logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Penyebab Anoreksia Nervosa pada Wanita, Penyakit Sering Memuntahkan Makanan

open-summary

Anoreksia nervosa adalah gangguan ketakutan akan naiknya berat badan yang menyebabkan seseorang memuntahkan kembali makanan yang dimakannya.


close-summary

3.5

(4)

31 Mei 2019

| dr. Rikho Melga Shalim

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gangguan anoreksia nervosa

Penyebab anoreksia nervosa melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan

Table of Content

  • Mengenal anoreksia nervosa
  • Penyebab anoreksia nervosa
  • Faktor risiko anoreksia
  • Gejala anoreksia nervosa
  • Cara mengatasi anoreksia nervosa
  • Catatan dari SehatQ

Tubuh langsing bak model memang impian setiap wanita. Namun, terkadang banyak yang memilih jalan instan demi mendapatkannya. Inilah yang akhirnya menjadi penyebab anoreksi nervosa.

Advertisement

Remaja dan dewasa muda seringkali menetapkan standar yang tinggi terhadap bentuk tubuh yang secara tidak langsung bersinggungan dengan berat badan. Berbagai upaya dicoba dari yang biasa sampai yang ekstrem.Salah satu usaha ekstrem untuk menurunkan berat badan dengan membatasi secara ketat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Namun, lama-kelamaan usaha ini dapat menjadi sebuah gangguan kesehatan mental dalam lingkup gangguan makan yaitu anoreksia nervosa.

Mengenal anoreksia nervosa

Penyakit anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang penderitanya dicirikan memiliki berat badan yang rendah, ketakutan akan naiknya berat badan, dan persepsi yang menyimpang mengenai berat badan.

Orang yang mengidap anoreksia mengontrol bentuk badannya menggunakan usaha penurunan berat badan yang ekstrem dan dapat memengaruhi kehidupannya sendiri. Untuk memiliki tubuh kurus yang diimpikan, terkadang para penderita anorexia akan mengatur masukan kalori mereka dengan cara memuntahkan makanan yang telah ditelan.

Cara lain yang digunakan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan. Para pengidap kondisi ini biasanya menggunakan obat pencahar dan obat untuk kelebihan cairan dalam tubuh secara berlebihan.

Tidak peduli berapa banyak berat badan telah turun, orang dengan anoreksia akan terus takut berat badannya naik, sehingga keinginan untuk diet berlebihan tidak bisa dibendung. Pada umumnya, penderita anoreksia memiliki pemikiran bahwa kurusnya badan sama dengan harga diri.

Penyebab anoreksia nervosa

Penyebab anoreksia masih belum diketahui secara jelas. Sama seperti penyakit lainnya, anorexia kemungkinan juga merupakan penyakit yang melibatkan faktor-faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

1. Biologis

Meski belum dapat dipastikan gen yang mana yang menjadi penyebab anoreksia, kemungkinan perubahan genetik akan membuat seseorang berisiko tinggi menderita anorexia.Beberapa orang memiliki kecenderungan genetis untuk memiliki temperamen perfeksionis, sensitif, serta gigih. Hal-hal tersebut memiliki kaitan dengan anoreksia.

2. Psikologis

Penderita anorexia terobsesi memiliki tubuh langsing sehingga rela untuk diet ketat, bahkan hingga kelaparan. Selain itu, ia mungkin memiliki dorongan kuat mencapai tubuh ideal (perfeksionis) sehingga selalu merasa tak pernah kurus.

3. Lingkungan

Tekanan dari kelompok (peer pressure) membuat seseorang berusaha mati-matian memiliki tubuh kurus dan menderita anoreksia. Pembentukan persepsi tubuh ideal oleh media juga menjadi salah satu penyebab anoreksia.

Faktor risiko anoreksia

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anorexia:

  • Perempuan (gangguan makan lebih sering terjadi pada perempuan)
  • Tingginya indeks massa tubuh saat kanak-kanak
  • Keturunan dan genetik
  • Memiliki gangguan zat kimia pada otak
  • Tekanan sosial untuk menjadi kurus
  • Kesulitan mengekspresikan diri sendiri
  • Pengalaman diejek karena berat badan atau ukuran tubuh
  • Riwayat pelecehan seksual
  • Perfeksionis dengan standar yang tidak realistis
  • Ketidakpuasan dengan tubuh sendiri
  • Kurangnya dukungan sosial dan keluarga
  • Depresi, cemas, stres, dan marah
  • Bayi lahir prematur

Baca juga: Menu Diet Sehat dalam Diet Atkins untuk Turunkan Berat Badan

Gejala anoreksia nervosa

Gejala anoreksia yang muncul biasanya berkaitan dengan kondisi kelaparan yang dialaminya. Pola makan yang tidak sehat tersebut akan memicu gangguan secara fisik dan juga mental. Berikut ini ciri-ciri orang anoreksia yang bisa Anda kenali:

  • Gejala fisik

  • Berat badan turun drastis dalam waktu yang sangat singkat
  • Terlihat kurus
  • Lemas
  • Insomnia
  • Pusing hingga pingsan
  • Jarinya terlihat berwarna kebiruan
  • Rambut tipis dan rontok
  • Banyak rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh
  • Tidak lagi mengalami menstruasi
  • Konstipasi dan sakit perut
  • Kulit terlihat kering dan kekuningan
  • Tidak tahan dingin
  • Gigi dan persendian di tubuh terlihat lebih menonjol
  • Tangan dan kaki bengkak
  • Gejala emosional

  • Diet atau puasa berlebihan
  • Olahraga berlebihan
  • Selalu melakukan usaha untuk mengeluarkan makanan dari tubuh, mulai dari memuntahkan makanan hingga minum obat pencahar berlebihan
  • Sering tidak mau makan
  • Tidak mau makan di depan orang lain
  • Mulai berbohong mengenai frekuensi makan
  • Mengalihkan perhatian dari makanan dengan memasak makanan namun langsung diberikan kepada orang lain.
  • Sering menyangkal dirinya merasa lapar
  • Sering menganggap dirinya gendut, padahal tidak
  • Mudah marah
  • Tidak mau berkumpul dengan orang lain

Cara mengatasi anoreksia nervosa

Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan bersama sahabat, keluarga, atau guru terhadap penderita anoreksia. Beberapa hal terbebut adalah sebagai berikut:

  • Katakan padanya bahwa terlalu kurus itu tidak baik
  • Jelaskan bahwa karakter seseorang lebih penting dari penampilannya
  • Dorong dia agar dapat jujur atas perasaannya sendiri
  • Bangun harga dirinya
  • Jelaskan bahaya dari diet ekstrem

Bila Anda melihat gejala dan penyebab anoreksia terjadi pada keluarga terdekat, segera ajak ia untuk berkonsultasi ke dokter maupun ahli kesehatan mental.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Anak Penderita Anoreksia Nervosa

Catatan dari SehatQ

Anoreksia bisa terjadi lantaran ada pandangan buruk tentang tubuh ideal. Cara mengatasinya adalah membangun rasa percaya diri sembari mencari dukungan orang terdekat.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gangguan makan dan berat badan ideal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

anorexiagangguan makanbulimia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved