Ciri-ciri alergi dingin yang dirasakan setiap orang dapat berbeda-beda
Cuaca dingin membuat orang yang memiliki alergi dingin kambuh

Cuaca dingin atau musim hujan mungkin menjadi musuh terbesar bagi seseorang yang memiliki alergi dingin. Orang-orang yang memiliki alergi dingin biasanya akan mengalami pembengkakan di tangan atau kaki disertai rasa gatal akibat terpapar udara dingin. Lantas, apa lagi ciri-ciri alergi dingin yang umum dialami?

Apa gejala dan ciri-ciri alergi dingin?

Urtikaria dingin atau alergi dingin adalah reaksi kulit yang muncul dalam beberapa menit setelah terkena paparan dingin, baik dari air maupun udara. Hal ini bisa saja disebabkan oleh faktor cuaca dingin, berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi pagi menggunakan air dingin.

Selain itu, ciri-ciri alergi dingin dapat muncul saat Anda memegang minuman dingin, makan atau minum sesuatu yang dingin, serta terpapar suhu dingin lainnya.

Ciri-ciri alergi dingin yang dirasakan setiap orang pun dapat berbeda-beda. Anda mungkin mengalami ciri-ciri alergi dingin yang ringan, sedangkan ada orang lain yang mengalaminya lebih parah sampai pingsan.

Umumnya, alergi dingin dialami oleh orang dewasa, tetapi dapat pula terjadi pada usia berapa pun. Wanita biasanya lebih rentan mengalami alergi dingin dibandingkan pria.

Berikut adalah gejala dan ciri-ciri alergi dingin yang umum dialami:

1. Pembengkakan (angioedema)

Salah satu ciri-ciri alergi dingin adalah pembengkakan pada tangan atau kaki setelah bersentuhan dengan benda bersuhu dingin.

Ciri-ciri alergi dingin juga dapat berupa pembengkakan di bagian tubuh lain, seperti bibir, hidung, atau mata.

Pembengkakan dapat terjadi ketika udara dingin terhirup dan/atau terpapar kulit Anda. Sistem imun menganggap paparan tersebut sebagai suatu hal yang membahayakan sehingga bereaksi dengan melepaskan histamin.

Zat kimiawi tersebut akan masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan kebocoran di bawah kulit yang memicu pembengkakan.

Pada kasus yang paling berbahaya, pembengkakan dapat terjadi pada tenggorokan. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas dan berujung pada kematian.

2. Muncul bentol-bentol merah

Ciri-ciri alergi dingin yang paling mudah terlihat adalah kulit berubah jadi ruam memerah yang disertai rasa gatal.

Ciri alergi dingin ini belum tentu akan hilang begitu saja ketika penderita berpindah ke lingkungan yang lebih hangat. Pada beberapa kasus, kulit memerah dan terasa gatal akibat alergi dingin dapat memburuk dan bertahan selama 24 jam, bahkan hingga lebih dari 6 minggu.

Saat terpapar alergi dingin, sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, tubuh memicu respon peradangan dengan menimbulkan kulit ruam, gatal, dan perubahan kulit lainnya yang umum terjadi sebagai reaksi alergi.

3. Sesak napas

Menghirup udara dingin dapat memicu hidung tersumbat, bersin, dan hidung berair (ingusan). Pada orang dengan alergi dingin, reaksi tersebut mungkin akan muncul dalam bentuk yang lebih parah. Misalnya, sesak napas.

Ya, sesak napas juga bisa menjadi ciri-ciri alergi lainnya. Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh udara dingin yang masuk ke dalam tubuh memicu sistem imun bereaksi dengan mengeluarkan histamin, sel mast, dan zat kimia lainnya.

4. Anafilaksis

Ciri-ciri alergi dingin biasanya tidak sampai mengancam nyawa. Namun, apabila Anda terpapar oleh udara dingin yang terlalu ekstrem, tubuh akan melepaskan histamin yang sangat banyak dalam waktu cepat.

Reaksi tersebut yang kemudian dapat memicu anafilaksis.

Anafilaksis menyebabkan sistem imun tubuh mengeluarkan zat-zat kimia yang dapat memicu syok, termasuk tekanan darah menurun secara mendadak, penyempitan saluran napas, denyut nadi melemah, mual dan muntah, hingga pingsan.

Contoh kasus paparan alergi dingin yang dapat memicu anafilaksis adalah saat berenang di air dingin.

Segera ke rumah sakit apabila Anda mengalami gejala atau melihat orang lain mengalami gejala anafilaktik.

Kapan harus pergi ke dokter untuk cek ciri-ciri dan gejala alergi dingin?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, alergi dingin biasa terjadi pada orang dewasa muda. Meski jarang, alergi dingin bisa juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Jadi, jika Anda curiga mengalami ciri-ciri alergi dingin, coba tanyakan pada anggota keluarga apakah mereka juga mengalami hal yang sama atau tidak.

Anda dapat pergi ke dokter untuk mengecek ciri-ciri alergi dingin. Dokter biasanya akan menguji reaksi gejala alergi dingin dengan meletakkan es batu pada permukaan kulit pasien selama kurang lebih 5 menit untuk melihat reaksi yang mungkin timbul. Jika kulit menjadi merah dan timbul ruam, maka kemungkinan besar Anda mengalami alergi dingin.

Pada beberapa kasus, alergi dingin dapat disebabkan oleh kondisi medis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda, seperti infeksi atau penyakit kanker. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, maka dokter mungkin akan melakukan tes darah atau jenis pemeriksaan lainnya.

Untuk mengobati alergi dingin, biasanya dokter akan memberikan obat resep berupa antihistamin. Selain itu, Anda juga diminta untuk menghindari paparan udara dingin sampai ciri-ciri alergi dingin dapat membaik. Akan tetapi, jika ciri-ciri alergi dingin berupa anafilaksis maka pengobatan harus segera dilakukan oleh dokter di rumah sakit.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/diagnosis-treatment/drc-20371051
Diakses pada 15 Juni 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anaphylaxis/symptoms-causes/syc-20351468
Diakses pada 15 Juni 2020

DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/cold-urticaria/
Diakses pada 15 Juni 2020

American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hives-cold-urticaria
Diakses pada 15 Juni 2020

National Center for Advancing Translational Sciences. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6131/cold-urticaria
Diakses pada 15 Juni 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8630-urticaria-hives-and-angioedema
Diakses pada 15 Juni 2020

Artikel Terkait