logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Ketahui Penyebab Alzheimer pada Lansia dan Cara Mengatasinya

open-summary

Walau penyebab Alzheimer belum bisa dipastikan dengan jelas, diyakini bahwa penyakit ini berkaitan dengan masalah dua jenis protein di dalam otak. Dua protein tersebut yakni beta-amyloid yang membentuk plak dan protein tau yang menjadi kusut.


close-summary

4.83

(6)

25 Agt 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Penyebab Alzheimer belum bisa dipastikan namun berkaitan dengan masalah protein di otak

Penyebab Alzheimer hingga kini masih belum diketahui secara pasti

Table of Content

  • Apa penyebab Alzheimer pada lansia?
  • Faktor risiko Alzheimer 
  • Pengobatan penyakit Alzheimer
  • Catatan dari SehatQ

Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang memicu penurunan daya pikir otak dengan perlahan. Penyakit ini dapat memicu berbagai gejala, mulai dari masalah daya ingat, kesulitan berpikir, serta gangguan berbicara. Apa sebenarnya penyebab Alzheimer dan bagaimana cara mengatasinya?

Advertisement

Apa penyebab Alzheimer pada lansia?

Belum jelas penyebab pasti dari penyakit Alzheimer. Namun, diyakini bahwa penyakit degeneratif ini berkaitan dengan masalah protein otak yang gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Protein di otak tersebut yakni beta-amyloid yang membentuk plak dan protein tau yang menjadi kusut. 

Protein yang gagal berfungsi tersebut mengganggu sel otak dan memicu rangkaian kondisi berbahaya bagi organ ini. Sel otak akan rusak, kehilangan koneksi satu sama lain, dan pada akhirnya menjadi mati.

Kerusakan pada organ penderita Alzheimer sering bermula di bagian otak yang mengontrol memori. Proses kerusakan tersebut bisa terjadi sebelum gejala awal ditunjukkan oleh pasien. Seiring berjalannya waktu, sel otak bagian lain juga akan turut ‘mati’ dan pada akhirnya otak akan menyusut secara signifikan.

penyebab alzheimer
faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan turut menjadi penyebab Alzheimer pada lansia

Ilmuwan juga percaya bahwa pada banyak penderitanya, kombinasi faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan dapat menjadi faktor penyebab penyakit Alzheimer. Beberapa kasus Alzheimer mungkin juga disebabkan oleh perubahan gen spesifik. Kasus langka ini biasanya memicu Alzheimer yang menyerang pada usia menengah.

Sementara itu, sejumlah ahli hingga kini fokus meneliti peran dua protein di otak yang dikaitkan dengan penyebab Alzheimer, yaitu:

1. Beta-amyloid

Beta-amyloid adalah fragmen sisa dari protein yang lebih besar. Fragmen ini dapat berkumpul bersama dan diyakini menimbulkan efek beracun pada sel otak serta mengganggu komunikasi antar sel. 

Kumpulan fragmen sisa tersebut dapat terakumulasi membentuk plak amiloid, di mana sisa-sisa sel lain juga masuk dalam plak tersebut.

2. Protein tau

Protein tau berperan penting dalam sistem pengedaran nutrisi serta mendukung kondisi internal sel-sel otak. Pada penyakit Alzheimer, bentuk protein tau dapat berubah dan membentuk struktur kusut yang disebut neurofibrillary tangle.

Struktur kusut ini mengganggu sistem transportasi sel-sel otak dan menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi sel otak. 

Faktor risiko Alzheimer 

Wanita cenderung berisiko mengalami Alzheimer
Kebanyakan penderita Alzheimer adalah wanita

Selain kemungkinan penyebab Alzheimer di atas, beberapa hal berikut juga dapat menjadi faktor risiko penyakit degeneratif ini, yaitu:

  • Pertambahan usia. Pertambahan usia disebutkan menjadi faktor yang sangat berperan terhadap terjadinya penyakit Alzheimer.
  • Genetik dan riwayat keluarga. Risiko Alzheimer meningkat jika keluarga derajat pertama juga menderita Alzheimer, seperti orangtua dan saudara kandung.
  • Menderita down syndrome, di mana munculnya gejala Alzheimer pada orang dengan down syndrome bisa 10-20 tahun lebih cepat. Hal ini juga bisa disebabkan akibat kesalahan genetik pada down syndrome yang dapat menyebabkan penumpukan plak amyloid di otak.
  • Wanita. Banyak penderita Alzheimer merupakan wanita karena cenderung hidup lebih lama dibandingkan pria.
  • Menderita gangguan kognitif ringan, yakni penurunan kemampuan memori dan daya pikir. Penurunan daya pikir ini dianggap terlalu ‘cepat’ dan tidak sesuai dengan pertambahan usianya. 
  • Trauma pada kepala di masa lalu
  • Pola tidur berantakan
  • Gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti kurang olahraga, merokok, kolesterol tinggi, memiliki berat badan berlebih hingga menderita tekanan darah tinggi.
  • Kurang terlibat dalam aktivitas sosial dan tingkat pendidikan yang rendah

Baca Juga

  • Mengenal Hipotalamus dan Ragam Fungsinya yang Penting
  • Ini Penyebab Penurunan Fungsi Kognitif pada Lansia dan Cara Mencegahnya
  • Mengenal Sistem Limbik pada Otak Manusia dan Penyakit yang Menyertainya

Pengobatan penyakit Alzheimer

Sayangnya, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Namun, dokter dapat meresepkan obat yang membantu meredakan gejala serta memperlambat perkembangan penyakit degeneratif ini.

1. Obat Alzheimer tahap awal hingga menengah

Untuk penyakit Alzheimer di fase ini, dokter dapat meresepkan donepezil atau rivastigmine. Obat ini dapat menjaga kadar asetilkolin, senyawa otak yang berperan dalam daya ingat.

2. Obat Alzheimer tahap menengah cenderung berat

Pada fase di mana Alzheimer sudah cenderung berat, dokter akan meresepkan donepezil namun juga memberikan memantine. Obat memantine dapat menghambat efek senyawa otak yang disebut glutamat.

Glutamat banyak dilepaskan saat seseorang menderita penyakit Alzheimer dan bersifat merusak sel otak.

3. Obat lain untuk Alzheimer

Untuk menangani kondisi psikologis pasien Alzheimer, dokter mungkin juga akan meresepkan antidepresan, anticemas, dan antipsikotik.

Catatan dari SehatQ

Penyebab Alzheimer belum diketahui dengan pasti. Namun, diperkirakan bahwa penyakit degeneratif ini berkaitan dengan dua protein di otak, yakni beta-amyloid dan protein tau. Penanganan Alzheimer akan fokus pada meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyakit Alzheimer beserta penanganannya, Anda bisa tanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 

Advertisement

gangguan lansiaalzheimerkesehatan otakpenyakit otakkesehatan lansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved