Apa Saja Faktor Penyebab Esopaghitis?


Esofagitis adalah radang atau iritasi yang terjadi di esofagus. Kerap kali, pemicu utamanya adalah acid reflux, efek samping konsumsi obat, hingga infeksi bakteri atau virus.

0,0
12 Nov 2020|Azelia Trifiana
Esofagitis adalah radang atau iritasi yang terjadi di esofagus.Esophagitis terjadi karena asam lambung naik
Esofagitis adalah radang atau iritasi yang terjadi di esofagus. Kerap kali, pemicu utamanya adalah acid reflux, efek samping konsumsi obat, hingga infeksi bakteri atau virus.Ketika esophagitis terjadi, akan ada gejala lain yang menyertai. Contohnya seperti kesulitan menelan, panas dalam, dan sensasi panas di dada atau heartburn.

Jenis esofagitis

Penting untuk tahu jenis esofagitis apa yang diderita untuk menentukan langkah penanganan optimal. Pada orang yang sehat, kondisi ini akan membaik setelah 2-4 minggu.Beberapa jenis esophagitis dibedakan menjadi:

1. Esofagitis eosinofilik

seorang perempuan sedang minum susu
Bagi orang dengan alergi susu, minum susu sapi dapat memicu kondisi ini
Penyebab terjadinya esofagitis eosinofilik adalah terlalu banyak sel darah putih di esofagus. Ini terjadi saat tubuh merespons terhadap zat yang bersifat alergen atau dianggap mengganggu. Pada anak-anak, kondisi ini bisa menyebabkan mereka kesulitan makan.Beberapa pemicu terjadinya esophagitis jenis ini adalahmakanan penyebab alergi, seperti:
  • Susu sapi
  • Kedelai
  • Telur
  • Gandum
  • Kacang
  • Hewan air bercangkang

2. Esofagitis reflux

Esofagitis reflux terjadi karena gastroesophageal reflux disease atau GERD. Ketika terjadi, asam lambung kembali naik ke esofagus sehingga rentan mengakibatkan peradangan dan iritasi. Seseorang dikatakan memiliki GERD apabila gejalanya muncul lebih dari 2 kali setiap minggunya.

3. Esofagitis akibat obat

Esofagitis juga bisa terjadi sebagai efek samping konsumsi obat tertentu. Terlebih jika konsumsinya tidak disertai dengan banyak minum cairan. Akibatnya, obat akan tertinggal di esofagus terlalu lama.Beberapa jenis obat yang dapat memicu esofagitis adalah:
  • Obat pereda nyeri
  • Antibiotik
  • Potasium klorida
  • Biposponat untuk mencegah pengeroposan tulang
  • Obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ

4. Esofagitis infeksi

Jenis esophagitis yang lebih langka ini bisa terjadi karena infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Seseorang akan lebih rentan mengalaminya jika sistem imunnya lemah karena menderita penyakit tertentu atau mengonsumsi obat. Kondisi ini lebih umum dialami penderita HIV/AIDS, kanker, dan diabetes.Faktor risiko terjadinya esophagitis juga bisa meningkat pada penderita hiatal hernia, yaitu kondisi perut menekan pembukaan diafragma. Selain itu, kemoterapi dan terapi radiasi di area dada juga bisa meningkatkan risiko.Orang yang obesitas, merokok, dan banyak mengonsumsi alkohol juga lebih rentan mengalaminya.

Gejala terjadinya esophagitis

Beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami esofagitis adalah:
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Rasa nyeri saat menelan
  • Panas dalam
  • Suara serak
  • Heartburn
  • Asam lambung naik
  • Nyeri dada terutama saat makan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri peruta epigastrik (atas pusar)
  • Hilang nafsu makan
  • Batuk
Gejala lain yang bisa menyertai pada anak-anak adalah kesulitan untuk makan. Selain beberapa gejala di atas, segera cari penanganan medis darurat apabila terjadi:
  • Nyeri dada lebih dari beberapa menit
  • Pernah memiliki riwayat medis masalah jantung
  • Makanan seakan tersangkut di esofagus
  • Tidak bisa makan atau minum meski hanya satu tegukan

Cara penanganan esophagitis

Apabila muncul gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk tahu diagnosis pastinya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta rangkaian tes lain seperti endoskopi, rontgen saluran pencernaan atas, hingga prick test untuk mengetahui apakah ada alergi terhadap zat tertentu.Reaksi alergi bisa berkaitan dengan hal ini karena ketika merasakan heartburn, asam lambung akan menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding esofagus. Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan medis.Bentuk penanganannya pun berbeda-beda, bergantung pada gejala dan penyebabnya. Pilihannya seperti:
  • Obat antivirus dan antijamur
  • Steroid oral
  • Obat pereda nyeri
  • Antasida
  • Penghambat pompa proton
  • Menghindari makanan penyebab alergi
  • Prosedur pelebaran esofagus jika makanan kerap tersangkut
Masalah pada esofagus juga bisa dikurangi dengan melakukan beberapa penyesuaian pada gaya hidup. Contohnya mulai dari menghindari makanan pedas, makan dengan porsi kecil, serta mengunyah makanan hingga benar-benar lumat.

Apabila gejala esophagitis muncul sebagai efek samping konsumsi obat tertentu, pastikan minum air dengan cukup. Alternatifnya, pilih jenis obat lain atau dalam format sirup.Penting untuk memberikan penanganan agar kondisi iritasi dan radang di esofagus tidak menyebabkan komplikasi. Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang hal sepele yang bisa memicu esofagitis dalam jangka panjang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitsakit tenggorokankanker esofagus
Healthline. https://www.healthline.com/health/esophagitis
Diakses pada 31 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophagitis/symptoms-causes/syc-20361224
Diakses pada 31 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/esophagitis
Diakses pada 31 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait