Imunisasi Adalah Upaya Membuat Tubuh Kebal Penyakit, Samakah dengan Vaksinasi?


Pengertian imunisasi adalah proses menjadi imun atau upaya untuk membentuk imunitas seseorang agar kebal terhadap penyakit tertentu. Imunisasi dilakukan dengan vaksinasi atau terpapar virus langsung.

(0)
25 Feb 2020|Anita Djie
Imunisasi adalah upaya agar tubuh kebal penyakit.Proses imunisasi melibatkan jarum suntik
Imunisasi identik dengan tusukan di lengan untuk memasukkan vaksin tertentu. Meskipun terlihat menakutkan bagi beberapa orang, imunisasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan saat masih kanak-kanak maupun orang dewasa.Bagi sebagian besar masyarakat, pengertian imunisasi adalah cara untuk bisa mencegah berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh melalui suntikan vaksin. Hal ini tidak salah, tetapi masih ada pengertian imunisasi yang lebih tepat.

Apa pengertian imunisasi?

Pengertian imunisasi tidak hanya sekedar proses penyuntikan vaksin sebagai cara untuk mencegah penyakit menyerang tubuh. Lebih tepatnya, imunisasi lebih adalah proses Anda menjadi imun terhadap suatu penyakit melalui vaksinasi atau secara alamiah. Singkatnya, imunisasi adalah upaya untuk menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.Anda dapat mengalami proses imunisasi tidak hanya melalui vaksinasi atau penyuntikan vaksin berisi virus tertentu yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, tetapi juga saat tubuh secara langsung terpapar virus penyakit tertentu.Saat tubuh diserang dengan virus penyakit tertentu, sistem imun tubuh dapat bereaksi dengan cepat untuk mencegah infeksi dan perkembangan virus merusak tubuh. Setelahnya, sistem imun Anda akan dapat mengingat virus yang sama dan dengan lebih mudah menangkalnya.Saat hal tersebut terjadi, Anda sudah menjalani proses imunisasi yang mana memiliki risiko yang lebih rendah. Proses imunisasi dapat berlangsung sekitar dua minggu dan perlindungan terhadap penyakit tersebut mungkin belum bisa dirasakan secara langsung.Bahkan beberapa imunisasi memerlukan beberapa kali vaksinasi untuk bisa mendapatkan perlindungan secara utuh terhadap penyakit tertentu. Salah satunya, vaksin difteri, tetanus, dan pertusis memerlukan beberapa kali penyuntikan vaksin dalam jangka waktu tertentu.Pengertian imunisasi terkadang merujuk pada perlindungan total seumur hidup terhadap penyakit tertentu. Akan tetapi, imunisasi tidak selalu dapat dinikmati sampai hari tua, karena beberapa perlindungan imunisasi dari vaksinasi memiliki jangka waktu tertentu. Maka dari itu, terdapat pula jenis vaksin dewasa yang berguna sebagai upaya penguatan atau booster dari vaksinasi yang telah diterima sebelumnya.Misalnya saja, vaksinasi tetanus hanya dapat memberikan perlindungan selama 30 tahun. Setelahnya, Anda perlu mendapatkan booster untuk bisa mempertahankan perlindungan tersebut.

Kaitan imunisasi dan vaksinasi

Pengertian imunisasi umumnya diasosiasikan dengan vaksinasi karena penyuntikan vaksin merupakan cara paling praktis dan dikenal agar tubuh dapat mengembangkan daya tahan tubuhnya untuk mencegah serangan virus tertentu tersebut.Ada beragam vaksin yang sudah dibuat untuk bisa menangkal berbagai penyakit, seperti tetanus, hepatitis B, rubella, pertusis, polio, gondok, difteri, dan campak. Vaksinasi juga tidak hanya disuntikkan, tetapi dapat dikonsumsi secara oral, misalnya vaksinasi polio.Anda juga perlu memahami bahwa tidak perlindungan dari vaksinasi tidak 100 persen dapat menjaga Anda dari serangan penyakit tertentu, karena terkadang Anda juga tetap bisa mengidap penyakit tersebut.Akan tetapi, dengan pemberian vaksin, Anda dan buah hati tidak akan mengalami dampak dari serangan penyakit yang separah dengan orang yang tidak menjalani vaksinasi ataupun belum mengalami imunisasi.

Kapan vaksinasi perlu dilakukan?

Imunisasi melalui vaksinasi dapat dilakukan pada anak-anak dari lahir sampai yang berusia enam tahun. Anak sangat direkomendasikan untuk menjalani vaksinasi dasar, seperti polio, difteri, tetanus, dan pertusis.Tidak hanya anak-anak, orang dewasa dan remaja juga dapat mengikuti vaksinasi penyakit tertentu, seperti tetanus dan influenza. Terkadang vaksin yang diberikan hanya berupa booster untuk mempertahankan perlindungan dari vaksinasi awal.Penting bagi Anda dan Si Kecil untuk selalu menjalani vaksinasi rutin dan tidak melupakan jadwal vaksinasi yang direkomendasikan untuk mencegah terserang penyakit tertentu yang dapat mengancam nyawa.

Apa saja jenis imunisasi yang direkomendasikan?

Ikatan Dokter Anak Indonesia dan ahli merekomendasikan beberapa jenis imunisasi untuk anak yang perlu diberikan sesuai dengan usia. Terdapat empat pembagian kelompok usia, yaitu di bawah 1 tahun, 1-4 tahun, 5-12 tahun, dan 12-18 tahun.

1. Imunisasi untuk anak di bawah 1 tahun

Dalam periode ini, anak setidaknya mendapatkan enam jenis vaksin, yaitu:
  • vaksin heaptitis B
  • BCG untuk mencegah tuberkulosis (TBC)
  • DPT-HiB atau difteri pertusis tetanus dan Haemophilus influenzae
  • imunisasi polio
  • campak
  • Pneumokokus (PVC) dan rotavirus

2. Imunisasi untuk anak usia 1-4 tahun

Beberapa vaksin yang diberikan pada periode ini dilakukan sebagai imunisasi lanjutan atau vaksin penguat dari rentang usia sebelumnya:
  • DPT saat 18 bualn
  • polio saat usia 18 bulan
  • HiB saat 15-18 bulan
  • Pneumokokus saat 12-15 bulan
Selain itu, anak juga dapat diberi imunisasi tambahan, seperti MMR, tifoid, hepattis A, varisela, dan influenza.

3. Imunisasi untuk anak 5-12 tahun

Pada periode ini, anak akan mendapatkan jenis vaksin yang sebelumnya pernah diberikan sebagai upaya penguatan atau booster. Jenis imunisasi yang diberikan, yaitu DPT, campak, dan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella).

4. Imunisasi 12-18 tahun

Anak juga masih akan mendapatkan vaksin ulang pada periode ini. Jenis imunisasi yang diberikan dapat berupa DPT booster, vaksin tifoid ulang, hepatitis A, dan varisela. Selain itu, anak juga dapat diberikan jenis vaksin HPV.

Sementara itu, orang dewasa dapat diberikan vaksin HPV, hepatitis A dan B, Tdap (Tetanus, Difteri, Pertusis), Pneumokokus, MMR, dan cacar ular (Shingles). Pemberian vaksin dewasa merupakan bentuk pencegahan yang efektif sekaligus penguatan dari vaksin yang sebelumnya pernah diberikan.

Apakah ada efek dari imunisasi melalui vaksinasi?

Metode vaksinasi untuk imunisasi tergolong aman dan biasanya hanya menimbulkan efek samping berupa demam ringan dan kemerahan atau rasa nyeri di sekitar daerah bekas penyuntikan. Efek samping ini dapat reda setelah beberapa hari.Namun, Anda harus waspada akan reaksi alergi yang dapat muncul jika tubuh tidak dapat mentoleransi vaksin yang diberikan. Segera pergi ke dokter jika Anda atau Si Kecil mengalami efek samping vaksinasi atau reaksi alergi.

Catatan dari SehatQ

Pengertian imunisasi tidak hanya melibatkan pemberian vaksin, tetapi merujuk pada proses pembentukan imunitas Anda terhadap penyakit tertentu melalui vaksinasi atau terpapar secara langsung dengan virus penyakit tertentu.Imunisasi melalui vaksinasi memiliki jadwal yang berbeda-beda, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal vaksinasi dan vaksinasi apa saja yang dibutuhkan.
imunisasi anakhidup sehatpola hidup sehat
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/immunisation-or-vaccination-whats-the-difference
Diakses pada 25 Februari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/immunization.html
Diakses pada 25 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/immunizations-vaccines-power-of-preparation#1
Diakses pada 25 Februari 2020
Kementerian Kesehatan Indonesia. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf
Diakses pada 17 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/vaccines/features/adult-immunizations-boosters
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait