Apa Saja Efek Samping Suntik Tetanus yang Mungkin Terjadi?

(0)
02 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek samping tetanus antara lain demam dan nyeri badanEfek samping suntik tetanus jarang terjadi
Suntik tetanus merupakan salah satu imunisasi yang disarankan untuk diterima bayi maupun perempuan yang akan menikah. Meski merupakan prosedur umum, masih banyak orang ragu dan menganggap efek samping suntik tetanus berbahaya.Memang, sama halnya seperti prosedur medis lain, suntik tetanus bagi beberapa orang bisa menimbulkan efek samping. Namun secara umum, imunisasi ini tidak berbahaya untuk kesehatan.

Efek samping suntik tetanus yang mungkin muncul

Efek samping suntik tetanus yang terjadi sebagian besar bersifat ringan. Efek samping ini bisa muncul, karena tubuh sedang membangun sistem imun yang akan digunakan untuk melawan bakteri tetanus di kemudian hari, apabila Anda terpapar.Namun pada beberapa orang yang mengalami alergi atau gangguan kesehatan lainnya, suntik tetanus malah bisa memicu efek samping yang cukup parah. Sejauh apa efeknya?

1. Efek samping suntik tetanus yang ringan

Berikut ini beberapa gejala ringan yang dapat timbul setelah Anda menjalani suntik tetanus.

• Nyeri

Setelah disuntik tetanus, Anda bisa saja merasakan nyeri di area bekas penyuntikan. Kemerahan dan bengkak di area yang sama juga sering terjadi.Namun, hal ini tidaklah berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

• Demam

Demam juga merupakan efek samping suntik tetanus yang umum terjadi. Suhu tubuh Anda bisa turun dengan sendirinya setelah beberapa saat.Namun, Anda juga bisa mengonsumsi obat penurun panas untuk meringankan gejala ini.

• Sakit badan

Setelah suntik tetanus, Anda mungkin akan merasakan nyeri di badan. Jika nyeri cukup mengganggu, Anda bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen.

• Efek samping lainnya

Selain ketiga efek samping di atas, gejala lain juga bisa muncul sebagai akibat dari suntikan tetanus, seperti lemas, mual, muntah, dan sakit kepala.

2. Efek samping suntik tetanus yang parah

Bagi beberapa orang, efek samping suntik tetanus bisa bisa cukup parah, terutama jika alergi terhadap vaksin ini.Gejala alergi yang mungkin muncul antara lain berupa:
  • Bentol-bentol di kulit
  • Gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Kulit memerah, terutama di sekitar telinga
  • Pembengkakan pada wajah
  • Tubuh yang tiba-tiba sangat lemas
Alergi terhadap vaksin tetanus sangat jarang terjadi, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut.Namun apabila Anda atau anak mengalami gejala di atas setelah menjalani imunisasi, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk menerima perawatan alergi.

Suntik tetanus tetaplah penting dilakukan meski ada efek sampingnya

Tetanus adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini hidup di tanah dan kotoran binatang. Artinya, bakteri tersebut tersebar di berbagai tempat dan sangat sulit untuk sepenuhnya dihindari.Bakteri penyebab tetanus bisa masuk ke tubuh melalui permukaan kulit yang terbuka akibat luka atau goresan kecil. Setelah masuk ke tubuh, bakteri ini bisa mengeluarkan racun yang memicu kejang, bahkan kematian.Maka dari itu, meski ada kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, suntik tetanus tetap penting untuk dilakukan. Manfaat yang akan Anda dapatkan dari imunisasi ini lebih besar dibanding risiko yang mungkin muncul.

Jadwal suntik tetanus dan jenis-jenisnya

Di Indonesia, jadwal suntik tetanus yang wajib diikuti adalah saat masa bayi dan sebelum melangsungkan pernikahan.
Suntik tetanus yang dilakukan saat bayi, dinamakan imunisasi DTP. Imunisasi ini akan melindungi anak dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.
Berdasarkan acuan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini jadwal imunisasi DTP perlu dilakukan.
  • Imunisasi pertama di usia 2 bulan
  • Imunisasi kedua di usia 3 bulan
  • Imunisasi ketiga di usia 4 bulan
  • Imunisasi keempat (booster) di usia 18 bulan
  • Imunisasi kelima (booster) di usia 5 tahun
Setelah itu, imunisasi booster dapat dilakukan lagi di saat anak beranjak remaja, memasuki usia 10,12 dan 18 tahun. Untuk anak berusia di atas 7 tahun, suntikan tetanus yang akan diberikan bukan lagi jenis DTP, melainkan Td atau Tdap.Sementara itu, suntik TT atau tetanus toxoid juga harus diberikan pada perempuan usia subur yang akan menikah. Hal ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya tetanus neonatorium atau tetanus pada bayi yang baru lahir.Menurut Kementerian Kesehatan RI, suntik TT pada wanita usia subur idealnya dilakukan sebanyak 5 kali, dengan ketentuan berikut ini.
  • Suntikan I (T1) bisa dilakukan sebelum pernikahan
  • Suntikan II (T2) dilakukan 4 minggu setelah T1
  • Suntikan III (T3) dilakukan 6 bulan setelah T2
  • Suntikan IV (T4) dilakukan 1 tahun setelah T3
  • Suntikan V (T5) dilakukan 1 tahun setelah T4
Suntik tetanus atau imunisasi tetanus sangatlah penting dilakukan untuk melindungi diri kita dan buah hati dari kemungkinan bahaya yang dapat timbul. Maka dari itu, jangan lagi ragu untuk melakukan imunisasi ini.Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari imunisasi ini telah disebutkan lebih besar dari efek samping suntik tetanus yang mungkin terjadi.
vaksin bayi dan anakimunisasi anaktetanus
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaccinations/tetanus-shot-side-effects
Diakses pada 9 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/tetanus-toxoid-intramuscular-route-injection-route/side-effects/drg-20066243
Diakses pada 9 September 2020
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 9 September 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Petunjuk%20Pelaksanaan%20KIE%20Kespro%20Catin.pdf
Diakses pada 9 September 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-mnte.pdf
Diakses pada 9 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait