Sama-Sama Bikin Pikun, Ini Perbedaan Demensia dan Alzheimer


Perbedaan alzheimer dan demensia pada lansia perlu diketahui sebab kedua penyakit ini sering disamakan. Alzheimer sendiri sejatinya merupakan bagian dari demensia.

0,0
13 Jun 2019|Anita Djie
Demensia AlzheimerDemensia dan Alzheimer memiliki perbedaan, kendati keduanya sama-sama ditandai dengan gejala pikun
Terkadang, demensia dan Alzheimer sering disamakan. Padahal, keduanya adalah dua hal yang berbeda meskipun berkaitan dan sama menyebabkan pikun pada lansia. Perbedaan demensia dan Alzheimer ini bisa ditelisik dari sejumlah aspek, seperti gejala, penyebab, dan pengobatan.Simak penjelasan mengenai perbedaan antara demensia dan Alzheimer berikut ini.[[artikel-terkait]]

Perbedaan demensia dan Alzheimer yang paling mendasar

Sebenarnya Alzheimer adalah salah satu bagian dari demensia atau dengan kata lain, demensia adalah payung besar yang di bawahnya terdapat penyakit Alzheimer. Demensia adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala-gejala yang mempengaruhi performa sehari-hari, kemampuan komunikasi, dan otak. Sementara, Alzheimer adalah sebuah penyakit pada otak yang secara perlahan dan bertahap merusak fungsi intelegensia dan memori. Alzheimer adalah salah satu tipe atau penyebab dari demensia.
gangguan otak
Demensia adalah sindrom penurunan fungsi otak. Alzheimer adalah salah satu bentuk demensia

Perbedaan penyebab demensia dan Alzheimer

Aspek penyebab juga bisa menjadi pembeda antara demensia dan Alzheimer. Berikut penjelasan mengenai penyebab Alzheimer dan demensia:

1. Penyebab demensia

Penyebab demensia adalah adanya kerusakan pada sel-sel saraf yang ada di otak. Rusaknya sel-sel saraf tersebut dipicu oleh sejumlah faktor risiko, seperti:
  • Gangguan pembuluh darah otak
  • Stroke
  • Tumor otak
  • Gangguan metabolisme
  • Kekurangan nutrisi
  • Kelainan genetik 
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Keracunan bahan kimia
Selain itu, terdapat penyebab demensia lainnya, seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob dan demensia vaskuler.

2. Penyebab alzheimer

Sementara itu, penyebab Alzheimer hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun para ahli menduga hal ini terkait dengan aktivitas dua jenis protein yakni beta-amyloid dan tau. Sejumlah faktor lain seperti kelainan genetik dan gaya hidup juga ditengarai turut meningkatkan risiko lansia untuk mengalami Alzheimer.

Perbedaan gejala demensia dan Alzheimer

Sekilas demensia dan Alzheimer memiliki gejala yang sama, yaitu gangguan memori, kesulitan dalam berkomunikasi, dan penurunan kemampuan untuk berpikir.Namun, jika diperhatikan lebih spesifik, terdapat perbedaan gejala demensia dan Alzheimer. Berikut penjelasannya:

1. Gejala demensia

Gejala demensia tergantung dari penyebabnya dan beberapa gejalanya mungkin bisa serupa dengan Alzheimer.Beberapa gejala demensia, antara lain:
  • Lupa rangkaian kejadian atau informasi
  • Terus mengulangi komentar atau pertanyaan dalam waktu berdekatan
  • Lupa di mana meletakkan barang yang sehari-hari digunakan
  • Tidak mengetahui tanggal dan waktu
  • Sulit mengucapkan apa yang ada di pikiran
  • Mood mudah berubah
Jika demensia semakin memburuk, gejalanya bisa bertambah berupa:
  • Mengerjakan aktivitas sederhana seperti menekan remote hingga menyikat gigi kian sulit
  • Tidak bisa mengambil keputusan saat ada masalah
  • Perubahan pola tidur
  • Semakin sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara
  • Bingung, frustasi, depresi, cemas, sedih, dan mudah curiga
  • Halusinasi
  • Memerlukan bantuan orang untuk mengerjakan aktivitas sederhana
demensia alzheimer
Lansia penderita demensia membutuhkan bantuan orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari
Semua gejala demensia pada setiap orang bisa berbeda. Hal itu bergantung pada bagian otak mana yang mengalami masalah.Satu lagi hal yang membedakan demensia dan Alzheimer adalah gejalanya. Misalnya, orang dengan demensia Lewy body cenderung mengalami halusinasi, gangguan tidur, dan sulit menjaga keseimbangan.Sementara itu, demensia akibat Parkinson atau Huntington menunjukkan gejala lain. Tubuh penderitanya cenderung merepetisi gerakan tanpa instruksi.

2. Gejala Alzheimer

Pada penyakit Alzheimer, gejala yang ditimbulkan tidak hanya sekedar gangguan memori, penurunan kemampuan untuk berpikir, ataupun kesulitan dalam berkomunikasi tetapi terdapat gejala lainnya.Gejala lain dari alzheimer adalah berupa rasa acuh tak acuh, menurunnya kemampuan untuk menilai, kesulitan untuk mengingat percakapan atau kejadian yang baru saja terjadi, depresi, kebingungan, perubahan perilaku, dan disorientasi.Pada tahapan penyakit Alzheimer yang lebih parah, penderita akan mengalami gejala berupa kesulitan menelan, berjalan, dan berbicara.

Perbedaan pengobatan demensia dan Alzheimer

Perbedaan demensia dan Alzheimer juga bisa dilihat dari metode pengobatannya. Ini dia penjelasannya: 

1. Pengobatan demensia

Pengobatan demensia tergantung dari penyebabnya. Demensia bisa disembuhkan, tetapi beberapa tidak bisa diobati. Pengobatan demensia akan lebih bisa disembuhkan bila diakibatkan oleh tumor, hipoglikemia, obat-obatan, dan gangguan metabolisme.

2. Pengobatan Alzheimer

Sementara itu, penyakit Alzheimer tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat ditangani gejalanya. Medikasi untuk Alzheimer adalah obat-obatan yang berfungsi untuk meringankan dampak Alzheimer, seperti kehilangan memori, masalah tidur, perubahan perilaku, dan depresi.Beberapa pengobatan alternatif untuk penyakit Alzheimer, seperti minyak ikan ataupun minyak kelapa hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan fungsi otak.
demensia alzheimer
Alzheimer tidak dapat disembuhkan. Pengobatan hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang timbul

Apa yang terjadi bila penyakit Alzheimer tidak segera ditangani?

Penyakit Alzheimer yang tidak segera ditangani akan menjadi semakin parah. Penyakit Alzheimer memang belum ada pengobatannya, tetapi penanganan yang cepat dan tepat mampu memperlambat proses perkembangan penyakit ini. Alzheimer yang kian parah akan semakin merusak fungsi kognitif dari penderitanya yang berdampak pada kesehatan fisiknya.Misalnya saja, penderita akan kesulitan untuk melaporkan gejala penyakit, gangguan fisik, ataupun efek samping dari medikasi tertentu yang dirasakan, serta kesulitan untuk mengingat dan mengikuti instruksi pengobatan yang diberikan.Pada tahapan akhir dari Alzheimer's disease, perubahan otak penderita telah mempengaruhi fungsi tubuhnya, seperti keseimbangan tubuh, kemampuan menelan, menahan buang air kecil ataupun besar, dan sebagainya. Beberapa kondisi medis yang mungkin dapat terjadi adalah:

Pencegahan demensia dan Alzheimer

Demensia dan Alzheimer mungkin tidak bisa dicegah, tetapi perubahan gaya hidup tertentu bisa menurunkan tingkat keparahannya. Pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur bisa mengurangi potensi mengidap penyakit Alzheimer maupun penyebab demensia lainnya.Selain pola makan sehat dan olahraga yang teratur, membaca, membuat karya seni, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, berdansa, bermain alat musik, dan hal-hal lain yang membutuhkan kapasitas mental serta sosial mampu menurunkan risiko Alzheimer.
mencegah alzheimer
Tidak ada cara untuk mencegah demensia dan Alzheimer, namun risikonya dapat diminimalisir

Catatan dari SehatQ

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala demensia atau Alzheimer yang telah disebutkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih pasti mengenai apa yang sedang dialami. Gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk konsultasi medis yang lebih mudah dan cepat. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 
alzheimerdemensiagangguan lansiapikun
Healthline. https://www.healthline.com/health/alzheimers-disease/difference-dementia-alzheimers
Diakses pada 12 Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447
Diakses pada 12 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/alzheimers/guide/alzheimers-and-dementia-whats-the-difference#1
Diakses pada 12 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait