Bayi Demam dan Panasnya Naik Turun? Begini Cara Mengatasinya


Demam bayi naik turun mungkin menjadi salah satu kondisi yang paling menakutkan bagi sebagian besar orang tua. Namun, demam bayi naik turun tidak selalu merupakan suatu tanda penyakit tertentu. Yang paling penting, Anda tetap perlu waspada terhadap penyebab demam bayi naik turun

(0)
demam bayi naik turun tidak selalu merupakan suatu tanda penyakit tertentuBayi Anda lebih rewel dari biasanya merupakan salah satu tanda demam bayi naik turun
Bayi demam tentu membuat orang tua harus segera siaga. Bahkan, beberapa orang tua cemas dan khawatir jika bayi panas naik turun dalam jangka waktu tertentu. Ya, sebagian besar orang tua tentu merasa takut dan bingung bila menghadapi bayi demam naik turun. Maka dari itu, sebaiknya para orang tua mengetahui penyebab dan cara menurunkan demam dengan benar agar tidak mudah panik.

Kenali penyebab demam bayi naik turun

Infeksi bakteri sebabkan bayi demam
Bayi demam mungkin menjadi salah satu kondisi yang paling menakutkan bagi sebagian besar orang tua. Terlebih, jika demam pada bayi cukup tinggi dan usia bayi masih dalam hitungan beberapa bulan.Sebenarnya, bayi panas naik turun selalu merupakan suatu tanda penyakit bayi tertentu. Pada dasarnya, demam adalah bentuk respon dari sistem kekebalan tubuh bayi yang sedang melawan penyakit dan mempertahankan diri dari serangan virus, bakteri, atau zat asing lainnya.Nah, jika bayi demam, hal ini bisa jadi menandakan sistem kekebalan tubuhnya cukup responsif dalam menghadapi infeksi yang terjadi.Akan tetapi, perlu diperhatikan apabila demam bayi naik turun dalam frekuensi yang terlalu sering. Pasalnya, mungkin saja Si Kecil mengalami infeksi virus atau bakteri yang cukup berbahaya. Misalnya, pneumonia, infeksi saluran kencing, infeksi telinga, ataupun meningitis.

Jenis-jenis bayi demam

Bayi demam sedang menunjukkan suhu 38-38,5 derajat Celcius
Demam ternyata memiliki beberapa ragam. Dalam hal ini, ada tiga jenis demam pada bayi yang dibedakan berdasarkan tingkatan suhu tubuhnya, yaitu:
  • Demam ringan, yaitu suhu tubuh bayi hanya mencapai 37-37,5 derajat Celcius.
  • Demam sedang, yaitu suhu tubuh menunjukkan 38-38,5 derajat Celcius.
  • Demam tinggi, yaitu temperatur tubuh bayi sudah mencapai angka 39 derajat Celcius ke atas.

Tanda-tanda dan gejala bayi demam naik turun

Bayi rewel merupakan tanda bayi demam
Gejala demam bayi naik turun berbeda-beda, tergantung pada kondisi buah hati Anda. Namun, pada umumnya, bayi lebih rewel dari biasanya. Selain itu, gejala demam bayi naik turun lainnya, termasuk:

Cara mengatasi demam bayi naik turun

Gunakan kompres air hangat untuk bayi demam
Untuk mengatasi demam bayi naik turun, ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan. Simak cara menurunkan demam pada bayi panas naik turun di bawah ini:
  • Mengelap tubuh bayi dengan handuk bersih yang sudah dibasahi air hangat. Lap tubuh bayi, termasuk pada area lipatan-lipatan tubuhnya. Kemudian, segera keringkan tubuhnya dengan handuk. Jangan mengelap tubuh bayi menggunakan air dingin atau air es batu karena bisa menyebabkan buah hati Anda menggigil.
  • Kompres air hangat. Riset yang terbit pada jurnal Enfermeria Clinica menemukan, hal ini mampu menurunkan panas pada bayi. Suhu hangat membuat pembuluh darah melebar, meningkatkan metabolisme, dan membuat otak memberikan "perintah" ke kulit untuk menurunkan suhu.
  • Mencukupi kebutuhan cairan yang cukup pada bayi untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang diberikan untuk bayi bisa berupa air susu ibu (ASI), susu formula, atau air putih, tergantung usia Si Kecil. Jika bayi Anda berusia di bawah 6 bulan, sebaiknya berikan bayi ASI saja.
  • Kenakan bayi pakaian yang tipis dan nyaman. Untuk mengatasi demam, hindari menggunakan pakaian yang tebal karena dapat membuat demam pada bayi sulit turun atau justru semakin tinggi.
  • Berikan obat penurun panas, seperti paracetamol atau ibuprofen jika usia bayi Anda lebih dari 6 bulan. Namun, jangan berikan aspirin pada bayi Anda. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu sebelum memberikan obat penurun demam pada bayi.

Tanda demam bayi naik turun yang tidak perlu dikhawatirkan

Tidak perlu panik jika bayi demam masih mau minum
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bayi panas naik turun tidak selalu merupakan suatu tanda penyakit tertentu. Jadi, Anda tidak perlu takut dan panik apabila demam bayi naik turun. Umumnya, demam bayi naik turun tidak perlu dikhawatirkan apabila:
  • Demam bayi naik turun kurang dari 3 hari.
  • Suhu tubuh bayi kurang dari 39 derajat Celcius, apabila bayi berusia mulai 3 bulan hingga 3 tahun. Namun, sebaiknya orang tua perlu waspada bila bayi mempunyai riwayat kejang dengan suhu lebih rendah.
  • Bayi masih mau menerima asupan cairan.
  • Demam pada bayi tidak terlalu tinggi setelah ia mendapat imunisasi. Ini umum terjadi pada bayi dan akan berlangsung kurang dari 48 jam.

Tanda demam bayi naik turun yang harus diperiksakan ke dokter

Waspadai jika bayi demam dan kejang
Umumnya, demam bayi naik turun merupakan kondisi yang normal dialami oleh setiap bayi dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Akan tetapi, penting bagi Anda sebagai orang tua untuk terus memerhatikan kapan demam bayi naik turun yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan tertentu.Berikut adalah tanda demam bayi naik turun yang membuat Anda perlu membawa Si Kecil ke dokter spesialis anak:
  • Jika bayi yang mengalami demam berusia kurang dari 3 bulan.
  • Bayi demam naik turun selama lebih dari 3 hari.
  • Demam bayi lebih tinggi dari 39 derajat Celsius.
  • Demam tidak turun-turun selama beberapa waktu walaupun sudah dikompres hangat atau diberikan obat penurun demam.
  • Bayi demam setelah mendapat imunisasi dan berlangsung selama lebih dari 48 jam.
  • Bayi tidak nafsu makan.
  • Bayi menjadi sangat rewel serta merasa lesu.
  • Bayi mengalami berbagai gejala lain, seperti sakit tenggorokan, batuk, diare, mual atau muntah, sembelit, ataupun infeksi telinga.
  • Bayi mengalami sulit bernapas.
  • Bayi mengalami dehidrasi.
  • Bayi mengalami kejang.
Dengan ini, dokter spesialis anak akan mencari tahu penyebab demam bayi naik turun melalui serangkaian pemeriksaan yang dilakukan. Misalnya, tes darah, tes urin, rontgen dada, atau spinal tap. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai penyebab demam bayi naik turun.

Cara mencegah bayi demam

Cuci tangan untuk cegah bayi demam
Karena demam merupakan gejala suatu penyakit yang bisa diakibatkan infeksi, maka yang Anda harus menghindari terjadinya infeksi pada bayi agar tidak demam. Inilah caranya:
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali ingin menyentuh bayi.
  • Membersihkan alat makan, minum, dan mainan bayi.
  • Menyapu dan mengepel lantai tempat bayi bermain.
  • Membawa hand sanitizer jika tidak ada air dan sabun saat bersama bayi.

Catatan dari SehatQ

Bayi demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala penyakit tertentu. Dalam hal ini, daya tahan tubuh bayi sedang bereaksi untuk mempertahankan diri dari infeksi. Cara mengatasi demam bayi bisa dilakukan dengan memberikan cairan yang cukup, mengelap tubuh bayi dengan air hangat, hingga memberikan paracetamol atau ibuprofen jika bayi berusia 6 bulan ke atas.Jika bayi demam saat berusia kurang dari 3 bulan, selama lebih 3 hari, suhu lebih dari 39 derajat celcius, atau disertai muntah dan kejang, hubungi dokter anak segera melalui melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.Kunjungi untuk mendapatkan kebutuhan perawatan bayi demam dengan harga menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
demampenyakit anakkejang demam
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax/
Diakses pada 26 Mei 2020
Web Md. https://www.webmd.com/parenting/baby/fever-in-babies
Diakses pada 26 Mei 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000319.htm
Diakses pada 26 Mei 2020
Enfermeria Clinica. https://www.elsevier.es/es-revista-enfermeria-clinica-35-articulo-effect-tepid-sponge-on-changes-S1130862119300294
Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait