Apa Itu Probiotik? Kenali Manfaat Probiotik Bagi Tubuh Anda

Probiotik adalah salah satu kandungan utama dari kombucha dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan
Probiotik adalah salah satu komponen dalam makanan dan minuman fermentasi, seperti kombucha, yang dapat menjaga kesehatan pencernaan

Anda pernah mengonsumsi yogurt? Rasanya yang asam dan segar memang membuatnya jadi favorit banyak orang. Namun tahukah Anda jika yogurt, kombucha, dan kimchi mengandung bakteri probiotik?

Bakteri probiotik adalah bakteri yang sering dibicarakan sebagai bakteri baik yang mampu membantu dan melancarkan pencernaan. Namun, sudahkah Anda mengenali dan memahami apa itu probiotik?

Apa itu probiotik? 

Sebelum Anda memasukkan sejumput kimchi ke dalam mulut, Anda perlu mengetahui bakteri probiotik yang akan dimasukkan ke dalam tubuh beserta manfaat probiotik bagi kesehatan Anda.

Umumnya, salah satu manfaat probiotik adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan, tetapi tahukah Anda bahwa probiotik tidak hanya berupa bakteri, tetapi juga bisa berupa mikroorganisme lainnya?

Probiotik adalah istilah yang merujuk pada mikroorganisme hidup yang saat dikonsumsi akan memberikan berbagai macam manfaat yang baik bagi pencernaan. Oleh karenanya, probiotik tidak hanya bakteri saja, tetapi juga bisa berupa jamur.

Jamur dan bakteri probiotik dapat dikonsumsi melalui makanan dan minuman fermentasi, tetapi tidak semua makanan dan minuman fermentasi mengandung jamur dan bakteri probiotik.

Beberapa yogurt tidak memasukkan jamur dan bakteri probiotik, karenanya Anda perlu membaca label yogurt untuk memastikan apakah terdapat jamur atau bakteri probiotik dalam yogurt yang akan dibeli.

Beberapa makanan dan minuman fermentasi melalui proses yang dapat mematikan jamur dan bakteri probiotik, seperti proses pasteurisasi, panggang, dan sebagainya. Contoh makanan dan minuman fermentasi yang melalui proses yang mematikan probiotik adalah cokelat, bir, wine, kecap asin, dan sebagainya.

Terdapat tiga macam probiotik yang biasanya sering digunakan, yaitu bakteri probiotik bifidobacterium dan lactobacillus, serta jamur probiotik Saccharomyces boulardii.

Apa saja manfaat probiotik untuk tubuh?

Fungsi probiotik yang paling umum adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan, tetapi sebenarnya manfaat probiotik tidak hanya sekedar membantu saluran pencernaan. Berikut adalah beberapa manfaat probiotik bagi tubuh, yaitu:

  • Menyeimbangkan ekosistem dalam pencernaan

Bakteri dan jamur probiotik merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh tubuh karena salah satu manfaat probiotik adalah untuk menyeimbangkan ekosistem bakteri dalam pencernaan.

Ketidakseimbangan mikroorganisme dalam pencernaan berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.

Manfaat probiotik adalah untuk menjaga keseimbangan dan memastikan mikroorganisme baik dalam tubuh tetap bekerja dengan baik.

  • Mendukung penurunan berat badan

Kabar baik bagi Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan, karena salah satu manfaat probiotik adalah membantu perjalanan Anda dalam mencapai berat badan ideal Anda.

Manfaat probiotik dalam menurunkan berat badan dibuktikan melalui riset yang menemukan bahwa bakteri probiotik Lactobacillus gasseri dapat menurunkan lemak di perut dalam kurun waktu 12 minggu.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut mengenai fungsi probiotik terhadap penurunan berat badan.

  • Menjaga kesehatan pencernaan

Manfaat probiotik yang paling terkenal tentunya adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan. Probiotik dapat menjaga kesehatan pencernaan dengan menyeimbangkan kembali ekosistem bakteri dalam pencernaan.

Dalam menjaga kesehatan pencernaan, manfaat probiotik adalah juga untuk meringankan gejala dari sindrom iritasi usus besar, melawan infeksi bakteri H.pylori yang dapat memicu kanker lambung, dan mengatasi penyakit radang usus.

  • Mencegah dan membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan

Sebuah studi menunjukkan bahwa manfaat probiotik adalah untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran pernapasan, seperti pilek dan sebagainya.

Konsumsi bakteri probiotik lactobacillus dan bifidobacterium mampu mempersingkat durasi sakit yang dialami dan mengurangi tingkat absen karena sakit.

  • Menjaga kesehatan kulit

Manfaat probiotik tidak hanya terbatas pada pencernaan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan kulit. Jamur atau bakteri probiotik diketahui mampu mengatasi jerawat, membantu pemulihan luka, dan melindungi kulit dari sinar matahari.

  • Menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah

Probiotik ditemukan mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Selain itu manfaat probiotik adalah untuk menurunkan tekanan darah.

  • Meringankan depresi dan kecemasan

Siapa sangka bahwa kesehatan mental juga bisa dijaga dengan mengonsumsi jamur atau bakteri probiotik melalui kontribusinya terhadap perkembangan otak untuk meringankan gejala depresi dan kecemasan.

Konsultasikan ke dokter

Probiotik adalah jamur atau bakteri yang baik bagi kesehatan dan secara umum aman untuk dikonsumsi. Namun, konsumsi probiotik tidak disarankan untuk orang-orang yang memiliki kondisi medis yang menurunkan sistem imum tubuh, seperti HIV/AIDS, dan sebagainya.

Wanita yang sedang hamil dan orang-orang yang sedang menjalani diet khusus karena kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-101
Diakses pada 30 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323314.php
Diakses pada 30 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24330093
Diakses pada 30 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23614897
Diakses pada 30 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24780623
Diakses pada 30 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25047574
Diakses pada 30 Agustus 2019

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S095816691400175X
Diakses pada 30 Agustus 2019

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0190962214014078
Diakses pada 30 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed