Anak Gendut Belum Tentu Sehat, Ini Alasannya


Anak gemuk belum tentu sehat. Bisa jadi, ia obesitas atau kelebihan berat badan. Untuk menjaga berat badannya, cobalah ajak si kecil banyak bergerak, mengurangi konsumsi gula, hingga perbanyak makan buah dan sayuran.

0,0
25 Jul 2019|Azelia Trifiana
Anak gendut belum tentu sehat karena berisiko mengidap obesitasAnak gendut belum tentu sehat Moms. Waspadai juga risiko obesitas atau berat badan berlebih!
Kalimat-kalimat seperti “Wah, anaknya gemuk sekali dan sehat!” atau “Kok anaknya kurus? Kurang sehat, ya?” sudah jadi hal biasa yang didengar para orangtua. Komentar-komentar seputar berat badan buah hati, entah itu anak gemuk atau kurus kadang selalu diangkat jadi topik utama ketika bertemu orang lain.
Padahal, anak gemuk tidak selalu berarti sehat. Indikator sehat tidaknya anak bukan hanya sekadar berapa angka yang ditunjukkan timbangan. Tapi ada banyak sekali faktor lain.Bahkan, anak gemuk bisa terancam mengalami obesitas. Ketika berat badan mereka terlalu berlebihan, kesehatannya bisa terganggu.

Anak gendut belum tentu sehat

Memang sangat menyenangkan melihat anak gemuk dengan pipi tembam yang menggemaskan. Namun sayangnya, hal ini tidak akan lagi menyenangkan apabila kelebihan berat badan berlangsung dalam jangka waktu lama.Sebenarnya bukan perkara mudah menentukan kapan seorang anak gemuk disebut mengalami obesitas. Satu hal yang pasti, anak gemuk akan tetap kelebihan berat badan apabila energi yang dikeluarkan lebih sedikit ketimbang yang dikonsumsi.Kabar baiknya, anak gemuk tidak perlu diet. Mereka hanya perlu tumbuh lebih tinggi sehingga dapat mencapai indeks massa tubuh (IMT) yang ideal. Pastikan konsumsi makanannya seimbang dan mewakili setiap porsi nutrisi yang diperlukan.

Dampak obesitas pada kesehatan fisik dan mental anak

Obesitas atau berat badan berlebih adalah kondisi medis serius yang dapat dialami oleh anak. Berat badan yang berlebihan ini berpotensi mengundang masalah kesehatan lainnya.Tidak hanya itu, kelebihan berat badan juga dipercaya bisa menurunkan kepercaraan diri anak dan menyebabkan depresi.Salah satu strategi untuk mencegah kelebihan berat badan pada anak adalah menerapkan pola makan sehat dan rutin olahraga bersama keluarga.Perlu diingat, mengatasi dan mencegah obesitas sejak dini dapat menjaga kesehatan anak di masa depan.

Masalah kesehatan akibat obesitas

Ada banyak masalah kesehatan yang dapat muncul saat anak kelebihan berat badan, seperti:
  • Diabetes tipe 2
  • Gangguan makan seperti bulimia
  • Gangguan ortopedi (masalah dengan struktur kaki)
  • Masalah hati (termasuk perlemakan hati)
  • Gangguan pernapasan (seperti saluran udara tersumbat)
  • Sleep apnea (sulit bernapas saat tidur dan suka mendengkur)
  • Kardiomiopati (masalah dengan otot jantung).
Sebagian besar masalah kesehatan akibat obesitas biasanya mulai terasa saat anak beranjak dewasa.

Berbagai cara agar anak gemuk sehat dan cerdas

Bagi orangtua, memberikan makanan untuk anak merupakan prioritas utama. Memang penting, namun tidak dengan terus-menerus memberi mereka makan setiap kali meminta.Hal ini juga berlaku sejak anak masih bayi hingga tumbuh menjadi balita. Orangtua perlu membangun pola makan dan rutinitas yang teratur, didukung dengan beberapa metode lain.Beberapa di antaranya adalah:
ASI dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi

1. Beri ASI

Jika memungkinkan, berikan ASI pada anak hingga usianya menginjak 2 tahun. Air susu ibu dirancang sempurna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu, tak ada istilah terlalu banyak atau kelebihan ASI pada bayi dan anak-anak.

2. Perbanyak buah dan sayur

Tentu dengan pilihan rasa yang manis dan beragam, sereal kerap jadi menu favorit anak-anak. Namun akan lebih baik jika mengurangi sereal dan menggantinya dengan banyak buah dan sayuran.Meski demikian, sebaiknya berikan buah dan sayuran dalam olahan aslinya. Jangan memberikan olahan jus yang sudah dikemas menjadi minuman dalam kemasan.

3. Menangis belum tentu lapar

Penting untuk orangtua baru, bayi menangis belum tentu berarti mereka lapar. Ada banyak alasan mereka menangis selain ingin makan atau minum. Ketika anak menangis, sebisa mungkin cari tahu apa penyebabnya. Buat mereka merasa nyaman.Cara ini dapat menghindarkan anak dari pola yang salah. Jika setiap kali menangis anak diberi makanan, mereka bisa salah menangkap bahwa itulah yang diperlukan saat merasa lelah atau bosan.
Porsi makan berlebihan dapat membuat anak menjadi gemuk

4. Tidak makan berlebihan

Sebaiknya hindari obsesi ingin memberi makan anak dalam porsi besar. Memang memuaskan rasanya ketika masakan yang sudah dibuat dengan susah payah bisa habis tuntas tanpa bersisa.Namun masalahnya, hal yang tidak kalah penting adalah membaca sinyal ketika anak merasa kenyang. Ketika mereka tidak lagi antusias dengan makanan di depannya, jangan paksakan untuk menghabiskan makanan.

5. Banyak bergerak

Anak gemuk bisa juga terjadi karena jarang bergerak atau beraktivitas. Bahkan sejak bayi sudah kuat menyangga lehernya sendiri, saat itulah mereka sudah bisa mulai ‘berolahraga’. Contohnya dengan tummy time, merangkak, hingga mereka bisa berjalan dan berlari.Ada banyak stimulus yang bisa dilakukan orangtua untuk membuat anak mereka aktif bergerak dan mengantisipasi anak gemuk karena kelebihan berat badan.

6. Kurangi konsumsi gula

Siapa anak yang tidak suka makanan manis? Bahkan orang dewasa saja suka. Meski demikian, ada baiknya tidak terlalu banyak memberikan makanan atau camilan manis seperti biskuit dan cokelat untuk anak-anak gemuk. Hal ini juga berlaku untuk minuman yang diberi pemanis buatan.
Kurangi makanan tinggi garam agar anak tidak menjadi gemuk

7. Kurangi garam 

Sama seperti gula, garam juga bisa sama berbahayanya. Makanan di restoran atau makanan siap saji biasanya tinggi kandungan gula dan garam. Jika indra perasa mereka terbiasa dengan makanan yang gurih, maka bukan tidak mungkin itulah yang akan selalu mereka minta.Akan jauh lebih baik memberikan makanan olahan rumahan yang sehat dan terjamin kebersihannya. Jika tidak ada tenaga atau waktu untuk melakukannya, cari alternatif katering untuk anak yang benar-benar terpercaya.

8. Hindari distraksi saat makan

Sebaiknya hindari distraksi seperti menonton televisi atau gadget terutama bagi anak yang sudah bisa makan sendiri (usia balita). Makan sembari melakukan aktivitas lain akan meningkatkan risiko overeating atau makan terlalu banyak. Lagi-lagi, pola ini harus dibangun sejak dari lingkungan keluarga.Tidak perlu repot-repot menghitung berapa kalori yang diberikan untuk anak setiap kali mereka makan. Anak-anak gemuk maupun kurus pun belum benar-benar bergantung pada hitungan indeks massa tubuh (IMT).

9. Pastikan kebutuhan tidur anak tercukupi

Tahukah Anda kalau kurang tidur dapat menyebabkan anak gendut? Dikutip dari Mayo Clinic, saat kebutuhan tidur anak tidak tercukupi, ketidakseimbangan hormon bisa terjadi dan menyebabkan nafsu makan meningkat. Alhasil, anak jadi makan berlebihan dan berat badannya meningkat.Aspek paling krusial adalah membangun pola makan dan lingkungan yang mendukung mereka mendapatkan berat badan ideal. Bukan hanya saat masih kecil, namun hingga sepanjang hidup mereka. Pola makan yang sehat dan tepat menjadi bekal bagi mereka.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tumbuh kembang anakperkembangan anakobesitaskegemukankelebihan berat badan
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/6-ways-to-help-keep-your-baby-at-a-healthy-weight-2017041111575
Diakses pada 10 Juli 2019
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=a-chubby-baby-is-not-a-sign-of-obesity-1-3034
Diakses pada 10 Juli 2019.
NHS. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/overweight-children-2-5/
Diakses pada 10 Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/symptoms-causes/syc-20354827
Diakses pada 15 Oktober 2021
Better Health Vic. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/obesity-in-children-causes
Diakses pada 15 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait