logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Apa Itu Parkinsonisme? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

open-summary

Parkinsonisme adalah kumpulan gejala mirip penyakit Parkinson yang dialami oleh pasien penderita kondisi medis lain. Ada sejumlah faktor yang memicu Parkinsonisme.


close-summary

5

(3)

16 Feb 2021

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Parkinsonisme adalah kumpulan gejala-gejala berkaitan dengan penyakit Parkinson, seperti tremor dan gangguan pergerakan

Gejala parkinsonisme, seperti tremor dan otot kaku, mirip dengan gejala penyakit Parkinson

Table of Content

  • Mengenal apa itu Parkinsonisme dan gejalanya
  • Gejala lain yang berkaitan dengan Parkinsonisme
  • Kapan harus ke dokter?
  • Penyebab Parkinsonisme
  • Pengobatan Parkinsonisme
  • Catatan dari SehatQ

Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang ditandai dengan disfungsi dan kematian sel pada bagian otak yang memproduksi dopamin serta dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengarah pada gangguan pergerakan. Namun, beberapa pasien penderita penyakit lain juga bisa mengalami gejala layaknya penyakit Parkinson yang disebut dengan Parkinsonisme. 

Advertisement

Ketahui lebih lanjut mengenai Parkinsonisme mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganannya berikut ini. 

Mengenal apa itu Parkinsonisme dan gejalanya

Parkinsonisme adalah kumpulan gejala-gejala berkaitan dengan penyakit Parkinson, seperti tremor dan gangguan pergerakan, yang dialami oleh pasien penderita kondisi medis lain. 

Artinya, layaknya pada penderita penyakit Parkinson, pasien yang mengalami sindrom ini juga menunjukkan gejala-gejala berupa masalah pada pergerakan mereka. Gejala-gejala mirip penyakit Parkinson tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Beberapa gejala Parkinsonisme yang mirip dengan penyakit Parkinson, yaitu:

  • Tremor yang terjadi di satu tangan walau otot berada dalam fase rileks
  • Otot menjadi terasa kaku
  • Gerakan menjadi lambat
  • Kesulitan menjaga keseimbangan
  • Sulit berjalan 
  • Sulit menunjukkan ekspresi wajah
  • Gerakan menjadi lambat
  • Perubahan pada cara bicara
parkinsonisme
Parkinsonisme ditandai dengan gejala yang mirip seperti penyakit Parkinson sesungguhnya

Pasien yang mengalami gangguan medis ini biasanya tidak menunjukkan semua gejala sekaligus, atau biasanya hanya mengalami beberapa gejala di atas. 

Gejala lain yang berkaitan dengan Parkinsonisme

Selain gejala yang berkaitan dengan penyakit Parkinson di atas, pasien bisa merasakan gejala-gejala lain. Gejala tersebut, misalnya:

  • Hilang ingatan yang terjadi selama tahun pertama gangguan dialami pasien; bisa mengindikasikan adanya demensia
  • Gejala khas Parkinsonisme namun hanya pada satu sisi tubuh 
  • Tekanan darah rendah, kesulitan menelan, sembelit, dan masalah pada aktivitas berkemih
  • Jatuh dalam beberapa bulan atau tahun pertama saat menderita penyakit atau gangguan tertentu
  • Kelainan pada gerakan mata
  • Halusinasi
  • Masalah visual-spasial, seperti kesulitan menemukan kamar sendiri atau memarkir mobil. Masalah ini bisa bermula di fase awal penyakit.
  • Afasia, yakni ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau memahami bahasa lisan atau tulisan 
  • Apraxia, yaitu ketidakmampuan untuk menyelesaikan aktivitas sederhana
  • Agnosia, yakni ketidakmampuan untuk mengaitkan benda dengan fungsinya

Kapan harus ke dokter?

Sebaiknya segera kunjungi dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi ini. Melalui pemeriksaan, dokter dapat mengetahui apakah gejala tersebut hanya sebatas Parkinsonisme atau justru memang pertanda pasien mengalami penyakit Parkinson. 

Baca Juga

  • Epilepsi pada Lansia, Ini Penyebab dan Cara Mengenalinya
  • Kenali Gejala Pikun pada Lansia beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Panti Jompo untuk Lansia, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

 

 

Penyebab Parkinsonisme

Beberapa penyebab Parkinsonisme yang umum yaitu:

1. Penggunaan obat yang memengaruhi aktivitas dopamin

Beberapa zat dapat memengaruhi dan menghambat aktivitas dopamin dan senyawa di otak lain. Dopamin sendiri berperan penting dalam melancarkan pergerakan otot.

Obat yang sering memengaruhi aktivitas dopamin tersebut termasuk antipsikotik, yaitu kelompok obat untuk menangani skizofrenia. 

2. Penyakit degeneratif

Beberapa penyakit degeneratif, yakni penyakit yang terkait dengan penuaan, juga dapat memicu Parkinsonisme. Beberapa penyakit degeneratif tersebut, yaitu:

  • Penyakit Alzheimer
  • Multiple system atrophy, yakni penyakit yang memengaruhi koordinasi dan disfungsi saraf otonom. Penyakit ini salah satunya memicu ketidakmampuan menahan buang air kecil dan buang air besar pada pasien.
  • Degenerasi kortikobasal, yaitu penyakit langka yang ditandai dengan kematian sel otak dan memicu gangguan pergerakan.
parkinsonisme
Penyakit degeneratif seperi Alzheimer turut memicu munculnya sindrom Parkinsonisme

3. Cedera pada otak

Selain penyakit degeneratif, Parkinsonisme juga dapat terjadi akibat cedera dan trauma berulang-ulang – termasuk akibat olahraga tinju.

4. Penyakit Wilson

Penyakit Wilson adalah penyakit keturunan langka yang terjadi karena penumpukan tembaga di organ, seperti di otak dan hati. Penyakit ini dapat memicu gejala berupa gangguan pergerakan, serta gejala lain seperti penyakit kuning, kelelahan, penumpukan cairan di perut dan kaki, kaku otot, serta gangguan berbicara.

Pengobatan Parkinsonisme

Penanganan untuk Parkinsonisme akan bergantung pada penyebab yang terjadi pada pasien. Misalnya, bila Parkinsonisme terjadi akibat obat-obatan seperti antipsikotik, dokter akan menyarankan untuk penggantian jenis obat untuk dikonsumsi. 

Bila obat pemicu Parkinsonisme tidak dapat diganti, dokter mungkin akan meresepkan amantadine dan obat yang memiliki efek antikolinergik, seperti benztropine, untuk meredakan gejalanya.

Dokter juga akan meminta pasien untuk lebih aktif bergerak dan menyarankankan penggunaan alat bantu.

Catatan dari SehatQ

Parkinsonisme adalah kumpulan gejala mirip penyakit Parkinson yang dialami oleh pasien penderita kondisi medis lain. Parkinsonisme bisa terjadi akibat efek samping obat, penyakit degeneratif, hingga trauma berulang pada otak.

Apabila masih memiliki pertanyaan terkait parkinsonisme, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di App Store dan Play Store yang berikan informasi kesehatan terpercaya.

Advertisement

tremorpenyakit otakparkinsongangguan lansialansiakesehatan lansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved