Apa itu LGBT? Benarkah LGBT Adalah Gangguan Kepribadian?

13 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Gay berarti seorang pria yang juga menyukai pria
pria gay, bagian dari LGBT, merupakan laki-laki yang juga tertarik pada laki-laki

Setiap kali mengakses media sosial, maupun saat berkumpul dengan teman-teman, Anda mungkin sering dihadapkan dengan topik mengenai LGBT. Tidak sedikit pula perdebatan mengenai kelompok tersebut. Ada yang setuju, dan ada pula yang tidak.

Sebagian orang berpendapat bahwa LGBT adalah penyakit dan gangguan mental. Namun ada juga yang menganggap LGBT sebagai kondisi yang harus dihilangkan. Sebenarnya, apa itu LGBT? Apakah benar LGBT merupakan sebuah gangguan kepribadian atau gangguan mental?

Berikut ini penjelasan tentang LGBT secara medis.

Apa itu LGBT?

Sebelum memahami apa itu LGBT, penting bagi Anda untuk mengetahui konsep orientasi seksual dan identitas seksual, yang berkaitan dengan kelompok ini.

  • Orientasi seksual merupakan ketertarikan seksual, romantis, dan emosional yang dirasakan seorang individu terhadap individu lain. Orientasi seksual sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu heteroseksual, homoseksual, biseksual, dan aseksual.

- Heteroseksual:
Heteroseksual adalah orang-orang yang menyukai lawan jenis. Seorang pria menyukai seorang wanita, dan seorang wanita menyukai seorang pria.
- Homoseksual:
Homoseksual merujuk pada penyuka sesama jenis. Pada kelompok ini, ada kaum gay dan lesbian. Gay adalah pria penyuka sesama jenis. Sementar itu, lesbian adalah wanita yang menyukai sesama jenis.
- Biseksual:
Biseksual merupakan kelompok orang yang menyukai pria dan wanita.
- Aseksual:
Aseksual yakni kelompok orang yang tidak tertarik terhadap seks, baik pada pria maupun wanita, namun masih mungkin untuk merasa dekat dengan orang lain.

  • Identitas gender adalah kesadaran internal seorang individu mengenai gendernya, yang bisa sama dengan jenis kelamin sejak lahir, atau malah berbeda. Misalnya, Anda memiliki identitas gender sebagai seorang wanita, dan terlihat dari adanya organ vagina sejak Anda lahir.

LGBT adalah singkatann dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Sesuai kepanjangannya, lesbian, gay, dan biseksual merujuk pada kelompok individu yang tidak mengidentifikasi diri sebagai heteroseksual.

Selain lesbian, gay, dan biseksual, dalam LGBT juga terdapat kelompok transgender. Pada pengertian yang sempit, transgender adalah kelompok orang yang memiliki identitas seksual yang berbeda dengan jenis kelamin sejak lahir.

Contohnya, seseorang bisa merasa dirinya bukan laki-laki walau ia dilahirkan dengan organ seksual penis.
Seorang transgender dapat mengidentifikasi diri sebagai heteroseksual, homoseksual, dan biseksual. Wanita transgender (pria yang merasa dirinya sebagai wanita) bisa memiliki ketertarikan pada wanita, maupun pria. Begitu pula dengan pria transgender.

[[artikel-terkait]]

Apa penyebab seseorang menjadi LGBT?

Anda mungkin sering bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa ada yang menyukai lawan jenis, dan ada pula yang menyukai sesama jenis?”. Belum ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut.

Beberapa asosiasi ilmuwan, seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan American Psychological Association (APA) berpendapat, bahwa orientasi seksual merupakan kombinasi kompleks yang melibatkan banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

Selain itu, para ilmuwan juga percaya, hormon dan faktor gen juga berperan membentuk orientasi seksual seseorang.
Walau begitu, para ahli menekankan, orientasi seksual, termasuk homoseksual dan heteroseksual, bukanlah sesuatu yang bisa dipilih. Artinya, orientasi seksual merupakan sesuatu yang secara alami ada di dalam diri seorang individu.

Apakah LGBT termasuk gangguan kepribadian?

Gangguan kepribadian merujuk pada gangguan kesehatan mental yang dicirikan dengan pola pikir, perilaku, dan perasaan yang terganggu, serta tidak disadari oleh penderita. Orang dengan gangguan ini biasanya sulit membangun kehidupan sosial bersama orang lain, dan memiliki perilaku yang berbeda dengan orang lain. Benarkah LGBT tepat disebut sebagai gangguan kepribadian?

Pada awalnya, homoseksual dikategorikan sebagai gangguan mental. Namun, pada tahun 1973, American Psychological Association (APA) telah menghapus homoseksual dari daftar gangguan mental.
Hasil tersebut dimuat dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM) volume II, dan dipandang sebagai awal untuk mengakhiri stigma dan diskriminasi terhadap kelompok LGBT.

Begitu pula dengan transgender. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun berencana menghapus transgender dari kategori gangguan mental.

Dari keputusan-keputusan di atas, dapat disimpulkan bahwa LGBT bukan merupakan gangguan mental maupun gangguan kepribadian.

Tidak mendiskriminasi kelompok LGBT

Tentunya, Anda bisa memiliki pandangan tersendiri mengenai LGBT, termasuk homoseksual. Faktor agama dan logika, bisa menjadi penyebabnya. Meski tidak ada keharusan bahwa setiap orang mesti membenarkan homoseksual, ada baiknya untuk tidak mendiskriminasi kelompok LGBT.

Sebab, kelompok homoseksual ternyata lebih rentan untuk mengalami gangguan mental, seperti kondisi depresi dan gangguan cemas, dibandingkan individu heteroseksual. Hal tersebut diakibatkan oleh tekanan mental, karena merasa berbeda dan kesepian, serta mengalami diskriminasi dari kelompok masyarakat lain.

Orang-orang LGBT juga mungkin ada di sekitar lingkaran pertemanan dan keluarga Anda. Apabila orang-orang terdekat melela atau coming out sebagai individu homoseksual, sebaiknya Anda bisa bersikap dengan bijak, untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Referensi

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/depression/why-are-so-many-gay-teens-depressed.aspx
Diakses pada 9 Agustus 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/gradeschool/Pages/Gender-Identity-and-Gender-Confusion-In-Children.aspx
Diakses pada 9 Agustus 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/ChildrensHospitalPittsburgh/en/teens/sexual-orientation.html#
Diakses pada 9 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4695779/
Diakses pada 9 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5290172/
Diakses pada 9 Agustus 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/higher-risk-of-mental-health-problems-for-homosexuals/
Diakses pada 9 Agustus 2019

Web MD. https://www.webmd.com/sex/news/20190529/being-transgender-not-a-mental-disorder-who-says
Diakses pada 9 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top