Psikopat adalah orang yang menderita gangguan kepribadian antisosial
Psikopat sebenarnya merujuk pada orang yang menderita gangguan kepribadian antisosial, yang bersifat arogan dan tak berempati

Anda mungkin sering mendengar istilah psikopat, di berbagai tempat. Anda bisa jadi mendengarnya dalam percakapan personal, di film dan sinetron, atau dalam artikel online. Di berbagai konten hiburan, psikopat digambarkan sebagai seorang pembunuh berantai, yang suka menganiaya orang lain.

Namun, apakah Anda sudah memahami apa itu psikopat? Apakah psikopat sesederhana yang disebutkan orang-orang?

Psikopat adalah gangguan kepribadian, seperti apa?

Dalam ilmu kejiwaan, definisi yang tepat dari psikopat adalah orang dengan gangguan kepribadian antisosial. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial memiliki kondisi mental, untuk memanipulasi dan melukai orang-orang di sekitarnya.

Beberapa tanda-tanda yang bisa ditunjukkan oleh psikopat, atau orang dengan gangguan kepribadian antisosial, meliputi:

  • Perilaku yang tidak bertanggung jawab, terhadap lingkungan sosial
  • Kesulitan membedakan hal yang baik dan yang buruk
  • Kecenderungan untuk sering berbohong
  • Melanggar hak orang lain
  • Memanipulasi dan menyakiti orang lain
  • Sulit memberikan empati

Psikopat, atau orang dengan gangguan kepribadian antisosial, tidaklah sama dengan istilah antisosial atau ansos. Istilah ini mungkin kerap Anda dengar, yang disematkan pada orang yang suka menyendiri, tidak mau berbaur, atau tidak mau bersosialiasi. Antisosial dalam gangguan kepribadian, merujuk pada orang yang melawan aturan dan masyarakat.

Bagaimana psikopat didiagnosis dokter?

Istilah psikopat sebenarnya tidak ada dalam daftar gangguan kejiwaan. Karena masuk ke dalam gangguan kepribadian antisosial, dokter akan merujuk pada gangguan ini, untuk mendiagnosis.

Meski demikian, mendiagnosis orang dengan gangguan kepribadian antisosial pun dapat sulit dilakukan. Para penderitanya kerap tidak menyadari bahwa ada masalah pada perilakunya. Sehingga, mereka jarang berkonsultasi pada ahli kejiwaan.

Perihal diagnosis, perilaku dan tanda-tanda orang dengan gangguan kepribadian sosial biasanya muncul sejak ia berusia 15 tahun. Namun, diagnosis baru bisa dilakukan apabila mereka telah menginjak umur 18 tahun. Bagi kebanyakan penderita, perilaku terburuk akibat gangguan ini bisa muncul di penghujung usia belasan hingga 20an.

Psikopat adalah gangguan kepribadian

Selain mendengar istlah psikopat, barangkali kata sosiopat pun sering diucapkan orang-orang. Beberapa pihak pun menyamakan kedua istilah di atas. Benarkah sama?

Seperti psikopat, sosiopat juga masuk dalam payung gangguan kepribadian antisosial. Ciri orang sosiopat juga boleh dibilang mirip dengan psikopat. Namun ada sedikit perbedaan di antara keduanya, dalam level perilaku antisosial serta penampilan luar para penderitanya.

  • Perbedaan psikopat dan sosiopat: level perilaku antisosial

Beberapa ahli percaya bahwa sifat tak berempati dalam diri psikopat memiliki tingkatan yang ebih parah, daripada sosiopat. Sosiopat masih bisa memiliki ikatan emosional dengan orang-orang tertentu, seperti keluarga, yang tidak dipunya oleh psikopat.

Sebagai konsekuensinya, walau sosiopat tak merasa bersalah jika melukai orang lain yang tak dekat dengannya, mereka masih bisa merasa menyesal jika menyakiti orang terdekatnya. Selain itu, beberapa perilaku antisosial pada sosiopat, dapat berkurang seiring berjalannya waktu. Hal ini sulit terjadi pada psikopat.

Bahkan, sosiopat masih berpotensi untuk belajar di kemudian hari, untuk tidak melakukan perilaku antisosial. Sifat ini mungkin saja tidak muncul pada psikopat.

  • Perbedaan psikopat dan sosiopat: penampilan luar

Perbedaan lain dari psikopat dan sosiopat adalah penampilan luarnya. Psikopat cenderung dapat terlihat menawan dan memiliki karisma, yang membuat orang lain merasa tak ada gangguan kepribadian dalam dirinya. Dia juga mampu memalsukan mimik dan perasaan, sehingga terlihat seperti orang biasa.

Sementara itu, sosiopat dapat terlihat gugup, mudah gelisah, hingga cepat menunjukkan rasa amarah. Mereka juga bisa sangat spontan untuk berperilaku antisosial, dibandingkan psikopat yang bisa rapih dalam menyiapkan rencananya. Sosiopat juga cenderung tidak dapat menyembunyikan topengnya.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Istilah psikopat sering Anda dengar, di berbagai kesempatan atau dari konten hiburan. Dalam ilmu kejiwaan, psikopat masuk ke dalam gangguan kepribadian antisosial. Mereka kerap memanipulasi bahkan melukai orang lain, arogan, dan tak memiliki empati.

Walau sekadar egois dan tak ada empati belum tentu psikopat, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi pada ahli kejiwaan, jika merasa memiliki perilaku antisosial. Selain itu, segera temui dokter, jika Anda curiga orang terdekat menunjukkan ciri-ciri psikopat, atau orang dengan gangguan kepribadian antisosial.

Healthline. https://www.healthline.com/health/psychopath

Diakses pada 26 September 2019

 

Healthy Place. https://www.healthyplace.com/personality-disorders/psychopath/psychopath-vs-sociopath-what-s-the-difference

Diakses pada 26 September 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/mental-health/features/sociopath-psychopath-difference

Diakses pada 26 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed