Alzheimer adalah sebuah penyakit pada otak yang secara perlahan dan bertahap merusak fungsi memori
Alzheimer adalah sebuah penyakit yang tidak hanya sekedar pikun karena sudah tua.

Alzheimer’s disease bukanlah hal yang asing bagi telinga, terkadang Alzheimer dan demensia sering disamakan, tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda meskipun berkaitan. Ciri dari Alzheimer adalah penurunan kognitif yang juga serupa dengan demensia!

Lalu, apa yang membedakan penyakit Alzheimer dan demensia?

[[artikel-terkait]]

Perbedaan mendasar penyakit Alzheimer dan demensia

Sebenarnya Alzheimer adalah salah satu bagian dari demensia atau dengan kata lain, demensia adalah payung besar yang di bawahnya terdapat penyakit Alzheimer.

Demensia adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala-gejala yang mempengaruhi performa sehari-hari, kemampuan komunikasi, dan otak.

Sementara, Alzheimer adalah sebuah penyakit pada otak yang secara perlahan dan bertahap merusak fungsi intelegensia dan memori. Alzheimer adalah salah satu tipe atau penyebab dari demensia.

Selain penyakit Alzheimer, sebenarnya terdapat berbagai macam jenis atau penyebab demensia lainnya, seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob, demensia vaskuler, dan sebagainya.

Sementara penyebab dari Alzheimer adalah karena adanya tumpukan protein beta-amyloid (plaque) dan protein tau di otak yang menghalangi sinyal saraf dan merusak sel saraf.

Perbedaan gejala Alzheimer dan demensia

Sekilas Alzheimer dan demensia memiliki gejala yang sama, yaitu gangguan memori, kesulitan dalam berkomunikasi, dan penurunan kemampuan untuk berpikir. Gejala dari demensia tergantung dari penyebabnya dan beberapa gejalanya mungkin bisa serupa dengan Alzheimer.

Namun, pada Alzheimer, gejala yang ditimbulkan tidak hanya sekedar gangguan memori, penurunan kemampuan untuk berpikir, ataupun kesulitan dalam berkomunikasi tetapi terdapat gejala lainnya.

Gejala lain dari alzheimer adalah berupa rasa acuh tak acuh, menurunnya kemampuan untuk menilai, kesulitan untuk mengingat percakapan atau kejadian yang baru saja terjadi, depresi, kebingungan, perubahan perilaku, dan disorientasi.

Pada tahapan penyakit Alzheimer yang lebih parah, penderita akan mengalami gejala berupa kesulitan menelan, berjalan, dan berbicara.

Perbedaan pengobatan Alzheimer dan demensia

Pengobatan demensia tergantung dari penyebabnya. Demensia bisa disembuhkan, tetapi beberapa tidak bisa diobati. Pengobatan demensia akan lebih bisa disembuhkan bila diakibatkan oleh tumor, hipoglikemia, obat-obatan, dan gangguan metabolisme.

Sementara itu, penyakit Alzheimer tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat ditangani gejalanya. Medikasi untuk Alzheimer adalah obat-obatan yang berfungsi untuk meringankan dampak Alzheimer, seperti kehilangan memori, masalah tidur, perubahan perilaku, dan depresi.

Beberapa pengobatan alternatif untuk penyakit Alzheimer, seperti minyak ikan ataupun minyak kelapa hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan fungsi otak.

Apa yang terjadi bila penyakit Alzheimer tidak segera ditangani?

Alzheimer's disease yang tidak segera ditangani akan menjadi semakin parah. Penyakit Alzheimer memang belum ada pengobatannya, tetapi penanganan yang cepat dan tepat mampu memperlambat proses perkembangan Alzheimer's disease

Penyakit Alzheimer yang kian parah akan semakin merusak fungsi kognitif dari penderitanya yang berdampak pada kesehatan fisiknya.

Misalnya saja, penderita akan kesulitan untuk melaporkan gejala penyakit, gangguan fisik, ataupun efek samping dari medikasi tertentu yang dirasakan, serta kesulitan untuk mengingat dan mengikuti instruksi pengobatan yang diberikan.

Pada tahapan akhir dari Alzheimer's disease, perubahan otak penderita telah mempengaruhi fungsi tubuhnya, seperti keseimbangan tubuh, kemampuan menelan, menahan buang air kecil ataupun besar, dan sebagainya. Beberapa kondisi medis yang mungkin dapat terjadi adalah:

Pencegahan penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang tidak bisa dicegah, tetapi perubahan gaya hidup tertentu bisa menurunkan risiko terkena Alzheimer. Pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur bisa mengurangi potensi mengidap penyakit Alzheimer maupun penyebab demensia lainnya.

Selain pola makan sehat dan olahraga yang teratur, membaca, membuat karya seni, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, berdansa, bermain alat musik, dan hal-hal lain yang membutuhkan kapasitas mental serta sosial mampu menurunkan risiko Alzheimer.

Konsultasi dengan dokter

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala demensia atau Alzheimer yang telah disebutkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih pasti mengenai apa yang sedang dialami.

Pengobatan Alzheimer belum ditemukan, tetapi penanganan yang tepat bisa meringankan gejala yang dialami dan mencegah agar gejala tidak bertambah parah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/alzheimers-disease/difference-dementia-alzheimers
Diakses pada 12 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447
Diakses pada 12 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/alzheimers/guide/alzheimers-and-dementia-whats-the-difference#1
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed