Benarkah Asam Mefenamat Aman untuk Ibu Menyusui? Ini Faktanya


Apakah asam mefenamat aman untuk ibu menyusui? Faktanya pemakaian obat ini menurut Food and Drugs Administration (FDA) US tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui karena bisa sedikit terserap ASI.

0,0
Asam mefenamat aman untuk ibu menyusui tidak direkomendasikan oleh FDAFDA tidak merekomendasikan asam mefenamat aman untuk ibu menyusui
Asam mefenamat adalah obat pereda nyeri yang biasa digunakan untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, hingga serangan asam urat. Namun, ibu hamil dan busui mungkin kerap bertanya apakah asam mefenamat aman untuk ibu menyusui?Pasalnya, ibu hamil dan ibu menyusui tidak bisa mengonsumsi sembarangan obat. Hal ini karena kandungan obat tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi janin maupun ASI dan bayi.Penggunaan obat asam mefenamat sendiri khususnya untuk ibu menyusui, harus dengan resep dan pengawasan ketat dari dokter. Lantas apakah asam mefenamat aman untuk ibu menyusui dan adakah efek sampignnya pada ASI dan bayi? Berikut ulasan selengkapnya.

Apakah asam mefenamat aman untuk ibu menyusui?

Ada banyak obat yang bisa digunakan oleh ibu menyusui. Namun saat memutuskan ingin menggunakan suatu obat, Anda harus lebih dulu mempertimbangkan apakah manfaatnya sebanding dengan risiko yang mungkin muncul. Seperti apakah obat asam mefenamat aman untuk ibu menyusui guna meredakan rasa sakit.Pasalnya, sebagian besar zat obat dilaporkan dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah yang bervariasi. Beberapa obat mungkin hanya terserap sedikit, sementara lainnya masuk cukup banyak dan memengaruhi suplai ASI Anda.Di sisi lain, kandungan obat dalam ASI, apa pun jenisnya, secara umum diketahui memiliki risiko terbesar bagi bayi prematur, bayi baru lahir, dan bayi yang secara medis tidak stabil atau memiliki fungsi ginjal buruk.Lantas, apakah asam mefenamat aman untuk ibu menyusui?Bukti-bukti yang ada sejauh ini menunjukan bahwa asam mefenamat dapat sedikit terserap ke dalam ASI. Belum diketahui pasti apakah obat ini memengaruhi produksi ASI atau tidak.Penelitian medis yang secara khusus membahas efek samping obat asam mefenamat pada bayi juga masih sangat terbatas. Namun, asam mefenamat diduga berpotensi toksik, terutama untuk ibu yang menyusui bayi baru lahir atau bayi prematur.Maka berdasarkan pertimbangan segala risikonya, asam mefenamat digolongkan US Food and Drugs Administration (FDA) sebagai obat kategori C. Obat-obatan kategori C artinya mungkin tidak aman dan berisiko membahayakan bayi jika digunakan ibu hamil dan menyusui. Laporan FDA menyatakan, asam mefenamat kemungkinan dapat meningkatkan risiko kelainan jantung pada janin jika dikonsumsi ibu di trimester akhir kehamilan. Agar lebih aman, ibu menyusui dianjurkan tidak mengonsumsi asam mefenamat dan menggunakan obat pereda nyeri lain untuk mengatasi keluhan sehari-hari.

Dokter mungkin menganjurkan berhenti menyusui sementara

Meski belum terbukti sepenuhnya bebas risiko, dokter mungkin meresepkan obat ini jika ia benar-benar merasa Anda membutuhkannya. Dokter tentunya memberikan obat untuk setiap pasien dengan lebih dulu mempertimbangkan manfaat yang lebih besar daripada risikonya.Jika demikian, dokter mungkin merekomendasikan agar Anda berhenti menyusui untuk sementara, tergantung pada berapa lama Anda perlu meminumnya.Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada baiknya untuk memompa ASI sebagai cadangan agar si Kecil tetap tidak kekurangan nutrisi. Simpan ASI perah dengan baik agar bisa diberikan kepada bayi sampai Anda menuntaskan dosis obat tersebut dan dapat menyusui kembali. Buang ASI yang Anda perah selagi masih meminum obat. Sementara menghabiskan obat, Anda juga dapat memberikan susu formula bergantian dengan ASI perah.

Obat pereda nyeri yang aman selain asam mefenamat untuk ibu menyusui

Jika memungkinkan, dokter akan merekomendasikan ibu menyusui menggunakan obat pereda nyeri lain di luar asam mefenamat untuk menghindari risiko berbahaya bagi bayi.Ketimbang asam mefenamat, beberapa obat pereda nyeri yang dinilai lebih aman untuk ibu menyusui dan bayinya adalah:
  • Paracetamol (acetaminophen): dosis 500 mg diminum setiap 4-6 jam. Dosis total tidak boleh melebihi 4 gram dalam 24 jam.
  • Ibuprofen: konsumsi maksimal dua tablet dosis 200 mg setiap 4 hingga 6 jam dalam 24 jam.
  • Naproxen: disarankan hanya untuk penggunaan jangka pendek dengan ketentuan dokter.
Namun, hal yang perlu diingat adalah meski secara umum lebih minim risiko dibanding asam mefenamat, setiap ibu hamil tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri lain.Sementara menunggu jadwal konsultasi ke dokter, Anda juga bisa meredakan rasa nyeri akibat sakit kepala atau sakit gigi dengan bahan-bahan alami. Beberapa pengobatan alami yang aman untuk ibu hamil meredakan sakit gigi adalah:
  • Berkumur air garam.
  • Mengoleskan kapas yang telah dicelup minyak cengkeh pada gigi yang sakit.
  • Mengunyah bawang putih, kompres es batu.
Guna menghilangkan sakit kepala secara alami, Anda dapat:
  • Minum teh jahe hangat
  • Kompres dahi atau pelipis dengan es batu
  • Menghirup aromaterapi lavender atau peppermint
  • Tidur siang
  • Pijat leher

Catatan dari SehatQ

Setiap obat memiliki risikonya tersendiri, terutama jika Anda sedang hamil atau menyusui. Oleh karena itu, jangan sembarangan menggunakan obat tanpa sepengetahuan dokter.Berdasarkan pertimbangan risikonya, asam mefenamat tidak pasti aman untuk ibu menyusui dan ibu hamil. Ada kemungkinan zat obat terserap ke dalam ASI dan memengaruhi tumbuh kembang bayi.Apabila Anda masih ragu soal penggunaan obat selama menyusui yang aman, tanyakan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download sekarang di Apple Store dan Google Play Store.
menyusuiminum obat saat menyusuiibu menyusuiminum obat
Drugs and Lactation Database. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501012/ diakses 14 September 2020Specialist Pharmacist Service. https://www.sps.nhs.uk/medicines/mefenamic-acid/ diakses 14 September 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/mefenamic-acid-oral-route/before-using/drg-20070790 diakses 14 September 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-and-medications/art-20043975 diakses 14 September 2020FDA Report https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2008/015034s040lbl.pdf diakses 14 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait