Meski terlihat sama, pengertian vaksinasi dan imunisasi berbeda
Proses imunisasi melibatkan jarum suntik

Imunisasi identik dengan tusukan di lengan untuk memasukkan vaksin tertentu. Meskipun terlihat menakutkan bagi beberapa orang, imunisasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan saat masih kanak-kanak maupun orang dewasa.

Pengertian imunisasi dalam masyarakat umumnya adalah cara untuk bisa mencegah berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh melalui suntikan vaksin. Hal ini tidak salah, tetapi masih ada pengertian imunisasi yang lebih tepat.

Apa pengertian imunisasi?

Pengertian imunisasi tidak hanya sekedar proses penyuntikan vaksin sebagai cara untuk mencegah penyakit menyerang tubuh karena imunisasi lebih tepatnya adalah proses Anda menjadi imun terhadap suatu penyakit melalui vaksinasi atau secara alamiah.

Oleh karenanya, Anda dapat mengalami proses imunisasi tidak hanya melalui vaksinasi atau penyuntikan vaksin berisi virus tertentu yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, tetapi juga saat tubuh secara langsung terpapar virus penyakit tertentu.

Saat tubuh diserang dengan virus penyakit tertentu, sistem imun tubuh dapat bereaksi dengan cepat untuk mencegah perkembangan virus merusak tubuh. Setelahnya sistem imun Anda akan dapat mengingat virus yang sama dan dengan lebih mudah menangkalnya.

Saat hal tersebut terjadi, Anda sudah menjalani proses imunisasi. Proses imunisasi jenis ini memiliki risiko yang lebih rendah. Proses imunisasi dapat berlangsung sekitar dua minggu dan perlindungan terhadap penyakit tersebut mungkin belum bisa dirasakan secara langsung.

Bahkan beberapa imunisasi memerlukan beberapa kali vaksinasi untuk bisa mendapatkan perlindungan terhadap penyakit tertentu secara utuh. Misalnya, vaksin difteri, tetanus, dan pertusis memerlukan beberapa kali penyuntikan vaksin dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian imunisasi terkadang merujuk pada perlindungan total seumur hidup terhadap penyakit tertentu. Akan tetapi, imunisasi tidak selalu dapat dinikmati sampai hari tua, karena beberapa perlindungan imunisasi dari vaksinasi memiliki jangka waktu tertentu.

Misalnya saja, vaksinasi tetanus hanya dapat memberikan perlindungan selama 30 tahun. Setelahnya, Anda perlu mendapatkan booster untuk bisa mempertahankan perlindungan tersebut.

Kaitan imunisasi dan vaksinasi

Pengertian imunisasi umumnya diasosiasikan dengan vaksinasi karena penyuntikan vaksin merupakan cara paling praktis dan dikenal agar tubuh dapat mengembangkan daya tahan tubuhnya untuk mencegah serangan virus tertentu tersebut.

Ada beragam vaksin yang sudah dibuat untuk bisa menangkal berbagai penyakit, seperti tetanus, hepatitis B, rubella, pertusis, polio, gondok, difteri, dan campak. Vaksinasi juga tidak hanya disuntikkan, tetapi dapat dikonsumsi secara oral, misalnya vaksinasi polio.

Anda juga perlu memahami bahwa tidak perlindungan dari vaksinasi tidak 100 persen dapat menjaga Anda dari terjangan penyakit tertentu, karena terkadang Anda juga tetap bisa mengidap penyakit tersebut.

Akan tetapi, dengan pemberian vaksin, Anda dan buah hati tidak akan mengalami dampak dari serangan penyakit yang separah dengan orang yang tidak menjalani vaksinasi ataupun belum mengalami imunisasi.

Kapan vaksinasi perlu dilakukan?

Imunisasi melalui vaksinasi dapat dilakukan pada anak-anak dari lahir sampai yang berusia enam tahun. Anak sangat direkomendasikan untuk menjalani vaksinasi dasar, seperti polio, difteri, tetanus, dan pertusis.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa dan remaja juga dapat mengikuti vaksinasi penyakit tertentu, seperti tetanus dan influenza. Terkadang vaksin yang diberikan hanya berupa booster untuk mempertahankan perlindungan dari vaksinasi awal.

Penting bagi Anda dan Si Kecil untuk selalu menjalani vaksinasi rutin dan tidak melupakan jadwal vaksinasi yang direkomendasikan untuk mencegah terserang penyakit tertentu yang dapat mengancam nyawa.

Apakah ada efek dari imunisasi melalui vaksinasi?

Metode vaksinasi untuk imunisasi tergolong aman dan biasanya hanya menimbulkan efek samping berupa demam ringan dan kemerahan atau rasa nyeri di sekitar daerah bekas penyuntikan. Efek samping ini dapat reda setelah beberapa hari.

Namun, Anda harus waspada akan reaksi alergi yang dapat muncul jika tubuh tidak dapat mentoleransi vaksin yang diberikan. Segera pergi ke dokter jika Anda atau Si Kecil mengalami reaksi alergi setelah vaksinasi.

Catatan dari SehatQ

Pengertian imunisasi tidak hanya melibatkan pemberian vaksin, tetapi merujuk pada proses pembentukan imunitas Anda terhadap penyakit tertentu melalui vaksinasi atau terpapar secara langsung dengan virus penyakit tertentu.

Imunisasi melalui vaksinasi memiliki jadwal yang berbeda-beda, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal vaksinasi dan vaksinasi apa saja yang dibutuhkan.

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/immunisation-or-vaccination-whats-the-difference
Diakses pada 25 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/immunization.html
Diakses pada 25 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/immunizations-vaccines-power-of-preparation#1
Diakses pada 25 Februari 2020

Artikel Terkait