Apa yang Terjadi Jika Kita Tidur Lebih dari 24 Jam?


Jika ada yang penasaran berapa lama manusia bisa bertahan tidak tidur lebih dari 24 jam, rekornya adalah 264 jam. Ini setara dengan 11 hari berturut-turut. Namun tidak tidur berisiko menimbulkan penyakit.

(0)
08 Mar 2021|Azelia Trifiana
Tubuh manusia memerlukan jam tidur yang cukupTubuh manusia memerlukan jam tidur yang cukup
Jika ada yang penasaran berapa lama manusia bisa bertahan tidak tidur lebih dari 24 jam, rekornya adalah 264 jam. Ini setara dengan 11 hari berturut-turut. Namun tanpa perlu menunggu 11 hari sekalipun, tidak mengistirahatkan tubuh selama 24 jam saja sudah sangat berisiko.Lebih jauh lagi, semakin lama durasi tidak tidur, risikonya akan menjadi semakin besar. Bahkan ketika 3-4 hari tidak tidur, manusia bisa mulai mengalami halusinasi.

Apa yang terjadi pada tubuh?

Bagi sebagian orang, tidak tidur selama lebih dari 24 jam mungkin hal biasa. Pemicunya beragam mulai dari mengejar tenggat waktu tugas, pekerjaan, menjaga anak sakit, hingga masalah tidur lainnya.Sayangnya, dampak dari tidak tidur ini cukup signifikan pada tubuh, seperti:

1. Jatuh sakit

Konsekuensi pertama dan paling tak terelakkan dari tidak tidur lebih dari 24 jam adalah jatuh sakit. Alasannya karena kemampuan tubuh untuk melawan penyakit menurun drastis ketika kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi. Menurut penelitian pada tahun 2014, ada hubungan timbal balik antara tidur dan sistem kekebalan tubuh manusia.

2. Kesehatan jantung terganggu

Kurang tidur juga akan berdampak pada kesehatan jantung seseorang. Menurut analisis yang dipublikasikan di European Heart Journal, kurang tidur dan terlalu lama tidur akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan jantung. Lebih jauh lagi, risiko mengalami penyakit jantung koroner hingga stroke meningkat pada orang yang kurang tidur.

3. Menjadi pelupa

Jangan heran apabila seseorang menjadi pelupa terhadap banyak hal ketika kebutuhan tidurnya tidak diprioritaskan. Alasannya karena tidur sangat berdampak pada proses menyerap informasi dan daya ingat seseorang. Untuk bisa menyerap hal baru dan memasukkannya dalam memori, manusia perlu istirahat yang cukup dan layak.

4. Gairah seksual menurun

Bukan hanya imunitas, libido pun bisa menurun apabila seseorang kurang tidur. Dalam sebuah studi terhadap laki-laki dewasa yang tidak tidur selama sepekan, level testosteron dalam tubuh mereka turun drastis. Bahkan, hormon seksualnya menurun sekitar 5-10%. Bukan hanya itu, mood juga memburuk dari hari ke hari.

5. Kenaikan berat badan

Angka di timbangan pun bisa ikut naik ketika seseorang membiasakan dirinya atau terpaksa tidak tidur lebih dari 24 jam. Ada sebuah studi terhadap 21.649 orang dewasa berusia di atas 20 tahun yang meneliti hubungan antara tidur dan berat badan.Hasilnya, orang yang tidur kurang dari 5 jam setiap malamnya lebih rentan mengalami kenaikan berat badan hingga obesitas. Ini berlawanan dengan orang yang tidur cukup selama 7-8 jam setiap harinya yang memiliki berat badan lebih stabil.

6. Rentan mengalami kecelakaan

Begadang semalaman saja bisa membuat seseorang tidak bisa beraktivitas optimal keesokan harinya. Mengantuk dan lesu, itu konsekuensi yang pasti. Bahkan, risiko ini meningkat ketika harus melakukan aktivitas dengan konsentrasi tinggi seperti menyetir kendaraan. Tentu saja, kemungkinan mengalami kecelakaan lebih besar.Orang yang paling rentan mengalami risiko ini adalah pekerja shift, supir, dan semua profesi dengan jam kerja tidak wajar. Termasuk pebisnis yang harus terbang dari satu negara ke negara lain dan rentan mengalami jet lag.

7. Kulit terdampak

Apabila risiko-risiko di atas tidak terasa begitu mengancam karena tak terlihat secara kasat mata, jangan lupa bahwa kesehatan kulit pun menjadi taruhan. Dalam sebuah studi pada sekelompok orang berusia 30-50 tahun, terbukti bahwa mereka yang kurang tidur memiliki lebih banyak kerutan, kering, warna kulit tidak merata, dan kulit menjadi kendur.

8. Hormon berantakan

Siklus tidur dan terjaga seseorang turut berperan dalam mengatur hormon termasuk kortisol, insulin, dan human growth hormone. Hasilnya, tidak terjaga selama beberapa hari dapat mengubah fungsi tubuh, seperti nafsu makan, metabolisme, temperatur, mood, hingga level stres.

Dampak tidak tidur lebih dari 24 jam

mengantuk saat menyetir
Kelelahan dan mengantuk jadi efek utamanya
Semakin lama seseorang terjaga, akan semakin besar risiko yang terjadi. Beberapa efek tidak tidur lebih dari 36 jam bisa menyebabkan:
  • Kelelahan luar biasa
  • Motivasi menurun
  • Mengambil keputusan yang berisiko
  • Tidak bisa berpikir rasional
  • Rentang fokus menurun
  • Masalah saat berbicara (intonasi dan pilihan kata)
Kemudian jika terus berlanjut tidak tidur selama 48 jam, akan terjadi periode tidur sejenak selama 30 detik yang disebut microsleep. Ini terjadi tanpa bisa dikendalikan. Setelah microsleep terjadi, seseorang akan merasa bingung atau tanpa arah.Setelah 72 jam tidak tidur, idealnya seorang individu akan merasakan keinginan begitu besar untuk terlelap. Fungsi eksekutif seperti mengingat detail dan fokus menurun drastis. Bahkan, mereka bisa merasa kesulitan menyelesaikan hal sederhana sekalipun.Jangan lupakan risikonya terhadap kondisi emosi. Mereka akan lebih mudah tersinggung, depresi, cemas berlebih, hingga paranoia. Bahkan, orang dalam kondisi ini akan sulit membedakan ekspresi orang lain saat sedang marah atau senang.Lebih jauh lagi, begadang berhari-hari akan membuat seseorang mengalami halusinasi. Ini adalah misinterpretasi tentang suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.Gejala yang cukup ekstrem setelah kurang tidur akan muncul setelah 36 jam tidak tidur. Apabila terjadi sesekali karena situasi darurat, memang tidak masalah begadang lebih dari 24 jam.

Namun apabila terjadi cukup sering – baik disengaja maupun tidak – sudah saatnya mengambil tindakan. Jika tidak, kesehatan fisik dan mental menjadi taruhannya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar masalah tidur yang harus mendapat penanganan profesional, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah tidurhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sleep/what-happens-to-your-body-when-you-lose-sleep#heart-health
Diakses pada 20 Februari 2021
Springer Link. https://link.springer.com/article/10.1007/s11325-011-0583-0
Diakses pada 20 Februari 2021
Cleveland Media. http://media.cleveland.com/health_impact/other/Lauder%20Sleep%20Skin%20Study%202013%20IID%20Poster%20%202013%20final.pdf
Diakses pada 20 Februari 2021
JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/1029127
Diakses pada 20 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sleep/how-long-can-you-go-without-sleep#takeaway
Diakses pada 20 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait