pada 25 September 2020)Fertility and Sterility. https://www.fertstert.org/action/showPdf?pii=S0015-0282%2805%2902717-2 (Diakses pada 25 September 2020)Journal of Medicinal Food. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17004914/ (Diakses pada 25 September 2020)Journal of Reproduction & Infertility. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6010824/ (Diakses pada 25 September 2020)Hindawi. https://www.hindawi.com/journals/ecam/2013/571420/ (Diakses pada 25 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait