Polip Kantong Empedu, Penyebab dan Cara Mengobatinya


Polip kantong empedua adalah benjolan yang tubuh di lapisan dalam kantong empedu. Polip ini ada yang bersifat ganas, kenali cara mengobatinya

0,0
Polip kantong empedu terjadi saatada benjolan yang tumbuh di lapisan dalam kantong empeduPolip kandung empedu bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker)
Polip kandung empedu terjadi ketika ada benjolan berukuran kecil yang tumbuh pada lapisan dalam kantong empedu. Secara umum, benjolan ini memiliki batang yang menyambungkannya pada dinding kandung empedu.Sebagian besar kasus polip kantong empedu bersifat jinak alias nonkanker. Namun tak menutup kemungkinan polip ini bisa bersifat ganas atau kanker.

Kenapa polip kandung empedu bisa terjadi? 

Sama seperti tumor pada umumnya, penyebab polip kandung empedu belum dapat diketahui secara pasti hingga sekarang. Kendati demikian, sebuah penelitian menyebutkan bahwa jenis kelamin, usia, serta kondisi medis seperti diabetes dan obesitas dapat meningkatkan risiko polip ini. Polip kandung empedu umumnya terbentuk dari penumpukan kolesterol, bukan sel kanker. Karena itulah, polip ini cenderung tidak berbahaya.  Polip kantong empedu sebenarnya merupakan tumor berukuran kecil. Ukuran polip ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis apakah tumor ini jinak atau ganas. Polip kantong empedu berdiameter lebih dari 1 cm umumnya bersifat ganas atau kanker. Sedangkan, polip dengan diameter lebih kecil biasanya bersifat jinak, dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Untuk penyebab pasti polip kandung empedu belum diketahui saat ini, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar polip tidak semakin banyak dengan cara mengurangi asupan makanan berlemak, dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.Selain dari faktor kandung empedu itu sendiri, dalam pengambilan keputusan apakah polip kandung empedu akan dioperasi atau tidak, dokter bedah juga akan mempertimbangkan penyakit penyerta lainnya seperti gagal jantung, diabetes, hipertensi pada penderita. Sehingga sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter bedah untuk memutuskan apakah polip tersebut perlu dioperasi atau tidak.

Seperti apa gejala polip kandung empedu?

Pada beberapa kasus, polip kantong empedu tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi penderita bisa saja mengeluhkan gejala polip kandung empedu berikut ini:

Cara mengobati polip kandung empedu

Pengobatan polip kandung empedu akan disesuaikan pada besar ukuran polip yang Anda alami. 

1. Polip kandung kemih berdiameter di bawah 1-1,5 cm

Polip kandung kemih berukuran kecil seperti ini mungkin tidak memerlukan langkah pengobatan khusus atau operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Terutama polip berukuran 0,5 cm karena potensinya untuk menjadi kanker sangatlah rendah.Dokter kemungkinan akan memantau kondisi Anda secara rutin. Pemeriksaan medis berkala bisa dianjurkan untuk menilai perubahan yang dapat mengindikasikan polip berubah menjadi kanker.USG perut atau endoskopi termasuk dua jenis tes yang biasanya akan disarankan oleh dokter. Pemeriksaan medis ini perlu dilakukan setiap tiga sampai enam bulan, dalam jangka waktu hingga dua tahun lamanya.Setelah itu, pemeriksaan dapat dihentikan apabila tidak terdapat perubahan apapun pada polip kandung empedu yang Anda miliki. Selain penanganan medis, ada pula sederet langkah mengobati polip kandung kemih berkurang kecil secara alami. Berikut cara-caranya:
  • Minum jus atau makan buah tertentu, seperti buah pir dan buah bit.
  • Minum minyak zaitun murni saat perut dalam keadaan kosong.
  • Menempelkan kompres hangat di perut bagian kanan atas. 
Namun harap diingat bahwa belum ada penelitian medis lebih lanjut yang bisa membuktikan efektivitas dari cara-cara alami tersebut. 

2. Polip kandung kemih berdiameter di atas 1 cm

Polip kandung empedu dengan diameter lebih dari 1 cm memiliki potensi untuk berubah menjadi kanker, terutama bila diameternya di atas 1,5 cm. Angka risiko perubahan ini bisa berkisar antara 46-70%. Oleh sebab itu, polip kandung empedu jenis ini harus diangkat melalui operasi kolesistektomi. Prosedur ini bertujuan mencegah perkembangan menuju kanker.Operasi pengangkatan juga akan dilakukan untuk menangani polip kandung empedu yang diduga bersifat kanker.

Polip kantong empedu sebesar 0,47cm apakah perlu dilakukan operasi?

Pada umumnya benjolan ini tidak berbahaya, namun bila jumlahnya banyak maka dikhawatirkan ada salah satu benjolan yang akan menjadi kanker. Selain dari segi jumlah benjolan, ukuran benjolan juga menjadi pertimbangan dokter bedah untuk melakukan operasi. Benjolan dengan ukuran diatas 1 cm akan lebih berisiko untuk menjadi kanker. Selain itu penderita polip kandung empedu dengan usia diatas 60 tahun juga lebih berisiko untuk terjadi keganasan. Faktor-faktor tersebut yang akan dipertimbangkan oleh dokter bedah sebelum melakukan tindakan operasi.

Bisakah polip kandung empedu dicegah?

Anda dapat mencegah munculnya polip kandung empedu dengan langkah-langkah di bawah ini:Selain itu, mengonsumsi  jus apel atau minyak zaitun saat perut kosong juga dipercaya dapat mengatasi polip kandung empedu. Namun, belum ada penelitian yang memastikan efektivitasnya. Gejala polip kandung empedu cenderung mirip dengan tanda batu empedu maupun penyakit lainnya. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh meremehkan kondisi Anda dan periksakan diri ke dokter bila merasakan gejala yang janggal.Dengan begitu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi polip kandung empedu dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.Bila Anda berniat menerapkan cara pengobatan alami, Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Jangan sampai niat baik Anda malah berbalik mengancam kesehatan Anda karena terlambat ditangani.
tumorpolipkanker saluran empedutumor jinak
Healthline. https://www.healthline.com/health/gallbladder-polyps
Diakses pada 22 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/gallbladder-polyps/expert-answers/faq-20058450
Diakses pada 22 Oktober 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/gallbladder/gallbladder-polyps.aspx
Diakses pada 22 Oktober 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17886428
Diakses pada 22 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait