Bibir pucat bisa menjadi indikasi gangguan medis
Bibir pucat membuat penampilan tidak menarik

Bibir menjadi salah satu bagian wajah yang membuat penampilan Anda menarik. Tak heran muncul produk pemulas bibir untuk menjadikannya lebih berwarna. Warna alami bibir yang sehat adalah merah muda. Namun ada kalanya bibir berubah warna menjadi pucat. Perubahan warna ini sering menjadi indikator kondisi kesehatan Anda.

Penyebab bibir pucat ada banyak. Beberapa di antaranya adalah paparan sinar matahari sampai sindrom Laugier-Hunziker, Anda bisa mengetahui penyebab bibir pucat yang dialami melalui artikel ini.

Apa penyebab bibir pucat?

Meski beberapa orang memiliki warna bibir yang lebih gelap atau pucat dibandingkan yang lain. Namun perubahannya selalu terlihat jika warnanya menjadi pucat. Berikut adalah beberapa pemicu bibir pucat yang mungkin dialami.

  • Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan bibir pucat. Hal ini disebut actinic keratosis. Selain merubah warna bibir, paparan sinar matahari dapat menyebabkan timbulnya bintik-bintik.

  • Merokok

Merokok juga menjadi penyebab bibir pucat. Zat-zat kimiawi dalam rokok dapat merubah warna bibir. Semakin sering merokok maka perubahannya semakin terlihat

  • Kekurangan zat besi

Penyebab warna bibir pucat lainnya adalah kekurangan zat besi. Terkadang, penderita anemia zat besi hanya menunjukkan gejala yang ringan seperti perubahan warna bibir. Bahkan dalam beberapa kasus tidak mengalami gangguan apapun.

Selain bibir pucat, beberapa gejala yang bisa dirasakan ketika seseorang mengalami kekurangan zat besi adalah pusing, sakit kepala, detak jantung tidak beraturan, nyeri dada, pusing, sesak napas, lemas, kulit yang terkelupas dekat mulut, dan kuku yang rapuh.

  • Kelebihan zat besi (hemokromatosis)

Siapa sangka, memiliki kadar zat besi berlebih dalam tubuh atau hemokromatosis juga dapat mengakibatkan bibir pucat.

Selain bibir pucat, Anda bisa mengalami nyeri perut, peradangan di sendi, kelelahan, penyakit hati, libido yang rendah, disfungsi ereksi, dan penurunan berat badan.

  • Sianosis

Sianosis terjadi saat kadar oksigen dalam sirkulasi darah menurun. Menurunnya oksigen dalam darah dapat menyebabkan bibir pucat kebiruan. Sianosis muncul ketika kadar oksigen dalam darah di bawah 85 persen.

Sianosis dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, misalnya pneumonia, penyumbatan darah, hemoglobin yang tidak normal, dan serangan jantung.

Anda perlu segera ke dokter apabila sianosis diiringi dengan gejala lain, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, sakit kepala, kebingungan, otot yang melemah, rasa lemas, pusing, dan kehilangan koordinasi tubuh.

  • Kandidiasis oral

Kandidiasis oral merupakan suatu penyakit yang dipicu oleh pertumbuhan jamur Candida di mulut yang dapat memunculkan bercak kuning di bibir, lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.

Tidak hanya dapat menyebabkan bibir pucat dan bercak-bercak, Anda juga dapat mengalami rasa sakit saat menelan atau makan, rasa tidak enak di mulut, kurang bisa merasakan cita rasa makanan, kemerahan dan nyeri di mulut, serta kulit yang kering dan terkelupas di ujung bibir.

  • Penyakit Addison

Penyakit Addison merupakan kondisi yang diakibatkan oleh ketidakmampuan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon kortisol ataupun aldosterone yang memadai untuk tubuh. Hal ini dapat menimbulkan kulit dan bibir menjadi memucat atau menggelap.

  • Sindrom Laugier-Hunziker

Meskipun jarang terdengar, sindrom Laugier-Hunziker dapat menyebabkan bibir pucat yang diiringi dengan titik-titik cokelat hitam berukuran dua sampai lima milimeter pada bagian dalam mulut dan bibir.

Selain di mulut dan bibir, titik-titik cokelat kehitaman ini juga bisa muncul di bagian ujung jari tangan ataupun kaki.

  • Sindrom Peutz-Jeghers

Berbeda dengan sindrom Laugier-Hunziker, sindrom Peutz-Jeghers merupakan kondisi yang diturunkan dan menyebabkan pertumbuhan tumor jinak di pencernaan, mulut, dan bibir. Gangguan ini memicu bibir pucat dan berbintik-bintik hitam kecil.

  • Melanoma

Kanker melanoma adalah kanker yang dapat muncul di kulit. Kanker ini ditandai dengan kemunculan titik yang memiliki bentuk dan warna yang berbeda serta semakin melebar atau membesar.

Bibir pucat yang disertai dengan titik atau bercak yang makin menyebar perlu segera diperiksakan untuk memastikan kemungkinan ada tidaknya melanoma.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Anda tidak perlu cemas, karena tidak semua bibir pucat disebabkan oleh gangguan medis tertentu.

Kadang kala, obat-obatan tertentu, seperti obat kanker, antikejang, antipsikotik, antimalaria, obat yang mengandung logam berat, dan tetracycline bisa memunculkan efek samping berupa bibir pucat.

Catatan dari SehatQ

Penyebab bibir pucat beraneka ragam, mulai dari yang ringan, seperti terpapar sinar matahari, sampai yang berbahaya, seperti kanker melanoma.

Apabila bibir pucat terus-menerus muncul atau diiringi dengan gejala lainnya, segera konsultasikan dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/discolored-lips
Diakses pada 28 Mei 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/lip-discoloration#laugier-hunziker-syndrome
Diakses pada 28 Mei 2020

Artikel Terkait