Mengenal Penyebab Bayi Cegukan dalam Kandungan dan Perbedaan Gejalanya dengan Tendangan Janin


Janin cegukan dan tendangan pada janin merupakan dua hal yang berbeda. Cegukan umumnya terjadi pada satu area perut saja, sementara tendangan janin bisa terjadi di area yang berbeda-beda.

0,0
07 Feb 2020|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
bayi cegukan dalam kandungan memiliki tanda yang berbeda dengan tendangan bayiCegukan dan tendangan janin membuat ibu merasakan gerakan di perut
Ada banyak pergerakan dan aktivitas janin dalam kandungan yang menarik perhatian ibu, salah satunya ketika bayi cegukan dalam kandungan. Aktivitas cegukan tersebut bahkan kerap diduga sebagai tendangan bayi dalam perut. Namun, nyatanya tanda bayi cegukan dalam kandungan dan bayi menendang dalam kandungan berbeda.Ya, tidak hanya pada bayi yang sudah lahir, janin juga bisa mengalami cegukan. Lantas, apa sebenarnya penyebab kondisi ini terjadi?

Apakah bayi cegukan adalah hal yang normal?

Cegukan adalah salah satu gerakan janin alami yang terjadi saat masa kehamilan dan merupakan hal yang normal. Aktivitas ini juga menjadi tanda bahwa bayi dalam keadaan fisik yang baik. Anda mungkin akan menyadari bayi cegukan di trimester kedua atau ketiga kehamilan.Saat sudah memasuki minggu ke-32 dari masa kehamilan, cegukan pada bayi akan mulai berkurang dan Anda tidak akan merasakannya tiap hari.Namun, jika Anda masih merasakan cegukan tiap harinya dengan durasi yang lebih dari 15 menit atau cegukan terjadi lebih dari tiga kali sehari, maka Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.Anda juga perlu mengecek ke dokter jika Anda merasakan cegukan pada bayi tiap hari atau lebih dari empat kali sehari atau setelah minggu ke-28, tetapi pastikan bahwa Anda sudah bisa membedakan cegukan dan tendangan janin untuk memastikan bahwa apa yang dirasakan adalah cegukan.Tidak perlu khawatir jika Anda merasakan cegukan pada janin karena berkaitan dengan pematangan paru janin dan ini adalah hal normal.Baca juga: Pentingnya Gerakan Janin di Masa Kehamilan

Penyebab janin cegukan

Berbeda dari bayi yang sudah lahir, pada janin cegukan bukan terjadi saat ada makanan yang tersangkut atau ia makan terlalu cepat. Pada janin, cegukan yang dialami justru merupakan pertanda baik karena artinya si Kecil sedang berkembang dengan sehat di dalam kandungan.Berikut ini beberapa hal baik yang mungkin sedang terjadi saat janin cegukan:

1. Bayi sedang latihan bernapas

Cegukan pada janin bisa muncul saat ia mulai latihan bernapas. Gerakan pernapasan ini akan membuat sedikit cairan ketuban masuk ke paru-paru dan membuat diafragma janin berkontraksi hingga menghasilkan cegukan.

2. Saraf-saraf janin sudah mulai aktif

Cegukan pada janin juga menandakan bahwa saraf yang mengatur pergerakan diafragma, sudah mulai aktif. Dengan kata lain, saat janin sudah mulai bisa cegukan, maka ia sudah mulai menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

3. Janin sedang melatih refleks

Di dalam kandungan, janin juga akan latihan mengisap jari hingga menguap saat mengantuk. Kegiatan-kegiatan kecil ini, juga bisa memicu cegukan pada janin.

Tanda bayi cegukan dalam kandungan dan bedanya dengan tendangan janin

Usia kandungan berapa bayi mulai menendang? Calon ibu mulai dapat merasakan pergerakan bayi saat janin sudah memasuki usia 16 sampai 20 minggu.Pergerakan bayi yang paling umum dirasakan adalah berupa tendangan janin, tetapi wanita yang sedang mengandung juga dapat merasakan gerakan lain berupa cegukan.Meskipun keduanya sama-sama menimbulkan pergerakan dalam perut sang ibu, tetapi jika dirasakan lebih seksama, ada perbedaan di antara keduanya. Saat bayi cegukan, ibu kan merasakan gerakan yang lebih cepat terjadi berkali-kali menyerupai ritme tertentu, seperti ada kedutan berulang dari dalam perut.Sejumlah tanda bayi cegukan dalam kandungan dan perbedaannya dengan tentangan janin adalah di antaranya:
  • Cegukan biasanya memiliki pergerakan yang lebih beritme dan terasa kedutan yang serupa kejang otot.
  • Cegukan seringnya dirasakan oleh bumil saat trimester kedua atau ketiga, tetapi tidak berarti semua bayi akan mengalami cegukan saat berada dalam kandungan.
  • Cegukan pada bayi timbul hanya di salah satu area perut saja, sedangkan tendangan janin dapat dirasakan di daerah perut lainnya. Misalnya tendangan awalnya di bagian perut atas dan kemudian mengarah ke bagian samping. Biasanya, calon ibu akan berhenti merasakan tendangan bayi saat mengganti posisi tubuhnya.
Tendangan janin sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berat badan sang ibu, mengonsumsi makanan yang manis, makan pedas, atau dingin, dan sebagainya. Lama-kelamaan, Anda sudah bisa mengenali perbedaan cegukan dan tendangan janin.Baca juga: Tahap Pertumbuhan Janin Trimester Kedua dan Gejala Apabila Bayi Tidak Berkembang dalam Kandungan

Saat janin cegukan, ini yang perlu ibu lakukan

Cegukan tidak akan terasa sakit dan berlangsung lebih dari 15 menit. Meskipun sudah mengetahui perbedaan cegukan dan tendangan janin, tetapi terkadang bumil bisa merasa terganggu dan khawatir dengan pergerakan tersebut.Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghentikan cegukan pada janin:
  • Minum air untuk mencegah dehidrasi
  • Berbaring pada sisi kiri tubuh
  • Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan sehat
  • Memiliki jadwal tidur yang teratur
  • Menggunakan bantal untuk menyokong perut dan mengurangi tekanan pada tulang belakang
  • Berolahraga secara teratur dan ringan sesuai dengan anjuran dokter

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Kadangkala, cegukan yang tidak kunjung hilang harus dilihat oleh dokter agar dicaritahu apa penyebab yang mendasari. Karena khawatir berisiko adanya gangguan janin.Jika terjadi suatu gejala yang janggal saat melakukan memeriksakan janin ke dokter, umumnya dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
  • Melakukan tes dan pemantauan rutin, seperti tes darah untuk memeriksa anemia, HIV, dan golongan darah Anda
  • Memonitor tekanan darah Anda
  • Mengukur kenaikan berat badan Anda
  • Memantau pertumbuhan dan detak jantung bayi
  • Serta, berbicara tentang diet khusus dan olahraga jika diperlukan
Dikutip dari penelitian dalam NCBI, pemeriksaan di atas penting dilakukan, karena cegukan janin saat hamil dapat menjadi tanda masalah tali pusat. Kondisi ini terjadi ketiga suplai darah dan oksigen melambat atau terputus dari janin sehingga menimbulkan bayi terus-menerus cegukan. 

Catatan dari SehatQ

Perbedaan cegukan dan tendangan janin tidak serta merta dapat disadari begitu saja, para bumil mungkin membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dan memahami perbedaan dari keduanya.Selain itu, tidak semua bumil memiliki waktu yang sama saat pertama kali merasakan pergerakan buah hati. Anda bisa saja merasakan tendangan janin atau cegukan lebih cepat atau lebih lambat dari calon ibu lainnya.Lakukanlah pemeriksaan kehamilan setiap bulannya agar selalu terpantau kondisi kesehatan Anda dan janin.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar bayi cegukan dalam kandungan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankesehatan kandungankehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/baby-hiccups-in-womb#Whats-going-on-with-your-baby?
Diakses pada 6 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322372.php#other-things-babies-do-in-the-womb
Diakses pada 6 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy-care#pregnancy
Diakses 8 Mei 2020
The Bump. https://www.thebump.com/a/does-baby-have-hiccups
Diakses pada 20 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait