logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Apa Manfaat Sodium Fluoride untuk Gigi?

open-summary

Zat sodium flouride bisa terkandung dalam banyak produk perawatan gigi hingga kebutuhan radiographic imaging. Meski bermanfaat menguatkan gigi, dosis penggunaan sodium flouride harus sesuai ketentuan dokter.


close-summary

8 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Zat sodium flouride bisa terkandung dalam banyak produk perawatan gigi

Zat sodium fluoride biasa digunakan untuk menyehatkan gigi

Table of Content

  • Manfaat sodium flouride
  • Cara menggunakan sodium flouride
  • Lengkapi dengan kontrol berkala

Dalam kondisi tertentu, dokter gigi bisa merekomendasikan penggunaan sodium flouride untuk mencegah gigi berlubang. Kandungan dalam sodium flouride membuat gigi lebih kuat dan tahan lubang akibat paparan bakteri dan asam.

Advertisement

Substansi sodium flouride bisa terkandung dalam banyak produk perawatan gigi hingga kebutuhan radiographic imaging. Meski bermanfaat, dosis penggunaan sodium flouride harus sesuai ketentuan dokter.

Manfaat sodium flouride

Manfaat sodium flouride pertama kali ditemukan pada tahun 1930an. Kala itu, dokter gigi menemukan fakta bahwa kelompok orang yang mengonsumsi air dengan kandungan flouride lebih sedikit mengalami gigi berlubang.

Sejak itu, mulai tahun 1930-1940 para peneliti dan dokter gigi terus meneliti apakah sodium flouride bisa digunakan sebagai terapi gigi berlubang. Kemudian, kota Michigan di Amerika Serikat menjadi tempat pertama yang memasukkan flouride dalam asupan cairan untuk warganya pada tahun 1945.

Sejak itu, sodium flouride terbukti menjadi salah satu terobosan penting dalam kesehatan publik. Manfaat utamanya adalah mencegah gigi berlubang meski terpapar asam dan bakteri dalam mulut.

Salah satu mekanisme yang menarik dari cara kerja sodium flouride adalah membunuh bakteri yang menyebabkan gigi berlubang seperti Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus.

Ion dalam sodium flouride juga menurunkan kadar pH dalam sitoplasma sel sehingga kadar keasaman berkurang dan risiko gigi berlubang pun menurun. Ketika diaplikasikan secara topikal, flouride berinteraksi dengan air liur (saliva) untuk mencegah demineralisasi enamel gigi.

Baca Juga

  • DOMS, Saat Otot Terasa Nyeri Setelah Berolahraga
  • Sedang Diet, Berapa Jumlah Kalori Saus Teriyaki?
  • Cegah Penyakit Emfisema dengan Hindari Polusi dan Asap Rokok

Cara menggunakan sodium flouride

Berkumur adalah salah satu cara menggunakan sodium fluoride
Berkumur saat menggunakan sodium fluoride

 

Biasanya, dokter meresepkan sodium flouride untuk dikonsumsi secara oral. Dosisnya bergantung pada usia dan kandungan flouride dalam suplai air yang dikonsumsi. Hal ini penting karena secara alami, air mengandung flouride.

Jika sodium flouride dikonsumsi dalam bentuk cairan, pastikan dosisnya benar-benar presisi. Cairan sodium flouride bisa ditelan langsung atau ditambahkan pada minuman. Meski demikian, sebaiknya hindari konsumsi sodium flouride bersamaan dengan susu atau produk olahan susu lainnya yang akan menghambat penyerapan.

Selain dalam bentuk cairan, sodium flouride juga bisa berbentuk tablet hisap. Jika ini yang diresepkan dokter, pastikan membiarkannya larut di mulut sebelum ditelan. Tujuannya agar gigi bisa menyerap maksimal kandungan sodium flouride di dalamnya.

Untuk hasil terbaik, jangan berkumur, makan, atau minum dalam rentang waktu 30 menit setelah mengonsumsi sodium flouride. Lebih jauh lagi, beri jarak setidaknya 1 jam sebelum mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang mengandung kalsium, aluminum, dan magnesium.

Produk olahan susu seperti yogurt atau antacid dan vitamin/mineral juga bisa menghambat penyerapan sodium flouride secara maksimal.

Lengkapi dengan kontrol berkala

Selain memastikan asupan sodium flouride tercukupi, lengkapi juga perawatan dengan secara berkala berkunjung ke dokter gigi. Idealnya, setiap 6 bulan sekali. Proteksi dari sodium flouride bisa digunakan siapapun, kecuali bayi berusia di bawah 6 bulan.

Menurut American Dental Association atau ADA, penggunaan sodium flouride untuk perawatan gigi dan mencegah gigi berlubang terbukti aman. Namun tetap harus mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang direkomendasikan dokter gigi.

Jika masih ragu apakah membutuhkan sodium flouride dalam bentuk suplemen atau tidak, tanyakan kepada dokter gigi. Pertimbangkan juga gaya hidup dan air yang dikonsumsi di rumah.

Advertisement

kesehatan gigigigi berlubanghidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved