Mengenal Gejala Pneumonia yang Harus Anda Waspadai


Gejala radang paru-paru yang terlihat adalah batuk, demam, berkeringat, menggigil, sesak napas, dan kelelahan. Obat yang umumnya diresepkan untuk mengatasi penyakit ini adalah antibiotik.

0,0
16 Jun 2021|Anita Djie
gejala pneumoniaGejala pneumonia bisa bersifat ringan hingga serius, tergantung dari tingkat keparahan infeksi
Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada bagian kantung udara pada salah satu atau kedua paru-paru. Penyebab dari gejala radang paru-paru umumnya adalah infeksi bakteri. Pada beberapa kasus, penyakit ini disebabkan oleh virus dan jamur. 
Gejala pneumonia berbeda-beda dan tergantung dari tingkat keparahannya. Namun, gejala radang paru-paru yang berkepanjangan dan makin parah bisa saja mengindikasikan sesuatu yang lebih berbahaya daripada sekedar radang paru-paru biasa. Simak informasi mengenai ciri-ciri pneumonia berikut ini.

Gejala pneumonia yang harus diwaspadai

Gejala pneumonia ada bermacam-macam. Kemunculan gejala radang paru-paru ini bisa bersifat ringan dan hanya membutuhkan perawatan mandiri di rumah, bisa juga bersifat serius dan mengancam nyawa sehingga penderita perlu mendapatkan perawatan medis secara khusus di rumah sakit. Selain itu, ciri-ciri pneumonia juga bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti usia dan kondisi medis lainnya yang menyertai. Dilansir dari laman American Lung Associationgejala pneumonia secara umum meliputi:

1. Sesak napas

Sesak napas menjadi gejala pneumonia pada dewasa dan anak-anak yang paling mudah dikenali. Peradangan pada paru-paru tak ayal membuat kinerja organ tersebut menjadi terhambat sehingga berpengaruh terhadap proses pertukaran udara. Alhasil, dada terasa sesak dan Anda jadi kesulitan untuk bernapas.Pada kasus pneumonia berat, penderita bahkan memerlukan bantuan alat ventilator agar bisa bernapas dengan baik. 

2. Batuk

Tanda pneumonia selanjutnya adalah batuk. Batuk yang menjadi gejala radang paru-paru ini bervariasi. Ada yang batuk kering maupun batuk berdahak dengan cairan lendir berwarna hijau, kekuningan, atau bahkan kemerahan karena mengandung darah. 

3. Demam

Demam juga menjadi salah satu gejala pneumonia yang perlu Anda ketahui. Demam merupakan reaksi tubuh manakala terjadi 'serangan' penyakit, dalam hal ini, infeksi bakteri penumonia.Segera larikan diri ke rumah sakit apabila Anda mengalami demam hingga 40 derajat Celcius. Bisa jadi ini merupakan pertanda infeksi bakteri sudah sangat serius sehingga perlu mendapat pertolongan medis. 

4. Nyeri dada

Ciri-ciri pneumonia lainnya yang harus Anda waspadai adalah nyeri dada. Gejala ini biasanya Anda rasakan ketika sedang batuk atau menarik napas dalam-dalam. 

5. Mual dan muntah

Penderita pneumonia juga mungkin saja akan mengalami gejala mual dan muntah. Biasanya, gejala pneumonia yang satu ini terjadi pada penderita anak-anak. 

6. Tidak nafsu makan

Infeksi yang terjadi tak pelak turut membuat nafsu makan menurun. Terlebih lagi, gejala radang paru-paru yang Anda rasakan cukup intens. 

7. Kebingungan

Penderita radang paru-paru juga dapat mengalami kebingungan (disorientasi). Gejala pneumonia yang satu ini umumnya dialami oleh lansia berusia 65 tahun ke atas. Namun, bukan tidak mungkin kondisi ini juga terjadi pada kelompok usia di bawahnya. [[artikel-terkait]]

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada pneumonia di atas. Untuk memastikan apakah Anda menderita radang paru-paru atau tidak, dokter akan melalukan sejumlah pemeriksaan pneumonia, yaitu:
  • Anamnesis. Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui riwayat medis pasien, termasuk obat-obatan yang pernah atau sedang dikonsumsi saat ini.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kondisi paru-paru dengan menggunakan bantuan stetoskop. Paru-paru yang meradang akibat infeksi biasanya memiliki suara khas seperti berderak, saat pasien menarik napas.
  • Pemeriksaan penunjang. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang meliputi rontgen dada, CT Scan, MRI, hingga pengambilan sampel cairan dahak (biopsi) untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan pneumonia

Pengobatan pneumonia umumnya bisa dilakukan di rumah dan gejala yang dialami akan semakin membaik setelah beberapa hari atau minggu. Namun, terkadang rasa lelah akibat radang paru paru bisa berlangsung selama sebulan lebih.Saat seseorang menderita radang paru paru, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi radang paru paru yang dipicu oleh bakteri. Selain antibiotik, obat batuk adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi batuk dan mengeluarkan dahak dari paru paru. Dokter juga akan memberikan obat antisakit dan antidemam diberikan untuk menanggulangi rasa tidak nyaman dan demam yang dirasakan, seperti ibuprofen, acetaminophen, dan aspirin. Namun, pada kasus radang paru paru yang sudah parah, penderita perlu untuk dirawat inap di rumah sakit.Sebagai langkah pencegahan, mendapatkan vaksin flu atau influenza juga turut mengurangi risiko terpapar radang paru-paru. 

Catatan dari SehatQ

Mengetahui gejala pneumonia menjadi penting agar Anda bisa lebih waspada dan segera mengambil langkah penanganan apabila mengalaminya. Penanganan medis sedini mungkin dapat mempermudah proses pengobatan dan mencegah komplikasi.Jika punya pertanyaan lebih lanjut seputar pneumonia atau penyakit pernapasan lainnya, jangan ragu untuk chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga. 
penyakit paru-paruradang paru-paruinfeksi paru-parupneumonia
American Lung Association. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/symptoms-and-diagnosis
Diakses pada 7 Juli 2021
Health. https://www.health.com/condition/lung-cancer/pneumonia-lung-cancer
Diakses pada 10 Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc20354204
Diakses pada 10 Juni 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lung-cancer/symptoms-causes/syc-20374620
Diakses pada 15 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316783.php
Diakses pada 10 Juni 2019
NFID. http://www.nfid.org/idinfo/pneumococcal/media-factsheet.html
Diakses pada 10 Juni 2019
NIH. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/substances/radon/radon-fact-sheet
Diakses pada 15 Juli 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lung-cancer/
Diakses pada 10 Juni 2019
NIH. https://www.cancer.gov/types/lung
Diakses pada 10 Juni 2019
SpringerLink. https://link.springer.com/article/10.1007/s00408-013-9523-z
Diakses pada 10 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait