Apa Itu Virus Corona? Ini Segala Hal yang Perlu Diketahui

Virus corona yang muncul di Wuhan merupakan jenis baru yang belum ada vaksinnya
Penyebaran virus corona sudah semakin parah dan terjadi di berbagai negara

Penyakit yang tadinya disebut sebagai wabah misterius dari Wuhan, Tiongkok, telah diidentifikasi sebagai virus corona jenis baru. Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), telah menetapkan nama sementara penyakit ini, yaitu novel coronavirus atau 2019-nCOV.

Tidak hanya di negara asalnya, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini sekarang sudah menyebar ke berbagai negara, seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, hingga Prancis dan Amerika Serikat. Total jumlah penderita yang terinfeksi saat ini tercatat ada sekitar 2.700 orang. Sebanyak 80 di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

Apa itu virus corona dan apa penyebabnya?

Virus corona adalah virus penyebab berbagai gangguan pernapasan, mulai dari SARS, MERS, hingga novel coronavirus
Virus corona jenis baru jadi penyebab wabah mematikan di Tiongkok

Virus corona sebenarnya merupakan penyebab umum gangguan pernapasan, seperti pilek dan infeksi saluran pernapasan. Virus corona sendiri terdiri dari berbagai jenis yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-east respiratory syndrome (MERS). Beberapa tahun yang lalu, kedua penyakit ini juga sempat menjadi wabah yang menyerang banyak orang.

Virus ini bersifat zoonosis. Artinya, virus corona bisa disebabkan oleh binatang yang membawa virus kemudian ditularkan ke manusia

Virus corona juga bisa menyebar ke manusia, apabila ada kontak antara binatang yang terinfeksi dengan individu tersebut. Saat ini, penyebarannya juga diketahui bisa terjadi antarmanusia, apabila ada individu yang melakukan kontak secara langsung dengan penderita virus corona.

Hingga saat ini, diketahui sudah ada satu orang dokter di Tiongkok yang meninggal dunia akibat tertular virus corona dari pasien yang ditanganinya.

Penularan virus corona

Virus corona 2019-nCOV diduga berasal dari ular
Virus corona 2019-nCOV diduga berasal dari ular

Penyakit novel coronavirus diduga muncul pertama kali pada orang-orang yang telah mengunjungi pasar hewan setempat. Pasar tersebut menjual berbagai daging hewan, mulai dari seafood hingga kelelawar dan ular.

Menurut penelitian terbaru, virus corona jenis 2019-nCOV ini pertama kali dibawa oleh ular. Meski begitu, karena ini penyakit baru, perlu dilakukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk memastikan alur penularannya.

Seiring berjalannya waktu, penyebaran penyakit ini semakin meluas. Infeksi tidak hanya terjadi pada orang-orang yang telah mengunjungi pasar hewan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penularan penyakit ini, bisa terjadi antarmanusia.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti cara penularan novel coronavirus yang terjadi antarmanusia. Namun, para ahli menduga caranya tidak jauh berbeda dari penyakit pernapasan lainnya, yaitu:

  • Melalui cairan tubuh individu yang terinfeksi, seperti cipratan air liur yang keluar melalui bersin atau batuk
  • Melalui kontak secara langsung dengan penderita, seperti berjabat tangan atau menyentuh tubuh penderita
  • Menyentuh benda dengan partikel virus corona pada permukaanya, lalu langsung menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan
  • Pada kasus virus corona lain, penularan diketahui juga bisa terjadi melalui paparan kotoran atau tinja. Namun, hal ini jarang terjadi.

Gejala virus corona

Batuk merupakan salah satu gejala infeksi virus corona
Batuk dan mual bisa jadi gejala infeksi virus corona

Pada kasus penderita yang positif terinfeksi virus corona, ada berbagai gejala yang terjadi. Beberapa orang dilaporkan hanya mengalami gejala awal yang ringan atau bahkan tidak merasakan gejala berarti. Namun pada kasus lainnya, ada penderita yang dilaporkan mengalami gejala sangat parah.

Gejala yang bisa timbul pada infeksi novel coronavirus antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Mual
  • Muntah
  • Diare

Gejala bisa reda dalam beberapa hari, tapi dapat juga berkembang menjadi parah, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun yang lemah. Pada kelompok individu yang rentan tersebut, gejala bisa berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.

Saat ini, para ahli meyakini bahwa gejala infeksi virus corona jenis ini bisa muncul 2-14 hari sejak infeksi pertama kali terjadi. Masa antara awal infeksi dengan munculnya gejala dinamakan masa inkubasi. Pada masa inkubasi ini, virus corona sudah bisa menular.

Sehingga, bisa saja ada satu individu yang baru kembali dari area wabah atau berkontak dengan penderita, tapi merasa baik-baik saja dan dua minggu kemudian baru merasakan munculnya gejala virus corona.

Situasi seputar virus corona di Indonesia

Di Indonesia sendiri saat ini belum ada laporan mengenai individu yang terbukti positif tertular virus corona. Namun, sudah ada beberapa orang yang diduga terinfeksi. Mereka saat ini tengah diisolasi di rumah sakit, sambil menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak terlalu khawatir, meski harus terus waspada. Sebab, selama tbelum pernah berkontak secara langsung dengan penderita novel coronavirus, maka risiko Anda untuk tertular virus ini tidak besar.

Saat ini, yang terpenting adalah senantiasa melakukan langkah-langkah pencegahan, untuk meminimalisir risiko penularan.

Langkah pencegahan penularan virus corona

Cuci tangan untuk cegah penularan virus corona
Rutin cuci tangan dengan benar penting untuk cegah infeksi virus corona

Karena masih baru, belum ada vaksin yang bisa mencegah terjadinya penularan 2019-nCOV ini. Namun, berbagai lembaga kesehatan mulai dari WHO hingga Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan imbauan mengenai sejumlah cara mencegah penularan, sebagai berikut:

  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol, terutama setelah bersin, batuk, atau menyentuh benda-benda di tempat umum.
  • Saat batuk atau bersin, jangan tutup mulut dengan telapak tangan. Gunakanlah lengan bagian atas atau tisu sekali pakai. Setelah itu, lanjutkan dengan cuci tangan.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang flu dan demam.
  • Apabila Anda mengalami demam dan flu, segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Saat perjalanan ke dokter, jangan lupa menggunakan masker untuk mencegah penularan ke orang lain.
  • Untuk sementara waktu, jangan mengunjungi pasar hewan.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang mentah. Pastikan makanan yang bersumber dari hewan, dimasak sempurna hingga matang.
  • Gunakan masker saat sedang berada di tempat umum.
  • Setelah bepergian, segera ganti pakaian dan mandi.
  • Jangan bepergian ke daerah yang sedang diserang wabah virus corona.

Meski Indonesia letaknya cukup jauh dari Tiongkok, bukan berarti virus tersebut tidak bisa sampai ke sini. Sehingga, tetap lakukan langkah-langkah pencegahan di atas, untuk mengurangi risiko Anda tertular.

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
Diakses pada 27 Januari 2020

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/the-new-coronavirus-what-we-do-and-dont-know-2020012518747
Diakses pada 27 Januari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/new-china-coronavirus-faq.html
Diakses pada 27 Januari 2020

WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
Diakses pada 27 Januari 2020

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20012600003/sumber-ncov-belum-diketahui.html
Diakses pada 27 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed