Mengenal Pathological Liar, Orang yang Terus Menerus Berbohong

Pathological liar adalah orang yang berbohong dengan terus-menerus, terencana, dan kompulsif
Jika rekan Anda suka berbohong, terkesan 'halu', dan sangat pamer, boleh jadi ia seorang pathological liar

Barangkali, berkata bohong mungkin pernah kita lakukan. Misalnya, saat sahabat menanyakan tentang kecocokan warna lipstik terang untuk warna kulitnya yang cenderung gelap, kita mungkin akan menjawab, “Cocok,” - jawaban yang menjadi sekadar untuk menyenangkannya dan enggan terlibat perdebatan.

Hanya saja, perilaku berbohong dapat dilakukan dengan tidak terkontrol. Pelakunya dikenal dengan istilah pathological liar. Sedang ramai dibicarakan, apa itu pathological liar? Apakah ini termasuk gangguan kepribadian?

Apa itu pathological liar?

Pathological liar  adalah orang yang berbohong secara terus-menerus, kompulsif, dan terencana. Perilaku ini cenderung sering dilakukan, dan biasanya tanpa disertai alasan yang jelas (disebut juga dengan pseudologia fantastica atau compulsive lying).

Dalam menyampaikan kebohongannya, pathological liar dapat menempatkan diri sebagai orang yang hebat, heroik, atau boleh jadi menggambarkan diri sebagai seorang korban.

Beberapa contoh kebohongan yang disampaikan oleh pathological liar, yaitu:

  • Menciptakan riwayat diri yang tidak sebenarnya. Misalnya, ia telah meraih prestasi tertentu, atau sebaliknya, pernah mengalami suatu kondisi buruk
  • Mengklaim menderita penyakit tertentu
  • Berbohong untuk membuat orang lain terkesan, seperti berkerabat dekat dengan seorang artis maupun pejabat tinggi negara
Pathological liar seringkali menyebarkan kebohongannya saat bergosip
Sering berbohong tanda pathological liar

Selain contoh di atas, hal-hal berikut ini bisa menjadi ciri-ciri seorang pathological liar di sekitar Anda.

  • Sering mencari simpati dengan menceritakan penderitaan diri
  • Cerita yang disampaikan cenderung terlalu detil dan terelaborasi dengan baik
  • Merespons pertanyaan Anda dengan sangat cepat, namun respons tersebut terkesan tidak jelas dan tidak menjawab pertanyaan
  • Sering bercerita dengan versi yang berbeda, karena lupa dengan detil kebohongan sebelumnya

Pathological lying berbeda dengan white lies atau dusta putih. White lie, atau berbohong yang biasanya dilakukan dengan alasan kebaikan, cenderung bukanlah sebagai suatu kebiasaan.

Dusta putih dilakukan ‘hanya’ sesekali dalam beberapa waktu, cenderung tidak merugikan, dan tidak bermaksud buruk. Selain itu, white lie acapkali dilakukan dengan maksud untuk menjaga perasaan orang lain.

Apa penyebab pathological liar?

Pemicu dan penyebab pathological lying masih belum diketahui dengan jelas. Hanya saja, perilaku berdusta patologis ini diduga terjadi akibat gangguan kepribadian, maupun demensia.

1. Gangguan kepribadian

Kebiasaan berbohong patologis diperkirakan menjadi salah satu gejala, dari gangguan kepribadian tertentu. Gangguan kepribadian tersebut, termasuk:

  • Gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder): Gangguan yang membuat penderitanya sulit mengatur emosi, sering mengalami perubahan mood, perasaan insecure,dan perasaan tidak stabil.
  • Gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder): Gangguan ini menyebabkan seorang individu membutuhkan pengakuan dan perlakukan yang spesial dari orang lain.
  • Gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder): Gangguan ini memiliki ciri penderita yang tak peduli mengenai kebenaran, serta kerap merampas hak dan menyakiti perasaan orang lain.

Seseorang yang menderita gangguan kepribadian ambang maupun narsistik dapat melakukan kebohongan patologis, untuk menyimpang realitas menjadi sesuatu yang sesuai dengan emosi diri sendiri.

Tentunya, menderita gangguan kepribadian di atas dapat menjadi tantangan, dalam hubungan interpersonal. Sehingga pertolongan ahli kejiwaan sangat diperlukan.

2. Demensia frontotemporal

Demensia frontotemporal adalah kondisi demensia, yang memengaruhi bagian depan (frontal) atau bagian samping (temporal) organ otak. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami gangguan perilaku serta kemampuan berbicara.

Gangguan perilaku yang ditunjukkan oleh individu dengan demensia frontotemporal, meliputi:

  • Perilaku sosial yang tidak semestinya dilakukan
  • Tidak dapat memahami perilaku sendiri maupun orang lain
  • Kurang empati terhadap orang di sekelilingnya
  • Perilaku kompulsif
  • Perubahan selera makan
  • Rasa bosan

Para ahli memperkirakan, perilaku pathological liar mirip dengan karakteristik dan ciri-ciri yang ditunjukkan oleh penderita demensia frontotemporal.

Bagaimana cara menghadapi seorang pathological liar?

Memiliki rekan yang terindikasi sebagai seorang pathological liar tentu menantang, membuat Anda stres, serta menuntut kesabaran ekstra tinggi.

Walau begitu, Anda disarankan untuk tidak marah terhadap rekan dengan sikap semacam itu. Hindari pula untuk menyalahkan kebohongan yang ia ucapkan dan tidak terbukti benar. Sebab, seorang pathological liar bisa saja tidak bermaksud untuk menimbulkan kerugian atas dusta patologis yang ia sampaikan.

Selain itu, seorang pathological liar kemungkinan menderita gangguan mental tertentu. Anda boleh membantunya dengan mencari tahu gejala lain yang ia tunjukkan, serta menganjurkannya untuk menemui ahli kejiwaan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pathological-liar
Diakses pada 28 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325982.php
Diakses pada 28 Oktober 2019

Artikel Terkait