Apa Saja Obat Jantung Bengkak yang Diberikan Dokter?

Obat jantung bengkak tergantung dari pemicu jantung bengkaknya, bila diakibatkan oleh serangan jantung, maka obat jantung bengkak yang diberikan akan berupa obat untuk mengatasi serangan jantung
Obat jantung bengkak bisa mengatasi penyebab jantung bengkak yang berpotensi membahayakan nyawa

Organ jantung Anda bisa mengalami berbagai gangguan, seperti gagal jantung ataupun serangan jantung. Salah satu hal yang bisa menjadi pertanda dari kemunculan gangguan pada organ jantung adalah jantung bengkak.

Jantung bengkak umumnya bukanlah penyakit yang berdiri sendiri dan merupakan salah satu sinyal yang memberitahukan bahwa terdapat masalah pada organ jantung Anda. Jantung bengkak bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang memicu beban berlebihan pada organ jantung Anda.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena terdapat obat jantung bengkak yang bisa membantu mengatasi gejala-gejala yang mengganggu ini. Namun, tentunya Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti mengapa terjadi pembengkakan jantung.

Obat jantung bengkak diberikan sesuai dengan penyebabnya

Apa saja obat jantung bengkak yang diberikan oleh dokter? 

Obat jantung bengkak biasanya diberikan untuk menangani penyebab dari jantung bengkak yang menimpa Anda. Oleh karenanya, pemeriksaan dokter sangat diperlukan untuk mengetahui obat jantung bengkak yang sesuai untuk Anda.

Biasanya, obat jantung bengkak yang diberikan dapat berupa:

  • Beta-blocker

Apabila jantung bengkak disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi, maka dokter dapat memberikan obat jantung bengkak berupa beta-blocker yang berperan untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi organ jantung.

  • Antiarrhythmics

Jantung bengkak bisa disebabkan oleh detak jantung yang tidak beraturan, sehingga tekanan dan aliran yang dihasilkan tidak mencukupi, Sebagai akibatnya, jantung harus bekerja ekstra. Obat jantung bengkak yang diberikan berupa antiarrhythmics yang membantu jantung berdetak secara normal sehingga dapat bekerja lebih efektif.

  • Diuretik

Jantung bengkak dapat diatasi dengan pemberian diuretik yang berfungsi untuk mengurangi kadar sodium dan air melalui ginjal dan urine yang mampu menurunkan tekanan pada organ jantung dan pembuluh arteri.

  • Angiotensin converting enzyme (ACE)

Hampir serupa dengan beta-blocker, obat jantung bengkak ACE juga berperan untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kinerja jantung dalam memompa darah.

  • Angiotensin receptor blocker (ARB)

ARB adalah obat jantung bengkak lain yang bisa digunakan untuk menggantikan obat jantung bengkak ACE ketika penderita jantung bengkak tidak dapat menggunakan obat jantung bengkak ACE.

  • Antikoagulan

Antikoagulan merupakan salah satu obat jantung bengkak yang diberikan untuk mengurangi risiko terbentuknya penyumbatan di pembuluh darah yang bisa mengakibatkan stroke atau serangan jantung.

Bedah bisa menjadi alternatif selain obat jantung bengkak

Alternatif selain obat jantung bengkak 

Penanganan jantung bengkak tidak hanya berupa obat, tetapi juga bisa dengan proses bedah dan pemberian alat tertentu yang dapat membantu kinerja organ jantung Anda. Beberapa alternatif lainnya bisa berupa:

  • Bedah katup jantung

Bedah katup jantung dilakukan ketika jantung bengkak disebabkan oleh masalah pada katup jantung. Bedah berfungsi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak.

  • Alat untuk mengatur detak jantung

Pemberian alat pengatur detak jantung tergantung dari jenis dan penyebab jantung bengkak yang dialami.

Jantung bengkak jenis dilated cardiomyopathy memerlukan bantuan alat yang dapat mengatur kontraksi ventrikel kiri dan kanan jantung yang disebut sebagai pacemaker.

Sementara penderita yang jantung bengkaknya dipicu oleh aritmia yang serius memerlukan implantable cardioverter defibrillator (ICD).  Alat ini berukuran kecil dan dimasukkan ke dalam dada untuk mengawasi ritme jantung dan memberikan sinyal elektrik ketika jantung berdetak terlalu cepat atau tidak normal.

  • Left ventricular assist device (LVAD)

Jika gagal jantung sudah mencapai tingkatan yang parah, maka penderitanya akan diberikan LVAD. Alat ini dimasukkan ke dalam jantung untuk membantu jantung memompa darah.

  • Coronary bypass surgery

Coronary bypass surgery dilakukan ketika jantung bengkak ditimbulkan oleh penyakit arteri koroner. Bedah ini dilakukan dengan membuat jalur baru melewati pembuluh darah yang tersumbat agar oksigen dapat masuk ke jantung dan peredaran darah bertambah lancar.

  • Transplantasi jantung

Apabila obat jantung bengkak ataupun penanganan lainnya tidak mempan, maka penderita dapat diberikan pilihan untuk menjalani transplantasi jantung untuk mengganti organ jantungnya yang rusak.

X-ray adalah salah satu cara mendeteksi jantung bengkak

Cara untuk mendeteksi jantung bengkak

Sebelum mendapatkan obat jantung bengkak atau penanganan lain yang sesuai dengan Anda, Anda perlu menjalani beberapa pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui pemicu dari jantung bengkak yang dialami.

Umumnya, dokter akan memeriksa Anda dengan melihat rekam medis dan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • X-ray

X-ray membantu dengan memberikan gambaran mengenai organ jantung untuk melihat apakah jantung membengkak atau tidak.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengecek beberapa senyawa tertentu dalam darah yang dapat menjadi indikasi adanya masalah pada jantung serta mengetahui apakah Anda memiliki penyakit lain yang mungkin menjadi pemicu jantung bengkak.

  • Ekokardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menampilkan gambaran jantung bengkak yang terjadi. Dokter dapat menganalisis keempat ruang dalam jantung dan mengetahui seberapa efektif jantung dalam memompa darah.

Ekokardiogram juga bisa berfungsi untuk melihat ukuran jantung, ketebalan organ jantung, dan masalah jantung yang pernah dialami.

  • Elektrokardiogram

Berbeda dengan ekokardiogram, elektrokardiogram menggunakan elektroda yang ditempelkan pada kulit untuk mengecek sinyal listrik dalam jantung yang akan ditampilkan pada monitor atau dicetak di kertas dalam bentuk gelombang.

Elektrokardiogram berfungsi untuk melihat apakah jantung bengkak diakibatkan oleh masalah detak jantung dan apakah ada kerusakan pada organ jantung yang diakibatkan oleh serangan jantung.

  • CT scan dan MRI

CT scan dan MRI berguna untuk memperlihatkan gambaran terhadap organ jantung. Keduanya hanya berbeda pada prosedur pemeriksaannya. CT scan menggunakan kumpulan x-ray, sementara MRI menggunakan medan magnetik dan gelombang radio.

  • Tes stres

Tes stres mengharuskan Anda melakukan aktivitas fisik yang dapat memacu kinerja jantung Anda. Dokter akan memantau tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung Anda. Latihan yang diberikan dapat berupa berjalan di atas treadmill ataupun mengayuh mesin sepeda.

  • Cardiac catheterization

Cardiac catheterization bertujuan untuk melihat ada tidaknya penyumbatan pada pembuluh arteri di jantung, serta memeriksa ukuran dan kinerja organ jantung. Tes ini dilakukan dengan memasukkan kateter atau selang tipis dengan kamera kecil di depannya dari pangkal paha ke pembuluh darah di jantung.

  • Biopsi

Biopsi atau pengambilan sampel pada organ jantung sangat jarang dilakukan. Biopsi bertujuan untuk memeriksa sampel jantung untuk mengetahui penyebab pasti dari jantung bengkak.

Bila Anda mengalami jantung bengkak atau masalah jantung lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/diagnosis-treatment/drc-20355442
Diakses pada 21 Oktober 2019

WebMD. webmd.com/heart-disease/guide/enlarged-heart-causes-symptoms-types#2
Diakses pada 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed