Apa Sebenarnya Penyebab Alzheimer yang Ganggu Daya Pikir Penderitanya?

(0)
25 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab Alzheimer belum bisa dipastikan namun berkaitan dengan masalah protein di otakPenderita Alzheimer mengalami penurunan daya ingat dan kesulitan berpikir
Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang memicu penurunan daya pikir otak dengan perlahan. Penyakit ini dapat memicu berbagai gejala, mulai dari masalah daya ingat, kesulitan berpikir, serta gangguan berbicara. Apa sebenarnya penyebab penyakit Alzheimer yang belum ada obatnya ini?

Apa penyebab penyakit Alzheimer?

Belum jelas penyebab pasti dari penyakit Alzheimer. Namun, diyakini bahwa penyakit degeneratif ini berkaitan dengan masalah protein otak yang gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Protein di otak tersebut yakni beta-amyloid yang membentuk plak dan protein tau yang menjadi kusut. Protein yang gagal berfungsi tersebut mengganggu sel otak dan memicu rangkaian kondisi berbahaya bagi organ ini. Sel otak akan rusak, kehilangan koneksi satu sama lain, dan pada akhirnya menjadi mati.Kerusakan pada organ penderita Alzheimer sering bermula di bagian otak yang mengontrol memori. Proses kerusakan tersebut bisa terjadi sebelum gejala awal ditunjukkan oleh pasien. Seiring berjalannya waktu, sel otak bagian lain juga akan turut ‘mati’ dan pada akhirnya otak akan menyusut secara signifikan.Ilmuwan juga percaya bahwa pada banyak penderitanya, kombinasi faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan dapat menjadi faktor penyebab penyakit Alzheimer. Beberapa kasus Alzheimer mungkin juga disebabkan oleh perubahan gen spesifik. Kasus langka ini biasanya memicu Alzheimer yang menyerang pada usia menengah.

Dua protein otak yang dikaitkan dengan penyebab Alzheimer

Para ahli hingga kini fokus meneliti peran dua protein di otak yang dikaitkan dengan penyebab Alzheimer:

1. Beta-amyloid

Beta-amyloid adalah fragmen sisa dari protein yang lebih besar. Fragmen ini dapat berkumpul bersama dan diyakini menimbulkan efek beracun pada sel otak serta mengganggu komunikasi antar sel. Kumpulan fragmen sisa tersebut dapat terakumulasi membentuk plak amiloid, di mana sisa-sisa sel lain juga masuk dalam plak tersebut.

2. Protein tau

Protein tau berperan penting dalam sistem pengedaran nutrisi serta mendukung kondisi internal sel-sel otak. Pada penyakit Alzheimer, bentuk protein tau dapat berubah dan membentuk struktur kusut yang disebut neurofibrillary tangle. Struktur kusut ini mengganggu sistem transportasi sel-sel otak dan menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi sel otak. 

Faktor risiko penyakit Alzheimer

Wanita cenderung berisiko mengalami Alzheimer
Kebanyakan penderita Alzheimer adalah wanita
Selain kemungkinan penyebab Alzheimer di atas, beberapa hal berikut ini juga dapat menjadi faktor risiko penyakit degeneratif ini:
  • Pertambahan usia. Pertambahan usia disebutkan menjadi faktor yang sangat berperan terhadap terjadinya penyakit Alzheimer.
  • Genetik dan riwayat keluarga. Risiko Alzheimer meningkat jika keluarga derajat pertama juga menderita Alzheimer, seperti orangtua dan saudara kandung.
  • Menderita down syndrome, di mana munculnya gejala Alzheimer pada orang dengan down syndrome bisa 10-20 tahun lebih cepat. Hal ini juga bisa disebabkan akibat kesalahan genetik pada down syndrome yang dapat menyebabkan penumpukan plak amyloid di otak.
  • Wanita. Banyak penderita Alzheimer merupakan wanita karena cenderung hidup lebih lama dibandingkan pria.
  • Menderita gangguan kognitif ringan, yakni penurunan kemampuan memori dan daya pikir. Penurunan daya pikir ini dianggap terlalu ‘cepat’ dan tidak sesuai dengan pertambahan usianya. 
  • Trauma pada kepala di masa lalu
  • Pola tidur berantakan
  • Gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti kurang olahraga, merokok, kolesterol tinggi, memiliki berat badan berlebih hingga menderita tekanan darah tinggi.
  • Kurang terlibat dalam aktivitas sosial dan tingkat pendidikan yang rendah

Obat untuk menangani Alzheimer

Sayangnya, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Namun, dokter dapat meresepkan obat yang membantu meredakan gejala serta memperlambat perkembangan penyakit degeneratif ini.

1. Obat untuk Alzheimer awal hingga menengah

Untuk penyakit Alzheimer di fase ini, dokter dapat meresepkan donepezil atau rivastigmine. Obat ini dapat menjaga kadar asetilkolin, senyawa otak yang berperan dalam daya ingat.

2. Obat untuk Alzheimer menengah cenderung berat

Pada fase di mana Alzheimer sudah cenderung berat, dokter akan meresepkan donepezil namun juga memberikan memantine. Obat memantine dapat menghambat efek senyawa otak yang disebut glutamat. Glutamat banyak dilepaskan saat seseorang menderita penyakit Alzheimer dan bersifat merusak sel otak.

3. Obat lain untuk Alzheimer

Untuk menangani kondisi psikologis pasien Alzheimer, dokter mungkin juga akan meresepkan antidepresan, anticemas, dan antipsikotik.

Catatan dari SehatQ

Penyebab penyakit Alzheimer belum diketahui dengan pasti. Namun, diperkirakan bahwa penyakit degeneratif ini berkaitan dengan dua protein di otak, yakni beta-amyloid dan protein tau. Penanganan Alzheimer akan fokus pada meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit ini.
gangguan lansiaalzheimerkesehatan otakpenyakit otakpenyakit genetik
Healthline. https://www.healthline.com/health/alzheimers-disease
Diakses pada 11 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease
Diakses pada 11 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/alzheimers-disease/causes/
Diakses pada 11 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait