logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Memahami Karakteristik Anak Tunagrahita Beserta Penyebab dan Cara Menanganinya

open-summary

Pengertian anak tunagrahita adalah anak yang memiliki keterbatasan perkembangan mental, tingkah laku, dan kecerdasan. Karakteristik anak tunagrahita pun beragam, seperti terlambat atau sulit berbicara, sulit untuk memahami peraturan di masyarakat, hingga susah memahami akibat dari sebuah tindakan.


close-summary

4.09

(11)

20 Mei 2022

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Tunagrahita merupakan kondisi keterbelakangan yang menyebabkan seseorang memiliki IQ rendah

Anak tuna grahita punya perilaku yang berbeda dari teman sebayanya

Table of Content

  • Karakteristik anak tunagrahita
  • Klasifikasi anak tunagrahita
  • Faktor penyebab anak tunagrahita
  • Bagaimana cara mendiagnosis kondisi tunagrahita pada anak?
  • Cara menangani anak tunagrahita
  • Sekolah untuk anak tunagrahita

Salah satu keterbatasan yang dapat dialami oleh anak-anak adalah tunagrahita. Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, pengertian anak tunagrahita adalah anak yang memiliki keterbatasan perkembangan mental, tingkah laku, dan kecerdasan.

Advertisement

Keterbatasan ini dapat membuat anak kesulitan mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Maka dari itu, mereka memerlukan pendekatan khusus berupa stimulasi kognitif untuk memaksimalkan fungsi kecerdasannya.

Anak tunagrahita bukan tidak bisa mempelajari hal atau keterampilan baru. Hanya saja, perjalanan mereka untuk melakukannya jauh lebih lambat dari anak seusianya. Keterlambatan ini bergantung pada seberapa parah tingkat disabilitas intelektual yang terjadi.

Karakteristik anak tunagrahita

anak tunagrahita
Anak tunagrahita memiliki karakteristik yang penting untuk dipahami.

Sekitar 1-3 persen (200 juta) dari populasi dunia mengidap kondisi tunagrahita. Meski begitu, 85 persen dari estimasi angka tersebut adalah tunagrahita ringan.

Kondisi ini dianggap lebih umum terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah (16.41 pada setiap 1000 orang).

Selain itu, tunagrahita lebih umum terjadi pada populasi laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

Anak berkebutuhan khusus ini memiliki beberapa ciri, baik yang ditunjukkan secara intelektual maupun kemampuannya dalam beradaptasi.

Secara intelektual, karakteristik anak tunagrahita meliputi:

  • Kemampuan duduk, merangkak, atau berjalan yang lambat
  • Terlambat atau kesulitan berbicara
  • Kesulitan untuk memahami peraturan di masyarakat
  • Kesulitan mengingat sesuatu
  • Terlambat untuk menguasai keterampilan sehari-hari, seperti pergi ke toilet, berpakaian, atau makan sendiri
  • Susah memahami akibat dari sebuah tindakan
  • Sulit untuk berpikir logis
  • Masalah perilaku, seperti tantrum yang meledak-ledak
  • Sulit memecahkan masalah.

Guna memastikan ciri-ciri anak tunagrahita di atas, dokter perlu melakukan pengukuran tingkat intelektual melalui tes IQ.

Tak hanya itu, dokter juga akan menganjurkan evaluasi untuk mengukur kemampuan anak dalam beraktivitas. Beberapa hal yang akan diuji adalah:

  • Keterampilan merawat diri, seperti berpakaian, mandi, dan makan
  • Keterampilan berkomunikasi dan sosial, seperti berbicara dengan orang lain
  • Kemampuan dalam menyerap pelajaran sekolah atau metode kerja
  • Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kemampuan untuk meminta bantuan pada orang lain
  • Keterampilan dalam menggunakan uang.

Klasifikasi anak tunagrahita

anak tunagrahita
Klasifikasi anak tunagrahita

Setelah dokter melakukan evaluasi secara menyeluruh, penderita tunagrahita akan dikategorikan berdasarkan hasil tesnya. Menurut hasil tes IQ, beberapa kategori di bawah ini bisa menjadi patokan:

  • IQ 55-77 (tingkat ringan)

Anak yang memiliki IQ 55-77 akan memiliki perkembangan fisik lebih lambat daripada anak lain seusianya.

Dengan tingkat intelektual tersebut, mereka akan memiliki kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah.

Namun, anak tetap bisa hidup mandiri di masa mendatang bila diajarkan kemampuan melakukan aktivitas rumah tangga dan keterampilan praktis lainnya.

  • IQ 40-55 (tingkat sedang)

Dalam kategori anak tunagrahita ini, anak dapat memiliki kemampuan komunikasi yang sederhana. Mereka bisa menyampaikan kebutuhan dasarnya, seperti mandi, makan, dan minum.

Namun, anak-anak dalam kategori ini membutuhkan waktu pelatihan yang lama supaya bisa menguasai keterampilan dasar untuk mengurus dirinya sendiri.

  • IQ 25-40 (tingkat parah)

Anak dengan IQ 25-40 tidak mampu melakukan tugas-tugas sederhana, termasuk mengurus diri sendiri.

Klasifikasi anak tunagrahita ini juga ditandai dengan gangguan bicara dan kelainan fisik pada lidah dan ukuran kepala yang lebih besar.

Kondisi fisik mereka juga lemah karena menderita gangguan motorik berat.

  • IQ <25 (tingkat sangat parah)

IQ di bawah 25 merupakan kategori terberat dalam pengelompokan anak tunagrahita. Mereka umumnya memiliki ukuran kepala yang lebih besar layaknya penderita hidrosefalus.

Anak dalam kategori ini membutuhkan perawatan medis intensif dan tak bisa melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain.

Faktor penyebab anak tunagrahita

Penyebab anak mengalami gangguan intelektual bermacam-macam, mulai dari kondisi genetik hingga cedera. Secara umum, berikut adalah berbagai kemungkinan penyebab dan faktor risikonya.

1. Faktor genetik

Beberapa kondisi genetik berpotensi menjadi penyebab anak tunagrahita atau memiliki kebutuhan khusus. Misalnya, sindrom Down dan sindrom fragile X.

2. Masalah saat hamil

Beberapa masalah ataupun kebiasaan buruk selama kehamilan bisa menyebabkan hambatan dalam perkembangan otak janin dan memicu gangguan intelektual pada anak.

Contohnya, konsumsi alkohol berlebih dan obat-obatan terlarang, malnutrisi, infeksi tertentu, serta preeklampsia.

3. Persalinan yang bermasalah

Ketika bayi lahir dan mengalami kekurangan oksigen, kemampuan intelektual berpotensi mengalami kecacatan. Kelahiran prematur juga meningkatkan risiko anak mengalami tunagrahita.

4. Penyakit atau cedera

Penyakit yang disebabkan infeksi juga dapat menyebabkan bayi mengalami kecacatan intelektual atau retardasi mental. Misalnya, meningitis, batuk rejan, atau campak.

Sementara itu, sederet kondisi lain yang berpotensi memicu gangguan intelektual adalah cedera parah di kepala, tenggelam hingga otak kekurangan oksigen, kurang gizi yang ekstrem, infeksi di otak, terpapar zat beracun (seperti timbal), serta penganiayaan atau penelantaran parah.

5. Tak diketahui

Baca Juga

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi tunagrahita pada anak?

Kondisi tunagrahita dapat dideteksi lewat beberapa hal, salah satunya kelainan fisik. Jika seorang bayi mengidap kelainan fisik dan menunjukkan kelainan genetik atau metabolisme, berbagai tes dapat dilakukan untuk memastikan diagnosisnya.

Tes yang dimaksud dapat berupa:

  • Tes darah
  • Tes urine
  • Tes pencitraan (untuk mendeteksi masalah struktural di otak)
  • EEG alias elektroensefalografi (untuk mencari bukti kejang).

Pada anak dengan keterlambatan perkembangan, dokter juga bisa melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis kondisi tunagrahita.

Berbagai tes ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi lain yang menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak.

Perlu dipahami, terdapat tiga faktor penting dalam melakukan diagnosis tunagrahita, di antaranya:

  • Wawancara dengan kedua orangtua
  • Observasi terhadap anak
  • Pengujian kecerdasan dan perilaku adaptif.

Seorang anak akan dianggap mengidap kondisi tunagrahita jika mereka memiliki defisit IQ dan perilaku adaptif (keterampilan seseorang yang diperlukan di kehidupan sehari-hari, seperti mampu berkomunikasi, berinteraksi, dan menjaga diri sendiri). Jika anak hanya mengalami satu dari kedua hal tersebut, maka tidak dianggap menderita tunagrahita.

Setelah diagnosis dilakukan, tim medis dapat menilai kelebihan dan kelemahan khusus dari anak. Hal ini dapat membantu tim medis dalam menentukan seberapa banyak dan jenis dukungan apa yang dibutuhkan anak untuk bisa hidup di rumah, sekolah, serta masyarakat.

Cara menangani anak tunagrahita

Sayangnya, belum ada obat untuk menyembuhkan anak tunagrahita. Saat memiliki anak dengan kebutuhan khusus ini, orangtua harus siap secara fisik dan mental.

Apabila si kecil termasuk dalam kategori parah, Anda mesti merelakan bahwa harapan hidup mereka mungkin di bawah rata-rata.

Penanganan anak tunagrahita dengan kategori ringan atau sedang memerlukan dukungan penuh dari orangtua. Saat dewasa nanti, mereka mungkin bisa hidup mandiri, termasuk mencari nafkah.

Mempunyai anak tunagrahita bukanlah aib, jadi Anda sebaiknya tidak melakukan tindakan negatif, baik pada anak maupun diri sendiri.

Anda dapat melakukan beberapa hal berikut sebagai cara menangani anak tunagrahita:

  • Pelajari berbagai hal mengenai disabilitas intelektual
  • Melatih kemandirian anak
  • Bimbing anak untuk melakukan sesuatu dengan tepat
  • Beri apresiasi jika anak menunjukkan kemajuan
  • Libatkan anak dalam kegiatan kelompok
  • Berkomunikasi dengan orangtua lain yang bernasib sama.

Jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli medis atau dokter supaya mereka dapat merekomendasikan terapi anak tunagrahita yang tepat.

Jika perlu, mintalah dukungan dari keluarga atau praktisi kesehatan. Dengan ini, Anda dapat memberikan tindakan yang tepat dan bermanfaat bagi anak.

Sekolah untuk anak tunagrahita

Bagi orangtua yang ingin memberikan pendidikan kepada anak tunagrahita, terdapat strategi pembelajaran anak tunagrahita yang bisa dicoba, salah satunya memasukkannya ke sekolah luar biasa (SLB).

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, terdapat beberapa jenis SLB yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi anak.

Untuk anak dengan tunagrahita, mereka dapat mencoba SLB C. Jenis SLB ini diperuntukkan bagi anak tunagrahita atau individu dengan intelegensi yang di bawah rata-rata dan tak mampu beradaptasi.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang anak tunagrahita, Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakitgangguan mental

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved