Apakah Asma Menular? Ini Penjelasannya

(0)
22 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Apakah asma menular menjadi kekhawatiran sebagian orangBronkodlator dapat membantu mengatasi asma
Asma merupakan salah satu penyakit umum yang diderita oleh banyak orang. Pada tahun 2016, WHO memperkirakan lebih dari 339 juta orang di seluruh dunia menderita asma. Penyakit ini bahkan menyebabkan 417.918 kematian di tingkat global. Asma dapat menimbulkan sejumlah gejala yang berkisar dari ringan hingga berat, sehingga harus dikendalikan agar tak mengancam jiwa. Di sisi lain, ada pula kekhawatiran pada sebagian orang mengenai apakah asma menular atau tidak. 

Apakah asma menular? 

Asma bukan penyakit menular. Kondisi ini merupakan penyakit kronis pada saluran udara di paru-paru yang meradang dan menyempit, serta dapat menghasilkan lendir berlebih.Faktor risiko terbesar untuk mengembangkan penyakit asma adalah terhirupnya zat atau partikel yang dapat memicu reaksi alergi atau mengiritasi saluran udara.Ketika asma menyerang, lapisan saluran bronkial membengkak dan menyebabkan saluran udara menyempit sehingga mengurangi aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan beragam gejala, seperti:
  • Sesak napas
  • Mengi yang berulang saat mengeluarkan napas
  • Dada sesak atau nyeri
  • Pilek atau flu yang memperburuk sesak napas dan mengi
  • Sulit tidur
  • Kelelahan di siang hari
  • Berkurangnya tingkat aktivitas.
Gejal-gejala di atas bisa terjadi beberapa kali dalam sehari atau minggu. Gejala yang dirasakan bahkan dapat memburuk saat melakukan aktivitas fisik atau pada malam hari. Selain itu, gejala-gejala ini juga akan kambuh kembali jika Anda terpapar pemicu asma.

Penyebab asma

Asap tembakau dapat memicu asma
Faktor genetik dan lingkungan dipercaya berperan dalam mengembangkan asma. Di samping itu, ada pula beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya serangan asma:
  • Tungau debu
  • Bulu hewan peliharaan
  • Serbuk sari
  • Asap tembakau
  • Zat kimia
  • Polusi udara
  • Udara dingin
  • Gairah emosional yang ekstrem, seperti kemarahan atau ketakutan
  • Latihan fisik
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin, beta-blocker, dan obat antiradang nonsteroid
  • Infeksi saluran pernapasan, misalnya flu
  • Sulfit dan pengawet yang ditambahkan ke beberapa jenis makanan atau minuman, termasuk udang, buah kering, kentang olahan, bir, dan anggur
  • Penyakit GERD yang membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Anda harus menghindari faktor-faktor pemicu di atas agar serangan asma tidak kambuh. Selain itu, mengendalikan faktor-faktor tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.

Cara mengatasi asma

Meski asma tidak bisa disembuhkan, gejalanya tetap bisa dikendalikan. Perawatan untuk asma terbagi dalam tiga kategori utama, yakni:

1. Hindari pemicu

Hindarilah pemicu asma. Misalnya, kekambuhan asma Anda akibat debu, bulu binatang atau udara maka hindarilah pemicu tersebut.

2. Latihan pernapasan

Latihan pernapasan dapat mengurangi gejala asma
Latihan pernapasan dapat membantu Anda menghirup lebih banyak udara ke dalam dan ke luar paru-paru. Seiring waktu, teknik ini juga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan mengurangi gejala asma yang parah. Dokter dapat membantu Anda mempelajari latihan pernapasan untuk asma.

3. Bronkodilator

Bronkodilator bekerja dalam beberapa menit untuk mengendurkan otot yang mengencang di sekitar saluran udara. Obat ini tersedia sebagai inhaler atau nebulizer. Obat-obatan ini hanya digunakan untuk membantu Anda bernapas kembali dengan cepat jika terjadi gejala atau serangan asma. Cobalah duduk tegak saat menggunakan inhaler atau nebulizer. 2-6 isapan obat akan membantu meringankan gejala. Akan tetapi, jika gejala terus berlanjut selama lebih dari 20 menit dan penggunaan bronkodilator untuk kedua kalinya tidak membantu, segera cari bantuan medis darurat.

4. Obat pengontrol asma jangka panjang

Obat-obatan ini bisa diminum setiap hari untuk membantu mengurangi jumlah dan keparahan gejala asma, tetapi tidak mengatasi serangan secara langsung. Adapun obat pengontrol asma jangka panjang, yaitu:
  • Antiradang

Kortikosteroid dan obat antiradang lainnya dapat membantu mengurangi pembengkakan dan produksi lendir di saluran udara sehingga membuat Anda lebih mudah untuk bernapas.
  • Antikolinergik

Obat ini membantu menghentikan otot-otot menegang di sekitar saluran udara. Biasanya diminum setiap hari dalam kombinasi dengan obat antiradang.
  • Bronkodilator jangka panjang

Bronkodilator jangka panjang hanya boleh digunakan dalam kombinasi dengan obat asma antiradang.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang asma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asmasesak napassaluran pernapasan
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma
Diakses pada 12 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Diakses pada 12 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/asthma#exacerbations
Diakses pada 12 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait