Apa Itu Seksualitas Manusia? Ini Penjelasannya

(0)
21 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Seksualitas manusia meliputi seluruh aspek yang berkaitan dengan seksSeksualitas manusia dapat diekspresikan dengan berbagai cara
Di samping tidur dan makan, seksualitas memainkan peran penting dalam kehidupan setiap orang. Bukan hanya sekedar aktivitas seksual, seksualitas manusia ini merupakan hal yang kompleks dan pribadi sehingga perlu dipahami dengan baik.Namun, berbicara mengenai seksualitas manusia mungkin masih dianggap tabu oleh sebagian orang. Padahal pengetahuan dan wawasan mengenai hal tersebut penting agar tidak keliru terhadap informasi-informasi yang simpang siur. 

Apa itu seksualitas manusia?

Seksualitas manusia adalah cara di mana kita mengalami dan mengekspresikan diri sebagai makhluk seksual. Seksualitas meliputi semua aspek yang berkaitan dengan seks, yaitu jenis kelamin, gender, nilai, sikap, orientasi seksual, kesenangan, perilaku seksual, hubungan dan reproduksi.Dalam seksualitas, terlibat suatu ketertarikan seksual terhadap orang lain. Sebagian besar pada lawan jenis (heteroseksual), sebagian pada sesama jenis (homoseksual), beberapa pada keduanya (biseksual), atau bahkan tidak tertarik secara seksual pada siapa pun (aseksual).Hormon pun dianggap sebagai salah satu pendorong utama perilaku seksual. Pria memiliki hormon androgen yang lebih tinggi, sementara wanita memiliki hormon estrogen dan progestin yang lebih tinggi. Hormon androgen memengaruhi fungsi seksual dan reproduksi pria, sedangkan estrogen dan progesteron mengatur siklus menstruasi dan penting untuk reproduksi wanita.Terdapat beberapa cara individu dalam mengekspresikan seksualitasnya, yaitu melalui pikiran, fantasi, perilaku, peran, dan hubungan. Perlu Anda ketahui bahwa seksualitas merupakan proses yang berkembang. Adapun beberapa tahap perkembangan seksual, meliputi:
  • Masa kanak-kanak

Pada masa ini, anak kerap menjelajahi tubuhnya sendiri. Ia juga belajar tentang cinta, kasih sayang, dan keintiman melalui keterkaitan pengasuhan.
  • Masa remaja

Pada masa ini, remaja mengalami pubertas. Ia dapat bereksperimen dan mengeksplorasi bentuk seksual lainnya, seperti masturbasi. Bahkan mungkin menjadi aktif secara seksual.
  • Masa dewasa muda

Di usia dewasa muda, seksualitas terus berkembang. Anda mungkin memiliki pasangan yang terlibat secara emosional maupun fisik.
  • Masa dewasa tua

Keinginan seksual bisa menurun pada orang dewasa yang lebih tua. Namun, banyak orang yang mempertahankan keinginan untuk tetap memiliki hubungan yang intimBudaya juga dapat memengaruhi seksualitas. Bahkan beberapa peneliti percaya bahwa lingkungan lebih menentukan seksualitas daripada gen. 

Masalah yang berkaitan dengan seksualitas

Sebagian orang mungkin pernah mengalami masalah yang terkait dengan seksualitas. Ini dapat dipicu oleh kesehatan mental atau fisik seseorang, seperti kegelisahan, depresi, stres pascatrauma, diabetes, masalah jantung, ketidakseimbangan hormon, atau efek samping obat. Adapun beberapa masalah yang berkaitan dengan seksualitas, yaitu:
  • Impoten
  • Kurangnya hasrat seksual
  • Kecemasan atau ketidakpastian tentang orientasi seksual
  • Keinginan seksual yang bertentangan dengan pasangan
  • Pelecehan seksual
  • Dorongan seksual yang menyulitkan
Sementara, The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5) mencantumkan masalah seksual berdasarkan gender. Masalah seksual wanita, meliputi gangguan gairah atau minat seksual, gangguan orgasme, dan gangguan penetrasi. Sementara, masalah pada pria yaitu gangguan seksual hipoaktif, ejakulasi yang tertunda, disfungsi ereksi, dan ejakulasi dini.Tak hanya itu saja, penyakit menular seksual dan kehamilan yang tak diinginkan juga menjadi masalah lain yang berkaitan dengan seksualitas. Penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, gonore, sifilis, klamidia, kutil kelamin, trikomoniasis, herpes genital, dan lainnya dapat terjadi karena hubungan seksual berisiko tanpa pengaman. Ini dapat menimbulkan masalah serius bahkan mengancam jiwa pada kasus yang parah.Kurangnya informasi mengenai seksualitas juga dapat membuat seseorang berperilaku keliru hingga mendapatkan kehamilan yang tak diinginkan. Hal tersebut bisa meningkatkan kasus aborsi dan kematian pada remaja. Dengan begitu, penting untuk memahami dan mengendalikan seksualitas manusia.
hormon sekssekshubungan seksualorientasi seksual
CSUN. http://www.csun.edu/~vcpsy00h/students/sexual.htm
Diakses pada 07 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3859969/
Diakses pada 07 Juli 2020
Good Therapy. https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/sex-and-sexuality
Diakses pada 07 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait