Kenali Sistem Endokrin, Jaringan Kelenjar Penghasil Hormon


Sistem endokrin adalah kelenjar yang melepaskan hormon sehingg atubuh bisa berfungsi dengan baik. Mulai dari sistem metabolisme, pertumbuhan, suasana hati, fungsi seksual, hingga mengatur waktu tidur.

0,0
25 Oct 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sistem endokrin atau sistem hormon adalah jaringan kelenjar penghasil hormon, senyawa komunikasi antar selHipotalamus merupakan salah satu bagian tubuh dalam sistem endokrin, yang menghasilkan hormon
Perubahan dalam tubuh yang Anda alami selama ini, tak lepas dari peran sistem endokrin yang mengeluarkan hormon. Sebagai contoh, suara anak laki-laki memberat, air susu ibu setelah melahirkan, atau peningkatan detak jantung saat menghadapi stres.
Apa itu sistem endokrin? Apa saja kelenjar yang menjadi bagian serta gangguannya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa itu sistem endokrin?

Sistem endokrin adalah serangkaian kelenjar yang memproduksi dan mengeluarkan hormon untuk mengoordinasikan berbagai fungsi tubuh, seperti:Perlu Anda ketahui bahwa hormon diproduksi oleh berbagai macam kelenjar. Mengutip dari Cleveland Clinic, hormon adalah bahan kimia yang dapat mengendalikan berbagai fungsi dalam tubuh.Cara kerja hormon adalah dengan membawa pesan melalui darah ke organ, kulit, otot, dan jaringan tubuh lainnya. Lalu, sinyal-sinyal ini akan membari tahu tubuh apa yang harus dilakukan dan kapan melakukannya.Sedangkan pada sistem endokrin, fungsinya adalah terus memantau jumlah hormon dalam darah.

Bagian-bagian dari sistem endokrin

Bagian kelenjar dalam sistem endokrin
Bagian kelenjar dalam sistem endokrin
Organ penyusun sistem hormon pada endokrin adalah kelenjar. Ini karena kelenjar berfungsi untuk menghasilkan dan melepaskan hormon yang berbeda.Ada berbagai macam kelenjar di seluruh tubuh Anda, termasuk di area leher, otak, hingga organ reproduksi. Kelenjar terbesar dalam tubuh adalah pankreas.Berikut adalah kelenjar utama dalam sistem endokrin yang menghasilkan hormon, di antaranya adalah:

1. Kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis terletak di dasar organ otak, dengan ukuran seperti kacang polong. Walaupun kecil, kelenjar pituitari dijuluki “kelenjar master” karena pekerjaannya besar.Fungsi kelenjar pituitary dalam sistem endokrin adalah menghasilkan hormon yang dapat mengontrol kelenjar lainnya, seperti kelenjar tiroid, kelenjar adneral, ovarium, dan testis.Beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari, meliputi:
  • Hormon pertumbuhan (GH), yang merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh lain.
  • Hormon prolaktin, yang mengaktifkan produksi ASI pada ibu menyusui.
  • Hormon antidiuretik, membantu mengontrol keseimbangan cairan tubuh pada ginjal.
  • Hormon oksitosin, yang membantu kontraksi dinding rahim saat persalinan.

2. Hipotalamus

Hipotalamus adalah kelenjar yang berada di bagian otak dan menghubungkan sistem endokrin dengan sistem saraf.Cara kerjanya adalah dengan menggunakan informasi dari sistem saraf untuk menentukan kapan memberitahu kelenjar lainnya seperti kelenjar pituitari untuk hormon.Fungsi lainnya dari kelenjar hipotalamus adalah dengan mengontrol suasana hati, rasa lapar dan haus, pola tidur, hingga gairah seksual.

3. Kelenjar pineal

Kelenjar pineal terletak di bagian tengah otak yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur dengan cara melepaskan melatonin. Ini adalah hormon yang membantu tubuh mengetahu kapan waktu tidur dan bisa membuat Anda mengantuk.

4. Kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid berlokasi di bagian bawah depan leher, yang berbentuk seperti kupu-kupu. Ini adalah kelenjar yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme, pembakaran energi, dan juga detak jantung.  

5. Kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah kumpulan empat kelenjar kecil dalam sistem endokrin, yang menghasilkan hormon paratiroid. Walaupun ukurannya seperti butiran beras, fungsinya adalah untuk mengendalikan kadar kalsium di aliran darah.

6. Kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terdiri atas dua bagian, yaitu korteks adrenal di bagian luar, dan medulla adrenal di bagian dalam. Nama kelenjar ini mungkin mengingatkan Anda pada kata ‘adrenalin’.Salah satu hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal adalah hormon adrenalin (dikenal juga dengan homon epinephrin).Fungsinya adalah membuat dan melepaskan hormon kortikosteroid dan epinefrin untuk mengatur metabolisme, takanan darah, perkembangan seksual, hingga respon tubuh terhadap stres.

7. Kelenjar reproduksi (testis dan ovarium)

Sesuai namanya, kelenjar reproduksi sebagai bagian dari sistem endokrin menghasilkan hormon yang berkaitan dengan seksualitas dan reproduksi manusia.Pada pria, testis membuat sperma dan melepaskan hormon androgen, yaitu testosteron. Fungsinya adalah untuk memengaruhi sperma, kekuatan otot, serta dorongan seks.Sementara itu, ovarium wanita memiliki hormon estrogen dan progesteron. Hormon wanita ini dikeluarkan oleh indung telur (ovarium), yang berperan dalam perkembangan seksual, kehamilan, dan mentruasi wanita.Selain bertindak sebagai penghasil hormon, testis dan ovarium juga memiliki peran non-hormonal. Testis menghasilkan sel sperma, dan ovarium memproduksi sel telur.

8. Pankreas

Pankreas terletak di belakang lambung. Dalam sistem endokrin, pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Keduanya berperan penting untuk mengontrol kadar gula darah (glukosa).Bagian penghasil hormon di kelenjar pankreas disebut dengan pankreas endokrin. Tak hanyaitu saja, kelenjar pankreas juga berperan dalam sistem pencernaan.Sebagai contoh, menghasilkan enzim lipase untuk memecah lemak. Bagian pankreas penghasil enzim tersebut dikenal sebagai pankreas eksokrin.

Gangguan pada sistem endokrin

Ada beberapa kondisi atau kelainan yang dapat menyebabkan masalah [ada sistem endokrin. Kondisi ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan di seluruh tubuh.Berikut adalah gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem endokrin, yaitu:
  • Diabetes, berkembang ketikan pankreas tidak cukup membuat hormon insulin.
  • Gangguan tiroid, kelenjar tiroid terganggu sehingga menyebabkan hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
  • Hipogonadisme, testis tidak menghasilkan hormon testosteron yang cukup.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS), ketidak seimbangan hormon pada wanita.
  • Osteoporosis, saat ovarium tidak menghasilkan cukup estrogen, tulang menjadi rapuh dan lemah.

Cara menjaga kesehatan sistem endokrin

Umumnya, pola hidup yang tidak sehat adalah penyebab terjadinya gangguan pada sistem endokrin. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda dan keluarga lakukan untuk menjaga hormon.
  • Rajin berolahraga dan beraktivitas fisik.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Menjalani pemeriksaan oleh dokter secara berkala.
  • Berkonsultasi dengan dokter apabila ingin mengonsumsi suplemen dan obat herbal tertentu.
Sebaiknya, segera konsultasikan dengan dokter, jika ada anggota keluarga yang menderita masalah pada sistem endokrin, termasuk diabetes melitus dan gangguan tiroid.Ingin berdiskusi lebih lanjut seputar sistem endokrin dan hormon lainnya? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hormon sekshormon tiroidgrowth hormonhormon kortisolhormonhormon paratiroidhormon prolaktinhormon progesteronanatomi manusiakelenjar tiroid
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/anatomy_of_the_endocrine_system/article_em.htm#pictures_of_the_endocrine_system
Diakses pada 24 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/the-endocrine-system
Diakses pada 24 Oktober 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/endocrine.html
Diakses pada 24 Oktober 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21201-endocrine-system. Diakses pada 3 November 2021Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/anatomy-of-the-endocrine-system. Diakses pada 3 November 2021Hormone. https://www.hormone.org/what-is-endocrinology/the-endocrine-system. Diakses pada 3 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait