Apakah Anak Salah Asuhan Pasti akan Menderita Kelainan ODD?

Perbuatan kasar anak ODD bisa dikarenakan oleh pola asuhan orangtua yang salah
Anak ODD punya kecenderungan kasar dan suka melawan orang lain

Ketika mendengar diagnosis opposition defiant disorder (ODD), Anda mungkin mengira anak Anda mengalami salah asuhan. Memang dalam beberapa kasus, ODD disebabkan oleh pola asuhan orangtua yang kurang tepat. Namun, sebetulnya terdapat faktor lain juga yang menyebabkan anak mengalami kelainan mental ini.

Anak yang menderita ODD akan terus menerus marah, memiliki karakter yang kasar, suka melawan, dan membantah kata-kata orangtua. Anak juga memberontak terhadap pihak yang memiliki kekuasaan, misalnya guru atau orang dewasa lain yang memberi perintah kepadanya.

Diperkirakan terdapat 2% hingga 16% dari total anak-anak maupun remaja di dunia menderita ODD. Biasanya, anak-anak mulai memperlihatkan gejala ODD saat usianya menginjak 8 tahun.

Apa yang menyebabkan anak opposition defiant disorder?

Hingga kini, penyebab terjadinya ODD pada anak atau remaja belum diketahui secara pasti. Hanya saja, para orangtua yang memiliki anak ODD menyatakan si anak memang sudah keras dan lebih penuntut dibanding saudara-saudaranya sejak kecil.

Meskipun demikian, ODD bisa juga disebabkan oleh kombinasi dari faktor biologis, psikologis, dan sosial. Secara biologis, anak dengan ODD biasanya memiliki orangtua yang juga menderita kelainan mental, misalnya attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), depresi, serta kelainan bipolar.

Berdasarkan studi psikologi, anak dengan ODD kesulitan menerjemahkan sinyal yang dikirim oleh lingkungannya. Lebih tepatnya, mereka akan cenderung menganggap dirinya berada di lingkungan yang berbahaya meski berada di situasi netral.

Ketika Salah Asuhan Menyebabkan Anak Menderita ODD

Biar bagaimanapun, kualitas hidup anak akan sangat bergantung kepada pola asuhan orangtua. Ketika anak mengalami salah asuhan, bukan tidak mungkin anak akan menderita kelainan perilaku, salah satunya adalah ODD.

Beberapa studi menunjukkan bahwa pola asuhan orangtua terhadap anak bisa meningkatkan risiko terjadinya ODD. Hal-hal dalam keluarga yang bisa mengakibatkan anak menderita ODD, antara lain:

  • Pola asuhan orangtua yang buruk (misalnya tidak mengawasi anak, disiplin yang diterapkan secara kasar dan tidak konsisten, serta penolakan)
  • Konflik pernikahan
  • Adanya kekerasan dalam rumah tangga
  • Terjadi kekerasan fisik
  • Pengabaian
  • Kemiskinan

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry juga memasukkan salah asuhan ini sebagai penyebab terjadinya ODD pada anak ditinjau dari sisi biologis, psikologis, dan sosial sekaligus. Dengan kata lain, pola asuhan orangtua memang sangat memengaruhi kondisi kejiwaan anak.

Dilihat dari faktor biologis, orangtua yang memiliki riwayat kelainan mental bisa membentuk anak yang pemberontak alias ODD. Selain itu, anak juga bisa menjadi penderita ODD jika sering melihat orangtuanya gemar mabuk-mabukan dan menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dari segi psikologis, ODD bisa terbentuk ketika anak memiliki hubungan yang buruk dengan satu atau kedua orangtua. Selain itu, orangtua yang mengabaikan anak, baik dari segi materi dan terutama nonmateri, akan membentuk anak salah asuhan yang berakhir dengan ODD.

Sementara dari segi sosial, orangtua yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai orangtua berisiko membentuk anak dengan ODD. Selain itu, pola asuhan orangtua yang telah bercerai atau sering berpindah tempat tinggal juga bisa mengakibatkan anak menderita ODD.

Meskipun demikian, sebuah studi menyatakan bahwa anak yang mengalami salah asuhan amat mungkin terhindar dari ODD jika memiliki teman bermain (peer) yang suportif. Lingkungan yang suportif ini bisa menghindarkan anak dari efek negatif yang berhubungan dengan kekerasan fisik yang mungkin diterima anak di lingkungan keluarganya.

Bagaimana cara memperbaiki pola asuhan orangtua terhadap anak ODD?

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hubungan anak dengan orangtua. Berikut langkah yang bisa Anda ambil setelah mengetahui anak menderita ODD:

  • Pelatihan orangtua: para pakar parenting bisa memberi tahu Anda mengenai pola asuh yang lebih konsisten, positif, dan lebih sedikit berpeluang menyebabkan anak frustrasi.
  • Terapi interaksi orangtua-anak: orangtua ditempatkan dalam satu ruangan bersama anak dan diminta berkomunikasi. Sementara terapis memantau dari ruangan lain dan mengarahkan Anda dengan alat bantu, misalnya
  • Terapi keluarga: bukan hanya orangtua, seluruh anggota keluarga yang berinteraksi dengan anak pun harus diedukasi agar bisa berkomunikasi dengan anak ODD.

Mengubah karakter anak yang sudah terlanjur terkena ODD memang tidak mudah. Tetapi, jangan menyerah demi masa depan anak yang lebih baik.

Better Health, Victoria State Government. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/oppositional-defiant-disorder-odd
Diakses pada 24 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/oppositional-defiant-disorder#1
Diakses pada 24 Juli 2019

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. https://www.aacap.org/aacap/Families_and_Youth/Resource_Centers/Oppositional_Defiant_Disorder_Resource_Center/FAQ.aspx
Diakses pada 24 Juli 2019

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/Children-With-Oppositional-Defiant-Disorder-072.aspx
Diakses pada 24 Juli 2019

Pub Med. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23918473/
Diakses pada 24 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oppositional-defiant-disorder/diagnosis-treatment/drc-20375837
Diakses pada 24 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed