Pergerakan di perut ibu bisa disebabkan oleh cegukan dan tendangan janin
Cegukan dan tendangan janin membuat ibu merasakan gerakan di perut

Setiap pergerakan dalam perut calon ibu menimbulkan senyuman yang membahagiakan, bagaimana tidak, gerakan-gerakan tersebut menandakan bahwa buah hati sehat dan baik-baik saja.

Pergerakan-pergerakan, berupa pukulan atau tendangan janin akan semakin terasa seiring bertambahnya trimester. Tidak hanya tendangan janin, bumil juga dapat merasakan cegukan pada bayi. Lantas, apa perbedaan cegukan dan tendangan janin?

Perbedaan cegukan dan tendangan janin

Calon ibu mulai dapat merasakan pergerakan bayi saat janin sudah memasuki usia 16 sampai 20 minggu. Pergerakan bayi yang paling umum dirasakan adalah berupa tendangan janin, tetapi wanita yang sedang mengandung juga dapat merasakan gerakan lain berupa cegukan.

Meskipun keduanya sama-sama menimbulkan pergerakan dalam perut sang ibu, tetapi jika dirasakan lebih seksama, ada perbedaan di antara keduanya. Cegukan biasanya memiliki pergerakan yang lebih beritme dan terasa kedutan yang serupa kejang otot.

Cegukan seringnya dirasakan oleh bumil saat trimester kedua atau ketiga, tetapi tidak berarti semua bayi akan mengalami cegukan saat berada dalam kandungan.

Perbedaan cegukan dan tendangan janin lainnya adalah dari segi posisi, cegukan pada bayi timbul hanya di salah satu area perut saja, sedangkan tendangan janin dapat dirasakan di daerah perut lainnya.

Misalnya tendangan awalnya di bagian perut atas dan kemudian mengarah ke bagian samping. Biasanya, calon ibu akan berhenti merasakan tendangan bayi saat mengganti posisi tubuhnya.

Tendangan janin sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berat badan sang ibu, mengonsumsi makanan yang manis, pedas, atau dingin, dan sebagainya. Lama-kelamaan, Anda sudah bisa mengenali perbedaan cegukan dan tendangan janin.

Apakah bayi cegukan adalah hal yang normal?

Setelah mengetahui perbedaan cegukan dan tendangan janin, bumil mungkin akan bertanya-tanya, apakah normal jika bayi mengalami cegukan dalam kandungan? Jawabannya adalah normal-normal saja.

Cegukan adalah salah satu kejadian alami yang terjadi saat masa kehamilan dan merupakan tanda baik bahwa bayi dalam keadaan fisik yang baik.

Saat sudah memasuki minggu ke-32 dari masa kehamilan, cegukan pada bayi akan mulai berkurang dan Anda tidak akan merasakannya tiap hari.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan pada bayi saat masa kehamilan?

Cegukan tidak akan terasa sakit dan berlangsung lebih dari 15 menit. Meskipun sudah mengetahui perbedaan cegukan dan tendangan janin, tetapi terkadang bumil bisa merasa terganggu dan khawatir dengan pergerakan tersebut.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghentikan cegukan pada bayi:

  • Minum air untuk mencegah dehidrasi
  • Berbaring pada sisi kiri tubuh
  • Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan sehat
  • Memiliki jadwal tidur yang teratur
  • Menggunakan bantal untuk menyokong perut dan mengurangi tekanan pada tulang belakang
  • Berolahraga secara teratur dan ringan sesuai dengan anjuran dokter

Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Setelah minggu ke-32 kehamilan, bumil tidak akan terlalu sering merasakan cegukan pada bayi. Namun, jika Anda masih merasakan cegukan tiap harinya dengan durasi yang lebih dari 15 menit atau cegukan terjadi lebih dari tiga kali sehari, maka Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Anda juga perlu mengecek ke dokter jika Anda merasakan cegukan pada bayi tiap hari atau lebih dari empat kali sehari atau setelah minggu ke-28, tetapi pastikan bahwa Anda sudah bisa membedakan cegukan dan tendangan janin untuk memastikan bahwa apa yang dirasakan adalah cegukan.

Tidak perlu khawatir jika Anda merasakan cegukan pada janin karena berkaitan dengan pematangan paru janin dan ini adalah hal normal.

Kadangkala, cegukan yang tidak kunjung hilang harus dilihat oleh dokter agar dicaritahu apa penyebab yang mendasari. Karena khawatir berisiko adanya gangguan janin.

Catatan dari SehatQ

Perbedaan cegukan dan tendangan janin tidak serta merta dapat disadari begitu saja, para bumil mungkin membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dan memahami perbedaan dari keduanya.

Selain itu, tidak semua bumil memiliki waktu yang sama saat pertama kali merasakan pergerakan buah hati. Anda bisa saja merasakan tendangan janin atau cegukan lebih cepat atau lebih lambat dari calon ibu lainnya.

Lakukanlah pemeriksaan kehamilan setiap bulannya agar selalu terpantau kondisi kesehatan Anda dan janin.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/baby-hiccups-in-womb#Whats-going-on-with-your-baby?
Diakses pada 6 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322372.php#other-things-babies-do-in-the-womb
Diakses pada 6 Februari 2020