Apakah Actinic Keratosis Dapat Berubah Menjadi Kanker Kulit?

Actinic keratosis dapat berkembang menjadi kanker kulit, penting bagi Anda untuk memeriksakannya ke dokter
Untuk mendeteksi gejala kanker kulit, cek apakah ada keanehan yang muncul pada kulit Anda

Penyakit kanker kulit mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak salah satu aktor terkenal yang memainkan tokoh Wolverine, Hugh Jackman, didiagnosis menderita kanker kulit pada tahun 2017.

Tidak hanya dari luar negeri, kasus kanker kulit juga muncul di Indonesia. Salah satu kasus terbaru adalah kanker kulit yang dialami menantu Hatta Rajasa, Adara Taista, yang akhirnya meninggal dunia pada 2018 silam.

Kanker kulit merupakan suatu kondisi yang serius dan perlu ditangani. Penyakit ini dapat dialami oleh siapapun tanpa peduli usia dan warna kulit. Deteksi dini sangat penting dilakukan agar penyakit ini dapat ditangani.

[[artikel-terkait]]

Actinic keratosis dan kanker kulit

Salah satu tanda pada kulit yang mungkin dapat berpotensi menjadi kanker adalah actinic keratosis. Tidak semua actinic keratosis dapat berkembang menjadi kanker kulit, akan tetapi penting bagi Anda untuk memeriksakannya ke dokter.

Actinic keratosis adalah bagian kulit yang mengeras dan rusak karena paparan sinar matahari selama bertahun-tahun. Actinic keratosis dapat terasa sakit dan gatal, keras dan kasar (seperti amplas), serta memiliki diameter beberapa milimeter atau centimeter.

Selain itu, actinic keratosis bisa menonjol seperti kutil atau tidak menonjol sama sekali. Warna kulit yang mengalami actinic keratosis dapat berwarna merah muda, cokelat, merah, atau bahkan berwarna seperti kulit biasanya.

Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk selalu memeriksakan diri ke dokter jika terdapat benjolan atau tanda pada kulit yang tidak normal.

Berkenalan dengan kanker kulit

Kanker kulit merupakan suatu kondisi yang dialami ketika terdapat pertumbuhan sel kulit yang abnormal. Biasanya kanker kulit muncul pada bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari, tetapi kanker kulit juga dapat muncul pada bagian kulit yang jarang terkena sinar matahari.

Kanker kulit dipicu oleh adanya mutasi dari DNA pada sel kulit yang menyebabkan sel kulit bertumbuh secara tidak terkendali dan menjadi kanker. Kanker kulit muncul pada bagian kulit epidermis yang memiliki tiga macam sel, yaitu sel skuamosa, sel basal, dan melanosit.

Oleh karenanya, kanker kulit terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari sel kulit mana yang menjadi kanker.

Gejala kanker kulit

Kanker kulit dapat muncul di mana saja, seperti di wajah, bibir, telinga, lengan, kulit kepala, leher, tangan, paha, dada, telapak tangan atau kaki, bagian bawah kuku tangan atau kaki, dan bahkan pada daerah alat kelamin.

Gejala kanker kulit tergantung dari jenis kanker kulit yang dialami. Namun, pengecekan fisik dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat keanehan pada kulit Anda.

Anda bisa memeriksa tubuh di depan cermin atau meminta bantuan orang terdekat untuk mengecek tubuh Anda.

Penyebab kanker kulit

Kanker kulit secara umum disebabkan karena adanya mutasi atau eror pada DNA di sel kulit. Mutasi tersebut memicu pertumbuhan sel kulit secara tidak terkontrol dan menimbulkan kumpulan sel kanker.

Mutasi sel bisa terjadi di tiga macam sel kulit, yakni sel skuamosa, sel basal, dan melanosit. Kemunculan sel kanker di sel yang berbeda memiliki penanganan yang berbeda pula.

Sel skuamosa terletak di bagian luar kulit dan sel basal terletak di bagian bawah sel skuamosa serta befungsi untuk memproduksi sel kulit baru. Sementara melanosit berada di bagian bawah epidermis dan berperan untuk memproduksi pigmen melanin.

Pengecekan kulit

Saat mengecek kulit dan menemukan suatu tanda pada kulit (berupa tahi lalat dan sebagainya), Anda perlu memerhatikan kesimetrisan, tepian, warna, diameter, dan perkembangan dari tahi lalat tersebut.

Pada aspek kesimetrisan, lihatlah apakah tanda pada kulit sudah simetris dan kedua sisinya memiliki bentuk yang serupa jika ditarik garis lurus pada tengahnya. Pada aspek tepian, perhatikanlah apakah tanda pada kulit memiliki tepian yang menyebar atau tidak beraturan.

Sementara pada aspek warna, yang perlu diperhatikan adalah apakah terdapat warna-warna seperti hitam, biru, merah, abu-abu, atau putih pada tanda. Untuk aspek diameter, perhatikan apakah diameter dari tanda makin membesar atau tidak.

Pada aspek yang terakhir atau aspek perkembangan tanda pada kulit, Anda perlu mengawasi secara teratur apakah tanda pada kulit berubah atau makin bertumbuh.

Artikel Terkait

Banner Telemed