Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19?


Terapi plasma konvalesen seolah menjadi harapan baru untuk menangani pasien Covid-19, terutama para pasien dengan gejala berat. Bagaimana syaratnya dan apakah efektif dilakukan untuk mengobati Covid-19?

(0)
Terapi plasma konvalesen seolah menjadi harapan baru untuk menangani pasien Covid-19Terapi plasma konvalesen adalah pengobatan menggunakan plasma darah dari orang yang sudah sembuh Covid-19
Terapi plasma konvalesen seolah menjadi harapan baru untuk menangani pasien Covid-19, terutama para pasien dengan gejala berat.Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penggunaan plasma darah dalam pengobatan medis bukanlah suatu hal yang baru.Penggunaan plasma darah sebagai terapi dari pasien yang sembuh sudah dilakukan untuk berbagai macam pengobatan pada wabah penyakit, seperti flu babi, ebola, SARS, dan MERS.Lantas, apakah terapi plasma konvalesen efektif dilakukan sebagai pengobatan pada pasien Covid-19?Simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa itu terapi plasma konvalesen?

Terapi plasma konvalesen adalah jenis pengobatan menggunakan plasma darah yang berasal dari orang yang sudah sembuh dari suatu infeksi penyakit.Direktur Lembaga Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio mengatakan bahwa ketika seseorang terinfeksi suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri, ia akan membentuk antibodi.Pada kasus Covid-19, maka antibodinya adalah untuk virus penyebab Covid-19.Nah, terapi plasma konvalesen bekerja dengan mekanisme tersebut.Darah dari seorang penyintas Covid-19 akan diambil kemudian diproses untuk menghilangkan sel darah sehingga tersisa cairan (plasma) dan antibodi.Plasma dan antibodi itulah yang akan diberikan kepada pasien Covid-19.Plasma konvalesen diyakini mampu mengeliminasi virus sehingga infeksinya bisa mereda.Bagi pasien Covid-19 yang masih berjuang untuk sembuh, terapi plasma konvalesen diharapkan dapat menjauhkan pasien dari serangan virus, sekaligus memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak.Dengan demikian, tingkat keparahan penyakit yang dialami bisa berkurang dan pasien bisa lebih cepat sembuh.

Apa syarat menjadi pendonor plasma konvalesen untuk pasien Covid-19?

Syarat terapi plasma konvalesen adalah harus sama golongan darahnya
Kecocokan golongan darah antara penerima plasma dan pendonor adalah penting
Adapun beberapa syarat menjadi pendonor plasma konvalesen untuk penyintas Covid-19 adalah sebagai berikut.
  • Pernah positif Covid-19.
  • Sudah benar-benar sembuh dari Covid-19 selama 2 minggu, yang dibuktikan dengan hasil tes swab negatif.
  • Bebas keluhan atau gejala Covid-19 minimal 14-28 hari.
  • Memiliki kadar antibodi dan total titer antibodi IgG spesifik Covid-19 yang cukup.
  • Memiliki kecocokan golongan darah dengan penerima plasma atau penyintas Covid-19.
  • Donor diutamakan laki-laki, atau bisa pula wanita yang belum pernah hamil, dengan hasil antibodi HLA negatif dan belum pernah menerima transfusi.
  • Usia 17-60 tahun.
  • Berat badan minimal 55 kg.
  • Lebih diutamakan jika pernah donor darah sebelumnya.
  • Memenuhi kondisi kesehatan (telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan tidak terinfeksi malaria, virus HIV, hepatitis, dan sebagainya).
Sementara, orang-orang yang tidak boleh menjadi pendonor plasma konvalesen untuk penyintas Covid-19, yakni:
  • Mengidap penyakit kanker
  • Mengidap penyakit HIV
  • Mempunyai penyakit jantung
  • Pernah melakukan transplantasi organ
  • Sedang hamil
  • Baru saja melahirkan, minimal 9 bulan yang lalu

Apa syarat menjadi penerima plasma konvalesen dari penyintas Covid-19?

Syarat penerima plasma konvalesen dari penyintas Covid-19, yaitu:
  • Pasien memiliki kecocokan golongan darah dengan pemberi plasma atau penyintas Covid-19.
  • Terapi plasma konvalesen diberikan untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala sedang sampai berat, atau mengalami kondisi gawat darurat (pneumonia atau hipoksia).
  • Pasien memiliki riwayat kesehatan yang bisa memperburuk kondisi Covid-19, terutama bagi yang sudah dalam kondisi gawat darurat.

Bagaimana terapi plasma konvalesen dilakukan?

Terapi plasma konvaselen bukan hal baru dalam dunia medis
Plasma dan antbodi akan diberikan kepada pasien Covid-19
Dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan terapi plasma apabila Anda adalah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.Selanjutnya, tim medis akan melakukan pencarian pendonor yang golongan darahnya cocok dengan pasien Covid-19.Pada saat pasien dipersiapkan untuk menjadi donor atau pasien yang akan dilakukan terapi plasma konvalesen harus menandatangani formulir persetujuan (informed consent) atas penjelasan dan kesediaan menjadi pendonor atau penerima donor darah.Tim medis juga akan membuat rencana jadwal pengambilan darah bagi pendonor yang telah bersedia dan telah menandatangani informed consent.Waktu pengambilan darah disesuaikan dengan kondisi pasien dan ketentuan yang berlaku.Selanjutnya, berikut ini langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas medis dalam melakukan donor plasma konvalesen:
  • Memasukkan jarum steril ke pembuluh darah vena di lengan Anda. Jarum ini terhubung dengan selang plastik tipis dan kantong darah.
  • Meminta Anda untuk mengepalkan tangan berulang kali guna meningkatkan aliran darah dari pembuluh darah vena.
  • Menampung darah dulu ke tabung untuk diperiksa.
  • Mengalirkan darah dari pembuluh vena ke kantong darah.
  • Melepaskan jarum, dan memasang plester pada bekas suntikan.
Langkah-langkah tersebut biasanya memakan waktu sekitar 1-2 jam lamanya.Setelah proses donor plasma selesai dilakukan, dokter akan memantau kondisi pasien Covid-19.Dokter akan memberi tahu mengenai berapa lama pasien perlu berada di rumah sakit dan apakah dibutuhkan terapi plasma lanjutan atau tidak.

Apa risiko efek samping terapi plasma konvalesen?

Pada dasarnya, donor darah sudah sering dilakukan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan tertentu.Dengan demikian, donor darah cenderung aman dilakukan.Risiko tertular Covid-19 melalui terapi plasma konvalesen belum dapat dibuktikan secara ilmiah hingga saat ini.Kendati demikian, para peneliti percaya bahwa risiko tertular Covid-19 cenderung rendah karena pendonor plasma sudah benar-benar sembuh dari infeksi penyakit.Pada beberapa kasus, terapi plasma konvalesen mungkin menimbulkan risiko efek samping tertentu, seperti reaksi alergi, kerusakan paru-paru, sulit bernapas, hingga terinfeksi HIV atau hepatitis B dan C.Jika Anda merupakan pasien atau penyintas Covid-19 yang melakukan donor plasma konvalesen dan mengalami efek samping tertentu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Apakah terapi plasma konvalesen efektif untuk mengobati Covid-19?

Maraknya terapi plasma konvalesen yang dicari dan digunakan untuk mengobati Covid-19 di Indonesia, memunculkan pertanyaan mengenai efektivitasnya.Pada dasarnya, Food and Drug Administration (FDA) menyatakan sudah memberikan izin darurat mengenai penggunaan terapi plasma dan masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait efektivitasnya.Sementara, di Indonesia, lembaga penelitian pemerintah Indonesia, Eijkman, masih mengembangkan studi terkait keefektifan pengobatan alternatif ini.Maka, terapi plasma konvalesen pada Covid-19 hingga kini hanya boleh digunakan untuk kondisi kedaruratan dan dalam penelitian.Manfaat terapi ini masih kontroversial karena masih belum cukup bukti yang menunjukkan efektifitasnya.Sebuah studi ilmiah terkini mengemukakan bahwa terapi plasma darah konvalesen untuk pasien Covid-19 berat dan kritis tidak menunjukkan penurunan angka kematian dan tidak menunjukkan perbaikan kondisi klinis.Hal tersebut diduga karena kerusakan paru yang sudah terlalu parah pada pasien Covid-19 berat sehingga plasma konvalesen tidak dapat memberikan efek yang optimal.Terapi plasma konvalesen untuk Covid-19 diduga bermanfaat bila diberikan pada fase awal penyakit dengan titer antibodi yang tinggi.
Informasi lengkap seputar vaksin corona covid-19
Baca Juga: Menilik Status Kehalalan Vaksin Covid-19 untuk IndonesiaBaca Juga: Ini Alasannya Vaksin Corona Sangat Penting DiberikanBaca Juga: Sederet Jenis Vaksin Corona yang Akan Dipakai di Indonesia

Catatan dari SehatQ

Terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 adalah pengobatan menggunakan plasma darah yang berasal dari orang yang sudah sembuh Covid-19Meski demikian, perlu diketahui bawah terapi plasma konvalesen tidak dapat diberikan sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 dan tidak bisa menggantikan vaksin.Sebab, plasma konvalesen adalah terapi dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan keefektifannya. Jika Anda masih punya pertanyaan seputar terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, unduh sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi saluran pernapasanpenyakit pernapasangangguan pernapasancoronavirus
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/convalescent-plasma-therapy/about/pac-20486440
Diakses pada 28 Januari 2021
The New England Journal of Medicine. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2031304
Diakses pada 28 Januari 2021
NHS Blood and Transplant. https://www.nhsbt.nhs.uk/covid-19-research/plasma-donors/who-can-donate-plasma/
Diakses pada 28 Januari 2021
Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/donate-covid-19-plasma
Diakses pada 28 Januari 2021
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. https://covid19.go.id/p/berita/terapi-plasma-convalescent-pengobatan-alternatif-pasien-covid-19
Diakses pada 28 Januari 2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/20090900001/terapi-plasma-konvalesen-harapan-baru-tangani-covid-19.html
Diakses pada 28 Januari 2021
Redblood. https://reblood.com/informasi/terapi-plasma-konvalesen-pasien-covid-19
Diakses pada 28 Januari 2021
AMARI. https://amari.itb.ac.id/mengungkap-cara-kerja-donor-plasma/
Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait