Apa Penyebab Polip Kandung Empedu dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Polip kandung empedu terjadi ketika ada benjolan yang tumbuh pada lapisan dalam kantong empedu
Polip kandung empedu bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker)

Polip kandung empedu terjadi ketika ada benjolan berukuran kecil yang tumbuh pada lapisan dalam kantong empedu. Secara umum, benjolan ini memiliki batang yang menyambungkannya pada dinding kandung empedu.

Sebagian besar kasus polip kantong empedu bersifat jinak alias nonkanker. Namun tak menutup kemungkinan polip ini bisa bersifat ganas atau kanker.

Kenapa polip kandung empedu bisa terjadi? 

Sama seperti tumor pada umumnya, penyebab polip kandung empedu belum dapat diketahui secara pasti hingga sekarang. Kendati demikian, sebuah penelitian menyebutkan bahwa jenis kelamin, usia, serta kondisi medis seperti diabetes dan obesitas dapat meningkatkan risiko polip ini. 

Polip kandung empedu umumnya terbentuk dari penumpukan kolesterol, bukan sel kanker. Karena itulah, polip ini cenderung tidak berbahaya.  

Polip kantong empedu sebenarnya merupakan tumor berukuran kecil. Ukuran polip ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis apakah tumor ini jinak atau ganas. 

Polip kantong empedu berdiameter lebih dari 1 cm umumnya bersifat ganas atau kanker. Sedangkan, polip dengan diameter lebih kecil biasanya bersifat jinak, dan tidak memerlukan pengobatan khusus. 

Seperti apa gejala polip kandung empedu?

Pada beberapa kasus, polip kantong empedu tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi penderita bisa saja mengeluhkan gejala polip kandung empedu berikut ini:

Ini cara mengobati polip kandung empedu

Pengobatan polip kandung empedu akan disesuaikan pada besar ukuran polip yang Anda alami. 

  • Polip kandung kemih berdiameter di bawah 1-1,5 cm

Polip kandung kemih berukuran kecil seperti ini mungkin tidak memerlukan langkah pengobatan khusus atau operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Terutama polip berukuran 0,5 cm karena potensinya untuk menjadi kanker sangatlah rendah.

Dokter kemungkinan akan memantau kondisi Anda secara rutin. Pemeriksaan medis berkala bisa dianjurkan untuk menilai perubahan yang dapat mengindikasikan polip berubah menjadi kanker.

USG perut atau endoskopi termasuk dua jenis tes yang biasanya akan disarankan oleh dokter. Pemeriksaan medis ini perlu dilakukan setiap tiga sampai enam bulan, dalam jangka waktu hingga dua tahun lamanya.

Setelah itu, pemeriksaan dapat dihentikan apabila tidak terdapat perubahan apapun pada polip kandung empedu yang Anda miliki. 

Selain penanganan medis, ada pula sederet langkah mengobati polip kandung kemih berkurang kecil secara alami. Berikut cara-caranya:

  • Minum jus atau makan buah tertentu, seperti buah pir dan buah bit.
  • Minum minyak zaitun murni saat perut dalam keadaan kosong.
  • Menempelkan kompres hangat di perut bagian kanan atas. 

Namun harap diingat bahwa belum ada penelitian medis lebih lanjut yang bisa membuktikan efektivitas dari cara-cara alami tersebut. 

  • Polip kandung kemih berdiameter di atas 1 cm

Polip kandung empedu dengan diameter lebih dari 1 cm memiliki potensi untuk berubah menjadi kanker, terutama bila diameternya di atas 1,5 cm. Angka risiko perubahan ini bisa berkisar antara 46-70%. 

Oleh sebab itu, polip kandung empedu jenis ini harus diangkat melalui operasi kolesistektomi. Prosedur ini bertujuan mencegah perkembangan menuju kanker.

Operasi pengangkatan juga akan dilakukan untuk menangani polip kandung empedu yang diduga bersifat kanker.

Bisakah polip kandung empedu dicegah?

Anda dapat mencegah munculnya polip kandung empedu dengan langkah-langkah di bawah ini:

Gejala polip kandung empedu cenderung mirip dengan tanda batu empedu maupun penyakit lainnya. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh meremehkan kondisi Anda dan periksakan diri ke dokter bila merasakan gejala yang janggal.

Dengan begitu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi polip kandung empedu dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Bila Anda berniat menerapkan cara pengobatan alami, Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Jangan sampai niat baik Anda malah berbalik mengancam kesehatan Anda karena terlambat ditangani.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gallbladder-polyps
Diakses pada 22 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/gallbladder-polyps/expert-answers/faq-20058450
Diakses pada 22 Oktober 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/gallbladder/gallbladder-polyps.aspx
Diakses pada 22 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17886428
Diakses pada 22 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed