Apa yang Terjadi pada Janin dan Ibu pada Usia Hamil 19 Minggu?

(0)
Perkembangan janin dan perubahan tubuh ibu pada usia hamil 19 minggu terus terjadiUkuran perut ibu semakin membesar pada usia hamil 19 minggu
Selamat! Kini, ibu sudah memasuki usia hamil 19 minggu. Ini artinya, ukuran perut ibu semakin membesar.Pada usia janin 19 minggu, ia akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik pada fungsi organ dan kemampuan fisiknya.Penasaran dengan perkembangan janin pada usia kehamilan 19 minggu dan perubahan tubuh pada ibu yang terjadi? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Seperti apa perkembangan janin pada usia hamil 19 minggu?

Pada usia hamil 19 minggu atau memasuki usia kehamilan trimester kedua, ukuran janin sudah seukuran buah mangga dengan berat sekitar 230 gram dan panjang sekitar 15 sentimeter dari kepala sampai kaki.Adapun beberapa perkembangan yang terjadi pada janin usia hamil 19 minggu, di antaranya:

1. Pertumbuhan rambut

Salah satu perkembangan janin 19 minggu adalah tumbuhnya rambut-rambut halus di usia kehamilan ini. Rambut di kulit kepala mulai akan tumbuh pada rentang usia kehamilan 19-21 minggu.Selain itu, rambut pada wajah, seperti alis dan bulu mata, juga mulai tumbuh pada usia kehamilan 19 minggu.

2. Saraf janin mulai berkembang

Perkembangan saraf janin telah mencapai puncaknya pada usia hamil 19 minggu. Ini berarti, beberapa sarafnya, seperti penciuman, pengecap, pendengaran, penglihatan, dan sentuhan sudah semakin berkembang pada otak janin.

3. Lapisan kulit bayi mulai tumbuh

Perkembangan janin 19 minggu dalam kandungan juga mulai memperlihatkan tumbuhnya lapisan kulit bayi berlilin berwarna putih dan bertekstur yang dikenal dengan istilah vernix caseosa.Selain melindungi kulit bayi dari cairan ketuban, vernix caseosa berfungsi untuk:
  • Sebagai pelumas sehingga memudahkan bayi melewati jalan lahir dengan lebih mudah
  • Mencegah infeksi
  • Mengatur suhu tubuh bayi
  • Melembapkan kulit bayi
  • Mempercepat penyembuhan luka

4. Lemak coklat (brown fat) mulai berkembang

Jika sebelumnya bayi sudah mengembangkan jaringan lemak putih yang berfungsi menyimpan energi. Pada janin 19 minggu, bayi mulai mengembangkan lemak coklat atau brown fat.Bayi membutuhkan lemak coklat untuk menghasilkan panas tubuh dan menyesuaikan temperatur suhu tubuh saat ia keluar dari rahim ibu.

Perubahan pada tubuh ibu di usia hamil 19 minggu

Selain perkembangan janin, bertambahnya usia kehamilan pada ibu hamil juga menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh Anda. Apa saja perubahan pada tubuh ibu di usia hamil 19 minggu?

1. Adanya tendangan janin yang dirasakan ibu

Ibu mulai merasakan tendangan janin pada usia hamil 19 minggu
Gerakan janin bisa berlangsung cepat
Pada usia hamil 19 minggu, gerakan janin dalam kandungan sudah semakin aktif. Intensitas dan frekuensi gerakan janin akan berbeda-beda.Mungkin ada beberapa gerakan janin yang berlangsung cepat dan Anda tidak menyadarinya. Akan tetapi, ada pula gerakan janin lain, seperti tendangan dan pukulan dapat Anda rasakan.Jika Anda merasakan gerakan janin semakin berkurang setiap harinya, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan janin 19 minggu dalam kandungan baik-baik saja.

2. Kaki kram

Perubahan tubuh ibu pada usia kehamilan 19 minggu berikutnya adalah kaki kram. Meski dapat terjadi pada siang hari, tetapi kaki kram saat hamil akan terasa terutama pada malam hari.Kaki kram sering terasa menyakitkan dan terjadi di area betis, bahkan terkadang sampai tidak dapat digerakkan. Kram kaki merupakan kondisi umum yang terjadi selama usia trimester kedua dan ketiga kehamilan.Hingga kini, penyebab kram kaki saat hamil belum dapat diketahui. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh kelelahan membawa beban ekstra di dalam perut.Ada yang menyebutkan bahwa penyebab kaki kram saat hamil adalah karena pembuluh darah yang membawa darah dari dan ke kaki tertekan oleh rahim yang semakin membesar.Selain itu, penyebab kram kaki saat hamil dapat diduga oleh ibu hamil yang kekurangan asupan cairan tubuh. Meski demikian, belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan penyebab kram kaki saat hamil satu ini.

3. Kaki bengkak

Kaki bengkak saat hamil merupakan gejala hamil 19 minggu
Banyaknya cairan di tubuh saat hamil membuat kaki bengkak
Kaki bengkak juga menjadi perubahan pada tubuh ibu yang terjadi pada usia hamil 19 minggu. Kaki bengkak saat hamil dapat disebabkan oleh banyaknya cairan di tubuh dan ligamen yang meregang.Pada usia kehamilan ini, Anda akan mulai merasakan sepatu kesayangan terasa lebih sesak atau sempit dari biasanya.Jika masih dirasa nyaman, Anda dapat menggunakannya. Atau Anda bisa menanggalkan sepatu tersebut dan beralih mengenakan sandal.

4. Nyeri perut bagian bawah

Pada usia hamil 19 minggu, Anda mungkin sesekali akan mengalami rasa nyeri di perut bagian bawah atau rasa nyeri seperti ditusuk di satu atau kedua sisi perut.Hal ini mungkin terjadi terutama saat Anda berpindah posisi atau cukup aktif berkegiatan selama seharian.Nyeri perut bagian bawah dapat disebabkan oleh ligamen yang menopang rahim untuk membesar seiring bertambahnya ukuran perut ibu hamil.

5. Pregnancy brain

Ibu hamil mungkin akan mengalami pregnancy brain atau baby brain pada usia kehamilan 19 minggu.Pregnancy brain sebenarnya bukan penyakit atau kelainan medis, melainkan suatu kondisi di mana ibu hamil jadi mudah pelupa, sulit mengingat, sulit konsentrasi, hingga merasa linglung atau bingung.

Cara menjaga kehamilan pada usia kehamilan 19 minggu

Ibu harus menjaga kehamilan pada usia hamil 19 minggu
Bercinta saat hamil 19 minggu boleh dilakukan
Pada usia janin 19 minggu atau usia kehamilan 4 bulan 3 minggu, Anda perlu menjaga kesehatan dan keselamatan diri dan janin dalam kandungan.Adapun beberapa cara menjaga kehamilan di usia hamil 19 minggu, di antaranya:

1. Makan porsi kecil tetapi lebih sering

Makan banyak saat hamil merupakan suatu hal yang wajar. Tetapi, semakin banyak makanan yang Anda makan, maka semakin banyak gas yang menumpuk pada sistem pencernaan.Alangkah baiknya, ibu hamil usia kehamilan 19 minggu makan dengan porsi kecil tetapi intensitasnya lebih sering. Misalnya, 6 kali sehari.Cara ini dilakukan untuk menjaga asupan nutrisi agar lebih stabil di setiap waktu makan. Selain itu, untuk mencegah sistem pencernaan Anda dalam mencerna makanan dengan baik.Dengan demikian, penumpukan gas di dalam perut Anda dapat terkendali.

2. Mengubah posisi

Mengubah posisi juga menjadi cara menjaga kehamilan di usia hamil 19 minggu.Jika ibu hamil sudah terlalu lama berdiri, sebaiknya istirahatkan kaki dengan duduk sejenak. Sebaliknya, apabila Anda sudah terlalu lama duduk, ada baiknya berdiri atau berjalan beberapa saat.

3. Seks

Bercinta saat hamil tergolong aman dilakukan pada semua tahap kehamilan, tak terkecuali di usia 19 minggu.Asalkan, janin dalam kandungan dan ibu hamil tidak memiliki masalah tertentu atau kehamilan dalam kondisi sehat. Meski demikian, bukan berarti Anda dapat melakukannya setiap hari.Sebab, keinginan Anda untuk melakukan hubungan seks saat hamil akan sangat tergantung pada kondisi kesehatan, psikologis, usia kehamilan, dan perubahan tubuh ibu lainnya.Jadi, alangkah baiknya, Anda membicarakan terlebih dulu dengan pasangan sebelum memutuskan melakukan hubungan intim.Walau bagaimanapun juga, seks saat hamil tetap penting guna menjaga hubungan Anda dan pasangan tetap harmonis dan intim.

4. Cukup tidur dan hindari stres

Stres, kurang tidur, dan pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko ibu hamil terkena pregnancy brain.Meski Anda tidak dapat mencegah kondisi ini sepenuhnya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang bergizi, tidur yang cukup, dan hindari stres.

5. Lakukan tes amniosentesis

Jika Anda belum melakukan tes amniosentesis, dokter kandungan mungkin akan merekomendasikan tes di usia hamil 19 minggu.Tes amniosentesis dilakukan dengan cara mengambil sampel cairan ketuban dari kantung yang mengelilingi janin dalam kandungan.Sampel tersebut lalu diuji untuk melihat apakah bayi Anda memiliki cacat lahir atau kelainan genetik tertentu atau tidak, seperti down syndrome.Tes amniosentesis dapat dilakukan untuk alasan tertentu. Namun, ini bukan jenis pemeriksaan yang rutin dilakukan.Mengingat ada beberapa risiko yang mungkin muncul apabila Anda melakukan tes ini, sebaiknya diskusikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan tes amniosentesis.Perkembangan janin dan perubahan tubuh pada ibu hamil terus terjadi pada usia kehamilan 19 minggu.Kendati demikian, ibu pada usia hamil 19 minggu tetap perlu waspada apabila mengalami kondisi medis tertentu atau gejala saat hamil yang tidak biasa. Segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebab pastinya.
menjaga kehamilanhamilkehamilanibu hamil
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/19-weeks-pregnant-4159012
Diakses pada 31 Agustus 2020
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/amniocentesis-risk-odds-of-miscarriage-2371531
Diakses pada 31 Agustus 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/week19.html
Diakses pada 31 Agustus 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/19-weeks-pregnant
Diakses pada 31 Agustus 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-19.aspx
Diakses pada 31 Agustus 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/pregnancy/week-by-week/second-trimester/19-weeks
Diakses pada 31 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait