logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Sederet Obat Kencing Tidak Lancar untuk Susah Buang Air Kecil

open-summary

Obat kencing tidak lancar adalah obat yang diberikan untuk mengatasi hipertensi, gangguan jantung, ginjal, dan hati, atau penumpukan cairan dalam tubuh. Namun, ada beberapa efek samping dari diuretik, seperti dehidrasi, menurunnya kadar potasium dalam tubuh, dan pusing.


close-summary

21 Feb 2020

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Obat pelancar kencing membantu penderita hipertensi membuang garam lewat urin

Obat pelancar kencing dikenal juga sebagai obat diuretik

Table of Content

  • Apa penyebab kencing tidak lancar atau susah buang air kecil?
  • Mengenal obat kencing tidak lancar
  • Catatan dari SehatQ

Tahukah Anda? Selain obat untuk sembelit yang berguna memperlancar BAB, ada juga obat kencing tidak lancar yang berguna untuk melancarkan pengeluaran air seni.

Advertisement

Namun, penggunaan obat kencing tidak lancar perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Pasalnya, setiap obat susah kencing memiliki cara kerja yang berbeda dan memiliki efek samping.

Apa penyebab kencing tidak lancar atau susah buang air kecil?

Susah buang air kecil atau susah kencing bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti melemahnya otot kandung kemih dan sumbatan pada saluran kencing akibat batu atau tumor. Sulit buang air kecil (BAK) bisa menyebabkan retensi urine di dalam kandung kemih dan menimbulkan masalah yang lebih serius.

Beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menjadi penyebab sulit buang air kecil adalah:

  • Penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih atau saluran kemih, pembesaran prostat (BPH), kanker prostat, dan diabetes
  • Gangguan saraf yang mengatur proses buang air kecil
  • Striktur uretra atau terbentuknya jaringan parut yang menyumbat aliran urine
  • Efek samping obat-obatan, seperti antidepresan dan antialergi
  • Komplikasi operasi pada saluran kemih atau daerah panggul

Mengenal obat kencing tidak lancar

Obat kencing tidak lancar umumnya digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan mengurangi cairan dan garam dalam pembuluh darah.

Maka dari itu, obat kencing tidak lancar biasanya diberikan untuk penderita hipertensi sebagai obat pertama untuk tekanan darah tinggi. Fungsinya adalah untuk membantu penderitanya mengeluarkan kadar garam dari tubuh lewat air seni.

Obat kencing tidak lancar atau yang dikenal sebagai diuretik juga berfungsi membantu kinerja ginjal dan jantung, termasuk menanggulangi gagal jantung, gangguan ginjal, gagal hati, dan penumpukan cairan dalam tubuh atau edema, serta menurunkan tekanan darah dalam tubuh dengan mengurangi peredaran cairan dalam pembuluh darah.

Obat kencing tidak lancar tidak hanya satu jenis, tetapi ada beberapa jenis obat kencing tidak lancar lainnya, seperti:

1. Diuretik thiazide

Thiazide adalah obat kencing tidak lancar yang paling sering diberikan dan digunakan untuk obat hipertensi.

Obat kencing tidak lancar ini tidak mengurangi cairan dalam tubuh, tetapi membantu melemaskan pembuluh darah. Beberapa contoh diuretik thiazide adalah chlorthalidone, indapamide, dan metolazone.

2. Diuretik loop

Berbeda dengan diuretik thiazide, obat kencing tidak lancar jenis diuretik loop digunakan untuk mengatasi gagal jantung. Contoh diuretik loop adalah furosemide, torsemide, dan bumetanide.

3. Diuretik potassium-sparing

Diuretik potassium-sparing berperan dalam menurunkan kadar cairan dalam tubuh tanpa mengeluarkan potasium dari dalam tubuh.

Oleh karenanya, obat kencing tidak lancar tersebut dapat diberikan untuk orang yang rentan mengalami penurunan kadar potasium atau mengonsumsi obat yang dapat menurunkan kadar potasium dalam tubuh.

Beberapa contoh diuretik potassium-sparing adalah amiloride, triamterene, dan spironolactone.

Efek samping dari obat kencing tidak lancar 

Seperti obat lainnya, obat pelancar kencing juga memiliki beragam efek samping yang dapat dialami oleh beberapa orang. Ada beberapa efek samping umum yang dapat dialami adalah:

  • Sakit kepala
  • Diare
  • Buang air kecil selama beberapa kali
  • Pusing
  • Kadar potasium yang rendah
  • Kadar sodium yang rendah
  • Terlalu banyak potasium dalam darah akibat obat kencing tidak lancar jenis diuretik potassium-sparing
  • Haus
  • Dehidrasi
  • Impotensi
  • Kram otot
  • Ruam kulit
  • Peningkatan kadar kolesterol
  • Asam urat
  • Peningkatan kadar gula darah

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa efek samping berbahaya yang bisa terjadi saat mengonsumsi obat kencing tidak lancar adalah:

  • Gagal ginjal
  • Detak jantung yang tidak beraturan
  • Reaksi alergi

Jika Anda mengalami efek samping dari obat kencing tidak lancar, jangan langsung berhenti mengonsumsinya, diskusikanlah dengan dokter. Dokter akan memberikan obat yang berbeda atau kombinasi obat lain untuk mengurangi efek samping dari obat kencing tidak lancar.

Sebelum mengonsumsi obat kencing tidak lancar

Obat kencing tidak lancar tentunya tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan, Anda perlu memberitahu dokter setiap obat atau suplemen yang dikonsumsi sebelum mengonsumsi obat kencing tidak lancar.

Anda tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi obat kencing tidak lancar jika Anda sedang mengonsumsi obat antidepresan, cyclosporine, digoxin, dan obat tekanan darah tinggi tertentu.

Anda juga perlu memberitahu dokter, jika Anda mengalami kondisi medis tertentu, seperti, diabetes, lupus, gangguan ginjal, sering dehidrasi, pankreatitis, lupus, gangguan menstruasi, dan asam urat.

Obat pelancar kencing tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui. Kaum lansia memerlukan pengawasan selama konsumsi obat kencing tidak lancar karena rentan mengalami pusing dan dehidrasi.

Anak-anak bisa mengonsumsi obat kencing tidak lancar tetapi dalam dosis yang kecil, terutama untuk obat kencing tidak lancar jenis potasium-sparing. Pasalnya, jenis diuretik tersebut dapat memicu gangguan pada perkembangan tulang dan kadar kalsium yang rendah.

Hindari konsumsi alkohol dan obat tidur saat sedang mengonsumsi obat kencing tidak lancar. Sebab, keduanya dapat meningkatkan efek samping dari diuretik.

Selain itu, untuk menghindari keluhan susah kencing, Anda disarankan untuk minum air putih yang cukup (8 gelas per hari), tidak sering menahan buang air kecil, serta tidak sering minum kopi atau minuman beralkohol.

Baca Juga

  • Mengenal Hipervitaminosis, Kondisi Tubuh yang Kelebihan Vitamin A
  • Kapan Kepala Terbentur Perlu Diperiksakan Ke Dokter?
  • Kenali Macam-Macam Gejala Diabetes yang Harus Diwaspadai

Catatan dari SehatQ

Obat kencing tidak lancar sah-sah saja digunakan dalam dosis yang telah dianjurkan oleh dokter. Anda perlu untuk mengecek tekanan darah secara rutin dan mengonsumsi makanan tinggi potasium saat sedang memakan obat pelancar kencing.

Jika Anda hanya diminta untuk mengonsumsi satu buah obat kencing tidak lancar tiap harinya, maka sebaiknya Anda mengonsumsinya pada pagi hari agar tidak mengganggu tidur Anda.

Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami efek samping tertentu sehabis mengonsumsi obat kencing tidak lancar.

Advertisement

penyakitobat pencahar

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved