Apa yang Bisa Membuat Mata Buta? Kenali dan Waspadai Faktornya

(0)
03 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tergantung penyebabnya, mata buta ada yang bisa disembuhkan ada yang tidakPenyebab mata buta bisa beragam mulai dari kecelakaan, glaukoma hingga diabetes
Penyebab mata muta ada beragam. Tidak hanya karena kecelakaan, kebutaan juga bisa timbul akibat penyakit yang menyerang mata hingga sebagai komplikasi penyakit lain, seperti diabetes.Seseorang dikatakan buta saat matanya tidak bisa membedakan kegelapan dan cahaya. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.Terkadang, penyebutan kebutaan sering tertukar dengan rabun atau penurunan kemampuan melihat. Pada orang yang rabun, penggunaan alat bantu seperti kaca mata dan lensa kontak akan membantu memerbaiki penglihatan, tapi tidak sama halnya dengan kondisi kebutaan.

Penyebab kebutaan yang perlu diwaspadai

Penyebab kebutaan ada beragam, mulai dari kecelakaan hingga penyakit. Berikut ini beberapa penyebab mata buta yang perlu diwaspadai.

1. Penyakit mata yang menyebabkan kebutaan

Penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan antara lain:
  • Katarak. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi kabur dan berkabut. Mata akan terlihat seperti tertutupi kabut putih.
  • Degenerasi makula. Pada degenerasi makula, terjadi kerusakan pada bagian yang berfungsi membuat mata bisa melihat secara detail. Kondisi ini biasanya menyerang lansia.
  • Glaukoma. Penyakit ini merusak saraf mata yang berfungsi menyampaikan informasi visual dari mata ke otak.
  • Tumor. Tumor yang muncul pada retina ataupun saraf mata bisa menyebabkan kebutaan.
  • Neuritis optik. Kondisi peradangan ini dapat menyebabkan mata buta sementara maupun permanen.
  • Mata malas atau lazy eye. Kondisi ini bisa membuat penderitanya sulit melihat, dan pada beberapa kasus bisa berujung pada kebutaan.
  • Retinitis pigmentosa. Kerusakan pada retina ini dapat berakhir dengan kebutaan. Namun, kondisi ini jarang yang berkembang menjadi parah.

2. Kebutaan bisa terjadi akibat komplikasi penyakit lain

Selain karena gangguan yang menyerang mata secara langsung, kebutaan juga bisa terjadi akibat komplikasi penyakit lain, seperti diabetes dan stroke. Bahkan, retinopati diabetes, yang merupakan komplikasi diabetes yang menyerang mata, sudah terjadi pada sekitar tiga juta orang di seluruh dunia.Kebutaan juga bisa terjadi pada korban kecelakaan atau orang yang mengalami benturan keras di mata dan kepala.

3. Penyebab kebutaan pada bayi dan anak-anak

Sementara itu pada bayi dan anak-anak, kebutaan bisa terjadi karena beberapa hal di bawah ini.
  • Pembentukan mata saat di dalam kandungan tidak berlangsung sempurna
  • Keturunan dari orangtua
  • Kecelakaan atau benturan keras
  • Katarak kongenital yang bisa berujung pada kondisi mata malas.

Gejala yang akan dirasakan saat mata menuju kebutaan

Pada kebutaan yang disebabkan oleh penyakit, hilangnya penglihatan biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Hilangnya kemampuan penglihatan umumnya terjadi secara bertahap, di awali dengan gejala-gejala berikut ini.
  • Pandangan terlihat kabur dan berbayang
  • Tidak dapat melihat perbedaan bentuk-bentuk benda
  • Tidak bisa melihat saat malam hari
  • Tunnel vision atau mata hanya bisa terfokus di bagian tengah benda dan tidak bisa melihat sisi kiri maupun kanan suatu benda, seperti saat Anda sedang berada di dalam terowongan
Pada bayi, gejala kebutaan sedikit lebih sulit dikenali, karena Si Kecil belum bisa berkomunikasi.Saat bayi berusia 6-8 minggu, bayi seharusnya sudah bisa menatap fokus ke suatu benda dan pandangannya dapat mengikuti gerakan benda. Lalu memasuki usia 4 bulan, mata bayi sudah mulai sejajar dan tidak juling.Sehingga, apabila Si Kecil mulai menunjukkan beberapa gejala di bawah ini, orangtua perlu lebih waspada.
  • Tidak bisa mengikuti suatu objek dengan matanya
  • Pergerakan dan posisi mata tidak biasa meski telah berusia di atas 6 bulan
  • Anak sering menggosok-gosok mata
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Mata merah tak kunjung hilang
  • Mata sering berair
  • Warna pupil mata cenderung putih

Bisakah mata buta disembuhkan?

Tidak semua kasus mata buta bisa disembuhkan. Semua itu tergantung dari penyebab kebutaan itu sendiri.Pada katarak, misalnya, kemampuan melihat umumnya bisa pulih setelah pengidap penyakit ini menjalani operasi katarak. Sementara itu pada retinopati diabetes, kerusakan yang sudah terjadi pada mata tidak bisa lagi diperbaiki, sehingga perawatan yang dilakukan bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih jauh.Pada kasus kebutuaan yang tidak bisa disembuhkan, penderitanya perlu belajar untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan alat bantu, seperti tongkat.Selain itu, orang yang mengalami kebutaan juga bisa belajar untuk membaca huruf braile, atau mengubah pengaturan telepon pintarnya agar bisa digunakan dengan komando suara.

Cegah kebutaan dengan langkah-langkah ini

Kebutaan maupun gangguan penglihatan secara umum merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Menurut data dari badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) yang diterbitkan tahun 2019, ada sekitar 2,2 miliar orang di seluruh dunia yang punya masalah pada penglihatannya. Sekitar 1 miliar di antaranya sebenarnya masih bisa dicegah.Karena itu, langkah pencegahaan kebutaan maupun gangguan penglihatan lainnya perlu lebih digalakkan. Anda sendiri bisa memulainya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama buah dan sayur-sayuran hijau
  • Mengurangi kopi, memperbanyak konsumsi teh hangat
  • Mengonsumsi suplemen magnesium
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin memeriksakan kondisi mata ke dokter, terutama jika memiliki keluarga dengan riwayat glaukoma dan diabetes
Kebutaan yang dipicu oleh penyakit, umumnya bisa dicegah selama Anda menjalani gaya hidup yang sehat. Jadi mulai sekarang, usahakan untuk memulainya secara perlahan.
penyakit matasaraf matagangguan matamata malas
American Academy of Opthalmology. https://www.aao.org/newsroom/news-releases/detail/10-tips-to-reduce-your-chance-of-losing-vision
Diakses pada 22 Juni 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment
Diakses pada 22 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/blindness
Diakses pada 22 Juni 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/blindness/article.htm#blindness_facts
Diakses pada 22 Juni 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/visual-impaired.html
Diakses pada 22 Juni 2020
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/congenital-cataracts.htm
Diakses pada 22 Juni 2020
National Eye Institute. https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/diabetic-retinopathy
Diakses pada 22 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait