Inilah Cara Mengatasi Alergi Dingin pada Anak Untuk Pertolongan Pertama

Alergi dingin tersebut akan menimbulkan gejala berupa gatal, bentol, dan kulit kemerahan
Pada kasus yang parah, gejala alergi dingin dapat berlangsung hingga dua hari.

Alergi dingin dapat terjadi pada sebagian anak. Tak hanya karena udara atau air dingin,  makanan dan minuman dingin juga dapat menyebabkan alergi dingin. Kulit anak akan bereaksi beberapa menit kemudian, setelah terpapar oleh dingin.

Alergi dingin tersebut akan menimbulkan gejala seperti gatal, ruam, kulit kemerahan, bentol-bentol, bengkak, bersin atau hidung tersumbat dan berair. Gejala alergi dingin tersebut biasanya hilang dalam 1-2 jam, tepatnya saat suhu tubuh kembali normal.

Alergi dingin parah berlangsung hingga 2 hari

Akan tetapi pada kasus yang parah, gejala alergi dingin dapat bertahan hingga dua hari. Jangan sepelekan alergi dingin yang terjadi pada anak Anda karena dapat menimbulkan komplikasi seperti, syok, sulit bernapas, dan anafilaksis yang berujung pada kematian.

Setiap suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh normal dapat merangsang terjadinya alergi dingin, sehingga tidak terpatok pada suhu yang sangat dingin atau beku saja. Namun, perlu diketahui bahwa batas suhu normal untuk setiap individu tentunya berbeda.

Cara mengatasi alergi dingin pada anak

Bila anak langsung alergi saat terkena AC, berenang, berada di tempat yang berudara dingin atau mengonsumsi makan dan minuman yang dingin, lakukan langkah-langkah ini.

  1. Tenangkan anak, jangan membuatnya panik, dan cemas. Sebab, kepanikan dan kecemasan dapat memperparah gejala alergi dingin.
  2. Tetap bersama anak dan pastikan anak beristirahat total, karena istirahat dapat memperlambat reaksi alergi.
  3. Biarkan anak beristirahat dalam posisi yang nyaman, seperti duduk atau berbaring. Bila sesak napas, sebaiknya bantu anak untuk duduk.
  4. Jauhkan anak dari paparan dingin, seperti AC, air kolam renang, maupun udara yang dingin, dengan membawanya pergi ke tempat yang lebih hangat.
  5. Pakaikan selimut untuk menghangatkan tubuh anak agar suhu tubuhnya cepat kembali normal. Biasanya alergi dingin akan hilang, saat suhu tubuh kembali normal.
  6. Longgarkan pakaiannya yang ketat. Sebab, pakaian yang ketat dapat membuat anak merasa tidak nyaman.
  7. Berikan obat antihistamin seperti diphenhydramine, untuk meredakan alergi. Antihistamin dapat berupa pil, tablet larut, semprotan hidung, dan sirup. Sementara itu untuk hidung tersumbat, Anda dapat memberikan dekongestan.
  8. Oleskan losion calamine atau krim hidrokortison untuk meringankan gatal, ruam, kemerahan, dan bentol-bentol pada kulit anak Anda.
  9. Gunakan Epinefrin suntik jika ada, untuk membantu menenangkan alergi yang parah. Jangan lupa untuk menggunakannya sesuai petunjuk dan resep dokter.
  10. Bila alergi anak telah mengalami komplikasi hingga menyebabkan sulit bernapas, jangan memberinya makan dan minum, untuk mencegah kemungkinan sesak napas.
  11. Segera hubungi dokter jika alergi dingin anak Anda semakin parah. Alergi dingin yang parah dapat menyebabkan kaku sendi, jantung berdebar, sakit dada bahkan kehilangan nyawa.

Bila anak memiliki riwayat alergi dingin, sebaiknya hindarkan anak dari paparan dingin, yang dapat menyebabkan alerginya kambuh. Selain itu, berikan pakaian yang hangat, agar suhu tubuhnya tetap terjaga.

Dove Med. https://www.dovemed.com/diseases-conditions/cold-urticaria/
Diakses pada 30 April 2019

Dove Med. https://www.dovemed.com/healthy-living/first-aid/first-aid-allergic-reaction/
Diakses pada 30 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed