Apa Peran Bakteri dalam Pembuatan Keju? Ini Penjelasannya

(0)
19 Feb 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Peran bakteri dalam pembuatan keju penting untuk proses fermentasiKeju mengandung banyak protein dan kalsium
Keju sering kali dijadikan isian roti, camilan, atau pun ditambahkan ke dalam makanan. Produk olahan susu ini kaya akan protein, kalsium, dan lemak. Keju juga mengandung berbagai nutrisi lainnya, seperti vitamin A, B12, zinc, fosfor, riboflavin, dan asam lemak omega-3, yang baik bagi tubuh. Namun, tahukah Anda jika ada campur tangan bakteri dalam proses pembuatan keju? Meski sering dianggap negatif, bakteri ternyata berperan penting dalam pembuatan keju yang kita konsumsi. Simak penjelasan mengenai peran bakteri dalam pembuatan keju berikut ini.

Peran bakteri dalam pembuatan keju

Bahan utama pembuatan keju adalah susu sapi, kambing, atau domba. Susu akan dipasteurisasi untuk mengurangi mikroorganisme pembusuk dan memperbaiki lingkungan yang baik bagi bakteri untuk tumbuh.Susu kemudian akan didinginkan setelah dipasteurisasi. Selainjutnya, bakteri khusus akan ditambahkan ke dalam susu untuk memulai proses pembuatan keju. Peran bakteri dalam pembuatan keju di sini adalah mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan menurunkan pH susu. 
Keju cheddar yang diparut
Keju dibuat dengan proses fermentasi
Nah, terdapat dua jenis bakteri yang berperan dalam proses fermentasi ini, yaitu:
  • Bakteri mesofilik: bakteri ini berkembang biak pada suhu kamar, tapi mati pada suhu yang lebih tinggi. Bakteri mesofilik digunakan untuk membuat keju lembut, seperti cheddar, gouda, dan colby.
  • Bakteri termofilik: bakteri ini tumbuh subur pada suhu yang lebih tinggi sekitar 55 derajat Celcius dan digunakan untuk membuat keju yang lebih tajam, seperti Parmesan dan Romano.
Lactobacillus lactis merupakan bakteri yang umumnya digunakan dalam proses pembuatan keju. Bakteri ini termasuk dalam kategori bakteri mesofilik. Beberapa bakteri lainnya, seperti Streptococcus salivarius, Lactobacillus derbuckrii, dan Lactobacillus helveticus tak jarang juga digunakan.Proses fermentasi oleh bakteri membuat susu mengental dan padat karena karbohidrat dalam susu diubah menjadi asam laktat. Dengan adanya asam laktat, keju menjadi bersifat asam dan lebih awet karena bakteri dan jamur pengurai tidak dapat berkembang biak.Bakteri Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum juga kerap ditambahkan dalam pembuatan keju Cheddar. Peran bakteri dalam pembuatan keju ini adalah memberikan atau meningkatkan rasa maupun tekstur keju. Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa peran bakteri dalam pembuatan keju sangatlah penting.

Manfaat makan keju bagi kesehatan

Berbagai kandungan nutrisi yang terkandung dalam keju membuatnya memiliki banyak manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat keju bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh.
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi

keju baik untuk kesehatan gigi
Keju bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan tulang
Keju mengandung kalsium, protein, magnesium, zinc, vitamin A, D, dan K yang baik untuk perkembangan tulang pada anak-anak maupun orang dewasa. Keju bahkan bisa mencegah kemungkinan osteoporosis. Tak hanya itu, kalsium dalam keju juga dapat membantu meningkatkan kesehatan gigi dan memberi perlindungan terhadap gigi berlubang. 
  • Meningkatkan kesehatan pencernaan

Keju berasal dari proses fermentasi yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Berbagai bakteri ini mampu menjaga kesehatan pencernaan sehingga terhindar dari berbagai masalah.
  • Menurunkan tekanan darah

Orang yang mengonsumsi lebih banyak keju disinyalir memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Namun, Anda disarankan untuk mengonsumsi keju rendah lemak dan rendah natrium, misalnya keju cottage atau parmesan. Namun tetap harus memperhatikan apakah keju tersebut ditambah dengan jenis makanan lain. Misalnya keju yang diicampur dengan nasi dan lauk pauk cepat saji hal ini malah meningkatkan tekanan darah. Sebelum membeli produk keju, sebaiknya baca informasi gizi yang tertera pada kemasan.
  • Menyehatkan pembuluh darah

keju bantu sehatkan pembuluh darah
Keju membantu menyehatkan pembuluh darah
Sifat antioksidan pada keju dapat melindungi tubuh dari efek negatif natrium. Bahkan, sebuah studi di tahun 2016 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi keju dari susu sapi, memiliki pembuluh darah yang berfungsi lebih baik dari peserta yang mengonsumsi keju kedelai.
  • Memperbaiki sel tubuh

Protein dalam keju bermanfaat dalam memperbaiki dan membangun sel-sel tubuh yang sehat. Cobalah konsumsi produk olahan susu ini untuk membantu memenuhi kebutuhan protein Anda.
  • Mengandung asam lemak omega-3

Berbagai jenis keju, terutama yang terbuat dari susu sapi, mengandung asam lemak omega-3. Kandungan tersebut bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskuler dan otak Anda.Meski bermanfaat, terlalu banyak mengonsumsi keju yang tinggi lemak jenuh dan natrium bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe-2. Oleh sebab itu, konsumsillah keju dalam kisaran yang wajar.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehat
Science Learn. https://www.sciencelearn.org.nz/resources/827-the-science-of-cheese
Diakses pada 05 Februari 2021
Milk Facts. http://www.milkfacts.info/Milk%20Processing/Cheese%20Production.htm
Diakses pada 05 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/299147#when-is-cheese-bad-for-you
Diakses pada 05 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait