Zat sodium flouride bisa terkandung dalam banyak produk perawatan gigi
Zat sodium fluoride biasa digunakan untuk menyehatkan gigi

Dalam kondisi tertentu, dokter gigi bisa merekomendasikan penggunaan sodium flouride untuk mencegah gigi berlubang. Kandungan dalam sodium flouride membuat gigi lebih kuat dan tahan lubang akibat paparan bakteri dan asam.

Substansi sodium flouride bisa terkandung dalam banyak produk perawatan gigi hingga kebutuhan radiographic imaging. Meski bermanfaat, dosis penggunaan sodium flouride harus sesuai ketentuan dokter.

Manfaat sodium flouride

Manfaat sodium flouride pertama kali ditemukan pada tahun 1930an. Kala itu, dokter gigi menemukan fakta bahwa kelompok orang yang mengonsumsi air dengan kandungan flouride lebih sedikit mengalami gigi berlubang.

Sejak itu, mulai tahun 1930-1940 para peneliti dan dokter gigi terus meneliti apakah sodium flouride bisa digunakan sebagai terapi gigi berlubang. Kemudian, kota Michigan di Amerika Serikat menjadi tempat pertama yang memasukkan flouride dalam asupan cairan untuk warganya pada tahun 1945.

Sejak itu, sodium flouride terbukti menjadi salah satu terobosan penting dalam kesehatan publik. Manfaat utamanya adalah mencegah gigi berlubang meski terpapar asam dan bakteri dalam mulut.

Salah satu mekanisme yang menarik dari cara kerja sodium flouride adalah membunuh bakteri yang menyebabkan gigi berlubang seperti Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus.

Ion dalam sodium flouride juga menurunkan kadar pH dalam sitoplasma sel sehingga kadar keasaman berkurang dan risiko gigi berlubang pun menurun. Ketika diaplikasikan secara topikal, flouride berinteraksi dengan air liur (saliva) untuk mencegah demineralisasi enamel gigi.

Cara menggunakan sodium flouride

Berkumur adalah salah satu cara menggunakan sodium fluoride
Berkumur saat menggunakan sodium fluoride

 

Biasanya, dokter meresepkan sodium flouride untuk dikonsumsi secara oral. Dosisnya bergantung pada usia dan kandungan flouride dalam suplai air yang dikonsumsi. Hal ini penting karena secara alami, air mengandung flouride.

Jika sodium flouride dikonsumsi dalam bentuk cairan, pastikan dosisnya benar-benar presisi. Cairan sodium flouride bisa ditelan langsung atau ditambahkan pada minuman. Meski demikian, sebaiknya hindari konsumsi sodium flouride bersamaan dengan susu atau produk olahan susu lainnya yang akan menghambat penyerapan.

Selain dalam bentuk cairan, sodium flouride juga bisa berbentuk tablet hisap. Jika ini yang diresepkan dokter, pastikan membiarkannya larut di mulut sebelum ditelan. Tujuannya agar gigi bisa menyerap maksimal kandungan sodium flouride di dalamnya.

Untuk hasil terbaik, jangan berkumur, makan, atau minum dalam rentang waktu 30 menit setelah mengonsumsi sodium flouride. Lebih jauh lagi, beri jarak setidaknya 1 jam sebelum mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang mengandung kalsium, aluminum, dan magnesium.

Produk olahan susu seperti yogurt atau antacid dan vitamin/mineral juga bisa menghambat penyerapan sodium flouride secara maksimal.

Lengkapi dengan kontrol berkala

Selain memastikan asupan sodium flouride tercukupi, lengkapi juga perawatan dengan secara berkala berkunjung ke dokter gigi. Idealnya, setiap 6 bulan sekali. Proteksi dari sodium flouride bisa digunakan siapapun, kecuali bayi berusia di bawah 6 bulan.

Menurut American Dental Association atau ADA, penggunaan sodium flouride untuk perawatan gigi dan mencegah gigi berlubang terbukti aman. Namun tetap harus mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang direkomendasikan dokter gigi.

Jika masih ragu apakah membutuhkan sodium flouride dalam bentuk suplemen atau tidak, tanyakan kepada dokter gigi. Pertimbangkan juga gaya hidup dan air yang dikonsumsi di rumah.

CDC. https://www.cdc.gov/fluoridation/basics/anniversary.htm

Diakses 7 Mei 2020

Drug Bank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB09325

Diakses 7 Mei 2020

WebMD. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/sodium-fluoride

Diakses 7 Mei 2020

Wired. https://www.wired.com/2013/05/a-natural-history-of-fluoride/

Diakses 7 Mei 2020

Artikel Terkait