logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Hamil 31 Minggu, Apa Saja yang Terjadi pada Janin dan Ibu?

open-summary

Pada usia hamil 31 minggu, perkembangan otak bayi terjadi, bayi bisa berkedip, bernapas, dan bergerak lebih leluasa. Sementara, perut ibu membesar diiringi dengan perubahan sebagai berikut.


close-summary

9 Sep 2020

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Di usia hamil 31 minggu bayi dalam kandungan sudah bisa mengedipkan mata

Pada usia hamil 31 minggu, otak dan susunan saraf janin semakin berkembang

Table of Content

  • Perkembangan janin pada usia 31 minggu
  • Perubahan tubuh ibu di usia kehamilan 31 minggu
  • Cara menjaga kehamilan untuk ibu dan janin di usia 31 minggu

Memasuki usia hamil 31 minggu, umumnya tonjolan perut ibu sudah semakin membesar. Pada usia kehamilan 31 minggu, berbagai perkembangan pada janin terus terjadi. Ibu hamil juga merasakan berbagai perubahan dalam dirinya.

Advertisement

Lantas apa saja yang terjadi pada ibu dan janin di usia kehamilan trimester 3 ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Perkembangan janin pada usia 31 minggu

Usia hamil 31 minggu, perkembangan bayi semakin banyak terjadi
Bayi sudah bisa berkedip pada usia hamil 31 minggu

Pada usia kehamilan 31 minggu, perkembangan janin dalam kandungan sudah sebesar buah kelapa. Bayi Anda kira-kira sudah memiliki panjang sekitar 40 sentimeter dari kepala sampai tumit dan berat badan mencapai 1,7 kilogram.

Adapun beberapa perkembangan yang terjadi pada janin usia hamil 31 minggu atau usia trimester ketiga kehamilan, di antaranya:

1. Bayi sudah bisa berkedip

Salah satu perkembangan bayi usia kehamilan 31 minggu adalah bayi dalam kandungan sudah bisa berkedip.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Kedokteran Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery, bayi pada usia hamil 31 minggu cenderung mengedipkan matanya dengan lambat, yakni kira-kira 6-15 kali dalam satu jam.

2. Otak dan susunan saraf janin semakin berkembang

Perkembangan otak bayi dalam kandungan pada usia kehamilan 31 minggu sudah mulai berfungsi sepenuhnya. Koneksi antara sel-sel saraf di otak sudah semakin terbentuk sempurna.

Bayi dalam kandungan pada usia kandungan 31 minggu ini diyakini sudah dapat memproses informasi, melacak cahaya, hingga menangkap sinyal dengan kelima inderanya.

Akan tetapi, indera penciuman bayi dalam kandungan belum dapat bekerja optimal karena berada dalam cairan ketuban rahim.

Saat pemeriksaan ultrasonografi (USG), Anda juga dapat melihat susunan saraf tulang belakang yang semakin berkembang.

3. Bergerak lebih leluasa

Organ dalam janin di usia kandungan 31 minggu terus berkembang. Bayi dalam kandungan usia kehamilan 31 minggu sudah bisa cegukan, menelan, bernapas, serta menggerakkan tangan dan kaki kecilnya.

Faktanya, beberapa bayi bahkan mengisap jempol jarinya dengan sangat kuat saat berada di dalam rahim di usia kehamulan ini.

4. Bayi sudah bisa kencing sendiri

Memasuki usia hamil 7 bulan, janin di dalam kandungan sudah bisa kencing sendiri. Bayi dapat mengeluarkan urine yang kemudian bercampur dengan cairan ketuban. Bayi pun dapat menelan cairan ketuban.

Dikutip dari Kidshealthperkembangan menelan bayi juka bisa dilihat dari air ketubannya. Di usia kehamilan ini, terlalu banyak cairan di kantung ketuban (polihidramnion) dapat mengindikasikan banyai tidak dapat menelan dengan normal. Sementara tidak ada cukup cairan di kantung ketuban bisa (oligohidramnion) bisa berarti bayi tidak buang air kecil dengan baik.

Untuk itu, guna memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi, Anda sebaiknya tidak melewatkan pemeriksaan kehamilan rutin.

Baca juga: Cara Memperbanyak Air Ketuban untuk Perkembangan Janin Sehat

Perubahan tubuh ibu di usia kehamilan 31 minggu

Pada usia hamil 11 minggu, bayi sudah seukuran buah kelapa
Tonjolan perut ibu pada usia 31 minggu sudah semakin besar

Tidak hanya perkembangan janin yang semakin sempurna pada usia hamil 31 minggu, tubuh ibu nyatanya juga  menimbulkan sejumlah perubahan. Di usia kehamilan ini, tinggi fundus ibu juga semakin bertambah yang menandakan tubuh bayi terus berkembang. Tinggi fundus normal hamil 31 minggu adalah 31 cm atau berkisar antara 28 - 34 cm.

Berikut perubahan yang terjadi pada ibu dan keluhan hamil 31 minggu yang umum terjadi.

1. Keluarnya ASI

Salah satu perubahan tubuh ibu di usia kehamilan ini adalah payudara ibu mulai mempersiapkan diri dengan mengeluarkan kelenjar susu.

Pada usia kehamilan 31 minggu, payudara ibu mungkin sudah mulai menghasilkan kolostrum. Kolostrum adalah cairan pra-susu yang menyediakan kalori dan nutrisi penting pada hari-hari pertama bayi lahir.

Beberapa ibu hamil ada yang memiliki tekstur cairan kolostrum encer dan berair. Namun, ada pula yang berwarna kekuningan.

Anda tak perlu kaget apabila ASI yang keluar di usia kehamilan ini terkadang sampai “banjir” dan membasahi pakaian.

2. Merasa sesak napas

Sesak napas juga menjadi perubahan pada ibu hamil di usia kehamilan 31 minggu.

Penyebab sesak napas saat hamil adalah bertambahnya ukuran rahim yang menyebabkan diafragma tertekan sehingga dapat mengganggu pernapasan

Meski kondisi ini dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, Anda tak perlu khawatir karena bayi dalam kandungan masih mendapatkan asupan oksigen melalui plasenta.

Sesak napas pada ibu hamil merupakan kondisi yang umum terjadi.

Sebagai solusinya, Anda dapat makan dalam porsi lebih sedikit, tetapi frekuensinya lebih sering. Ibu hamil juga bisa tidur dalam posisi miring ke kiri untuk membantu meringankan rasa tidak nyaman.

3. Nyeri punggung

Perubahan tubuh pada ibu hamil usia 31 minggu adalah nyeri punggung bawah seiring perkembangan bayi dalam kandungan.

Nyeri punggung bawah pada ibu hamil dapat disebabkan oleh hormon kehamilan yang mengakibatkan longgarnya sendi dan ligamen yang mengikat tulang panggul ke tulang belakang.

Selain itu, perkembangan rahim yang semakin membesar memicu tekanan pada saraf skiatika. Saraf skiatika adalah saraf yang membentang dari punggung bawah ke bokong dan dari area pinggul ke bagian belakang kaki.

Kondisi ini tidak membahayakan janin dalam kandungan sehingga Anda tak perlu khawatir. Anda hanya perlu bergerak atau mengubah posisi sesekali untuk menghilangkan nyeri punggung.

Baca juga: 4 Penyebab Sakit Pinggang Saat Hamil dan 7 Cara Mengatasinya

4. Mengalami kontraksi palsu

Seiring dengan perkembangan janin 31 minggu, sebagian besar ibu hamil mulai merasakan pengetatan pada otot rahim atau yang disebut pula dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

Braxton Hicks adalah kondisi kontraksi palsu yang umumnya berlangsung sekitar 30 detik. Ini merupakan kondisi yang kerap menyebabkan perut kencang saat hamil 31 minggu.

Tak hanya itu, kontraksi ini dapat muncul secara tidak teratur, tidak menyakitkan, dan kemungkinan akan hilang jika Anda mengubah posisi atau bergerak.

Untuk mengatasi kontraksi palsu, Anda dapat minum banyak air dan bergerak atau mengubah posisi sesering mungkin.

Tak hanya itu, biasanya ibu hamil akan sering buang air kecil, mengalami pregnancy brain, sulit tidur, hingga sakit kepala.

Hal tersebut tergolong normal terjadi pada usia kehamilan 31 minggu dan akan hilang dengan sendirinya setelah Si Kecil lahir.

Cara menjaga kehamilan untuk ibu dan janin di usia 31 minggu

Untuk bisa menjaga kesehatan ibu maupun janin di usia hamil 31 minggu, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Minum air putih yang banyak.
  • Mengonsumsi makanan sehat untuk bayi
  • Gunakan sepatu yang nyaman saat bepergian.
  • Olahraga secara teratur dengan memilih yang intensitas ringan, seperti jalan kaki atau yoga.
  • Tidur dalam posisi miring untuk meringankan tekanan pada pembuluh darah.
  • Atur posisi kaki saat berbaring agar lebih tinggi dari jantung guna melancarkan sirkulasi darah.
  • Jika ibu hamil sudah terlalu lama berdiri, sebaiknya istirahatkan kaki dengan duduk sejenak. Sebaliknya, apabila Anda sudah terlalu lama duduk, ada baiknya berdiri atau berjalan beberapa saat.

Ibu hamil juga disarankan untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter, termasuk pada usia hamil 31 minggu. Dengan pemeriksan teratur, maka gangguan atau kelainan pada janin akan dapat terdeteksi sedini mungkin.

Baca juga: Hamil 32 Minggu Ibu dan Bayi Banyak Mengalami Perubahan, Apa Saja?

Saat menginjak usia hamil 31 minggu, Anda tinggal menghitung beberapa minggu lagi untuk bisa bertemu langsung dengan Si Kecil. Jadi, usahakan untuk menjaga kesehatan diri Anda dan bayi sebaik mungkin.

Segera temui dokter kandungan apabila Anda mengalami tanda-tanda kehamilan yang tidak biasa. Jika Anda ingin berkonsultasi langsung, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Baca Juga

  • Zigot Adalah Bagian Penting Dalam Kehamilan, Kenali Tahapannya Ini
  • Apakah Hamil Muda Boleh Berhubungan Seksual? Ketahui Keamanannya
  • 6 Cara agar Tidak Hamil yang Patut Anda dan Pasangan Pertimbangkan Saat Berhubungan Intim

Advertisement

menjaga kehamilanhamilkehamilan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved