Kehidupan seksual mengalami perubahan seiring pertambahan usia
Kehidupan seksual mengalami perubahan seiring pertambahan usia

Perubahan pada gairah dan perilaku seks sepanjang hidup seseorang adalah hal yang normal, terutama jika Anda mulai memasuki usia lanjut.

Banyak stereotip yang menganggap hubungan intim usia lanjut tidak lagi bisa dilakukan. Namun hal ini salah, karena banyak yang masih tetap aktif secara seksual hingga usia senja.

Kedekatan dan rasa saling memiliki sangat penting dalam hubungan intim usia lanjut. Acuan hasrat dan aktivitas seksual semasa muda mungkin ikut menentukan intensitas berhubungan seks.

Jika seks adalah hal yang penting dalam hidup dan kebahagiaan seseorang di usia 30 tahun, maka biasanya ini tetap akan bersifat penting hingga nanti di usia 60 tahun.

Namun seiring berjalannya waktu, rasa keterikatan terhadap pasangan mungkin akan lebih penting daripada rasa ketertarikan. Anda pun mungkin akan mengukur kepuasan hubungan dengan kasih sayang, rasa saling percaya, komitmen dibandingkan dengan kepuasan seksual.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengaruh usia pada seks, supaya Anda tetap bisa menikmati kualitas hidup dan hubungan seks yang sehat dan memuaskan.

Hubungan Intim Usia Lanjut: Hasrat yang Menurun

Pada pria lansia, bertambahnya usia berpotensi menurunkan atau menghentikan gairah karena:

  • Berkurangnya keinginan, biasanya akibat obat-obatan.
  • Kesulitan mempertahankan ereksi.
  • Kesehatan yang menurun

Sementara itu bagi wanita, kehidupan seks menurun disebabkan oleh:

  • Berkurangnya keinginan, biasanya akibat obat-obatan.
  • Perubahan hormon karena menopause.
  • Kematian orang-orang terdekat.

Walaupun minat terhadap aktivitas seksual tetap berlangsung hingga lanjut usia, orang juga cenderung membatasi hubungan seks karena beberapa sebab. Misalnya, memiliki penyakit tertentu atau masalah anggota tubuh, yang menyulitkan hubungan seksual.

Mempertahankan Kehidupan Seksual yang Memuaskan

Ikuti strategi berikut ini supaya kehidupan seksual Anda dan pasangan tetap berkualitas.

1. Tetap Aktif secara Seksual

Pria yang sering mendapatkan stimulasi pada bagian penis akan lebih mudah membangkitkan dan mempertahankan ereksi. Sementara itu, wanita yang sering terstimulasi pada vagina akan memiliki pelumas alami yang lebih baik.

Supaya tetap bisa aktif secara seksual, Anda boleh mencoba teknik masturbasi yang merupakan bagian yang normal dari kesehatan seksual.

2. Lakukan Eksplorasi

Kehidupan seksual yang baik tidak hanya soal penetrasi saja, tetapi juga sentuhan dan keintiman. Dalam kondisi sakit atau memiliki cacat fisik sekalipun, setiap orang masih bisa menikmati keintiman dan kedekatan secara fisik.

Coba eksplorasi aktivitas seksual yang tidak melibatkan penetrasi dan orgasme, atau outercourse. Sisihkan waktu untuk bersantai dan menikmati pengalaman sensual yang melibatkan sentuhan, fantasi seksual, berciuman, dan sebagainya.

3. Perbaiki Komunikasi

Seiring penuaan dan perubahan pada tubuh serta perasaan, komunikasi dengan pasangan adalah hal yang sangat penting. Komunikasikan pikiran, ketakutan dan keinginan Anda, karena belum tentu pasangan mengetahuinya.

Mungkin Anda merasa malu untuk berbagi. Ini hal yang biasa. Namun ingatlah, komunikasi adalah kunci dari hubungan seksual yang memuaskan dalam hidup. Coba untuk terbuka dengan pasangan dan gunakan humor untuk menghilangkan ketegangan.

4. Tetap Aman dalam Hubungan Seks

Bahaya penyakit menular seksual seperti HIV, herpes, klamidia, gonorrhea, dan sifilis merupakan ancaman yang bagi setiap orang yang aktif berhubungan seksual. Banyak dokter yang enggan membahas seks dengan lansia.

Hal ini malah akan mempersulit deteksi gejala penyakit menular seksual pada lansia, terutama karena beberapa gejala penyakit seksual seperti HIV yang bisa menyerupai penyakit umum pada lansia. Misalnya rasa lelah, hilangnya selera makan atau pembengkakan kelenjar.

Jika Anda aktif secara seksual, praktikkan hubungan seksual yang aman dan sehat dengan menggunakan kondom dan carilah informasi tentang gejala penyakit seksual menular.

Konsultasikan pada dokter, supaya Anda mendapatkan solusi dan pengobatan apabila terjadi infeksi atau penularan penyakit, sekaligus mencegah potensi terserang penyakit menular seksual.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex-and-aging
Diakses pada Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/sexual-health/art-20046698
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed