Salah satu jenis susu lain selain susu sapi yang bisa dicoba adalah susu almond dan susu oat
Tidak hanya susu kedelai, terdapat berbagai Jenis susu selain susu sapi lainnya, seperti susu almond, susu oat, dan sebagainya

Susu sapi merupakan pilihan susu yang paling sering digunakan dan sudah dikonsumsi sejak lama. Namun, saat sedang menerapkan diet vegetarian atau memiliki kondisi medis, seperti alergi susu sapi, maka Anda perlu mencari alternatif susu sapi lainnya.

Untungnya, Anda tidak perlu bingung, karena terdapat beragam jenis susu selain susu sapi yang bisa Anda konsumsi dan beredar di pasaran. Susu kedelai hanyalah salah satu dari berbagai jenis susu selain susu sapi.

Apa saja jenis susu selain susu sapi?

Apabila Anda menerapkan diet vegetarian ataupun memiliki kondisi medis tertentu, seperti intoleransi laktosa dan alergi susu sapi, maka Anda perlu mencari jenis susu selain susu sapi.

Susu kedelai atau susu soya selalu menjadi pilihan jenis susu selain susu sapi, tetapi sebenarnya terdapat berbagai jenis susu selain susu sapi. Tidak perlu bingung, karena Anda bisa mendapatkan daftar jenis susu selain susu sapi di bawah ini!

  • Susu kedelai

Susu kedelai adalah jenis susu pengganti susu sapi yang paling populer. Kacang kedelai dapat dibuat dari kacang kedelai ataupun protein isolate kacang kedelai. Umumnya, susu kedelai akan terasa ringan dan creamy.

Satu cangkir susu kedelai tanpa gula biasanya mengandung 80 kalori dengan tujuh gram protein, empat gram karbohidrat, dan empat gram lemak. Kandungan protein susu kedelai yang hampir setara dengan susu sapi dengan kalori yang lebih rendah cocok untuk dijadikan pilihan jenis susu selain susu sapi.

Akan tetapi, susu kedelai tidak sesuai untuk orang yang alergi kacang kedelai. Selain itu, penderita penyakit tiroid sebaiknya tidak mengonsumsi susu kedelai secara berlebih.

  • Susu almond

Susu almond bisa menjadi pilihan jenis susu selain susu sapi dengan cita rasa kacang yang sedikit manis dan ringan. Susu almond biasanya dibuat dari kacang almond atau campuran air dan mentega kacang almond.

Susu almond memiliki kalori dan kandungan nutrisi yang lebih rendah daripada susu kedelai. Satu cangkir susu almond tanpa gula tambahan mengandung 38 kalori dengan 2,5 gram lemak dan satu gram protein.

Selain itu, susu almond kaya akan vitamin E yang mampu menangkal radikal bebas. Sebaiknya pilih susu almond yang mengandung 7-15% kacang almond untuk mendapatkan serat dan nutrisi yang lebih banyak.

Sebelum memilih susu almond sebagai pilihan jenis susu selain susu sapi, Anda perlu mempertimbangkan adanya kandungan carrageenan dalam susu almond yang bisa memicu masalah pada pencernaan di beberapa orang.

  • Susu beras

Susu beras terbuat dari beras putih yang digiling ataupun campuran air dan beras cokelat. Susu beras memiliki rasa yang lebih manis dengan tekstur yang lebih cair dari pilihan jenis susu lainnya. Susu beras juga merupakan jenis susu yang berpotensi rendah memicu alergi.

Secangkir susu beras mengandung 113 protein, dua gram lemak, 27 karbohidrat, dan kurang dari satu gram protein. Kandungan kalori dalam susu beras hampir serupa dengan susu sapi dengan protein yang lebih sedikit dan karbohidrat yang lebih tinggi.

Kandungan karbohdirat yang tinggi membuat susu beras tidak cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Susu beras juga tidak cocok dikonsumsi oleh anak-anak, kaum lansia, dan atlet, karena memiliki kandungan protein yang rendah.

  • Susu kacang mete

Serupa dengan susu almond, susu kacang mete terbuat dari kacang mete maupun campuran mentega kacang mete dan air. Susu kacang mede memiliki cita rasa yang manis dengan rasa kacang yang samar.

Secangkir susu kacang mete tanpa gula hanya mengandung 25 kalori dengan satu gram protein, satu gram karbohidrat, dan dua gram lemak. Oleh karenanya, susu kacang mete cocok untuk orang yang sedang ingin menurunkan asupan kalori.

Kandungan karbohidrat yang rendah menjadikan susu kacang mete cocok untuk penderita diabetes. Namun, bagi orang yang ingin meningkatkan asupan protein, susu kacang mete kurang cocok untuk dijadikan pilihan jenis susu selain susu sapi.

  • Susu oat

Susu oat terbuat dari campuran air dan oat dengan rasa yang manis dan ringan. Secangkir susu oat mengandung 140 kalori dengan 4,5 gram lemak, 19 gram karbohidrat, dan 2,5 gram protein.

Susu oat mengandung serat dan beta-glukan yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Namun, perlu disadari bahwa susu oat tinggi kalori dan karbohidrat yang mungkin tidak sesuai sebagai pilihan jenis susu selain susu sapi untuk penderita diabetes dan orang yang sedang diet.

  • Susu kacang macadamia

Susu kacang macadamia lebih sering ditemukan di Australia dan terbuat dari campuran 3% kacang macadamia dan air. Susu kacang macadamia memiliki rasa yang lebih kaya dan creamy.

Secangkir susu kacang macadamia mengandung 50 kalori, satu gram protein, 4,5 gram lemak, dan satu gram karbohidrat. Susu macadamia dapat dijadikan salah satu sumber lemak tak jenuh.

Kandungan kalori dan karbohidrat yang rendah menjadikan susu macadamia cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan orang yang sedang ingin mengurangi asupan kalori.

  • Susu quinoa

Quinoa dikenal sebagai salah satu superfood yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat. Selain dapat dikonsumsi sebagai makanan, quinoa bisa dijadikan susu pengganti susu sapi.

Quinoa memiliki rasa yang sedikit manis dengan rasa quinoa dan kacang yang samar. Secangkir susu quinoa mengandung 70 kalori, dua gram protein, 12 gram karbohidrat, dan satu gram lemak.

Meskipun berkalori rendah dan tinggi nutrisi, tetapi susu quinoa merupakan salah satu pilihan jenis susu yang cukup menguras dompet.

  • Susu kelapa

Susu kelapa atau yang dikenal sebagai santan oleh orang Indonesia bisa dijadikan pilihan jenis susu selain susu sapi. Susu kelapa memiliki tekstur yang kental dan serupa dengan susu sapi, tetapi Anda juga bisa membeli susu kelapa yang sudah diencerkan.

Susu kepala atau santan memiliki tekstur yang creamy dengan cita rasa kelapa yang samar. Susu kelapa umumnya dibuat dari campuran daging kelapa dan air. Secangkir susu kelapa mengandung 45 kalori dan empat gram lemak.

Namun, susu kelapa yang sudah ditambahkan nutrisi lainnya bisa mengandung 74 kalori dengan kurang dari satu gram protein dan lima garam lemak. Susu kelapa adalah pilihan jenis susu selain susu sapi yang juga jarang menimbulkan alergi.

Namun, susu kelapa tinggi akan lemak jenuh serta memiliki kadar protein yang rendah. Serupa dengan susu almond, susu kelapa memiliki kandungan carrageenan yang berpeluang menimbulkan masalah pencernaan pada orang-orang tertentu.

Catatan dari SehatQ

Terdapat berbagai jenis susu selain susu sapi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, sebelum membeli jenis susu selain susu sapi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Kandungan kalsium dan vitamin B12, pilih jenis susu yang tinggi tambahan kalsium dan vitamin B12
  • Tambahan bahan kimia, sebaiknya beli jenis susu yang tidak banyak mengandung tambahan bahan kimia, seperti pengawet, pengental, dan sebagainya
  • Tambahan gula, hindari jenis susu yang tinggi gula atau yang menuliskan gula sebagai tiga komposisi pertamanya
  • Perhatikan komposisi, bila Anda memiliki alergi tertentu, periksa tabel komposisi untuk mengecek ada tidaknya komposisi pemicu alergi dalam susu yang ingin dibeli
  • Pertimbangkan harga, tiap jenis susu yang akan dibeli memiliki harga yang berbeda-beda, karenanya belilah jenis susu yang sesuai dengan kantong Anda

Selalu konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki alergi atau kondisi medis tertentu sebelum meminum pilihan jenis susu selain susu sapi yang diinginkan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-milk-substitutes#section11
Diakses pada 07 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/milk-almond-cow-soy-rice
Diakses pada 07 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323411.php
Diakses pada 07 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25411276
Diakses pada 07 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24884934/
Diakses pada 07 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed